Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per orang

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi membuang sampah ke sungai - sukabumiheadline.com

Ilustrasi membuang sampah ke sungai - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghasilkan 9,329 m3 sampah per orang. Angka tersebut dikutip dari data timbulan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi 2025.

Berdasarkan data di atasi, total di Kabupaten Sukabumi mengahasilkan 26.606.346 (26,60 juta) m3 timbulan sampah selama 2025. Sementara itu, jumlah penduduk kabupaten terluas di Jawa Barat ini pada tahun yang sama sebanyak 2.852.107 jiwa.

Data timbulan sampah sering digunakan untuk merencanakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di sebuah wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kabupaten Sukabumi, Ciambar menjadi kecamatan dengan timbulan sampah paling sedikit, yakni hanya 11.970 meter kubik (m3). Sedangkan, kecamatan nomor satu dengan timbulan sampah terbanyak adalah Cisaat, yakni mencapai 2.581.644 m3.

Di posisi kedua kecamatan dengan timbulan sampah terbanyak, adalah Cicurug dengan 2.301.318 m3. Posisi ketiga, Sukaraja sebanyak 1.867.054 m3, Cibadak dengan 1.789.097 m3 menempati posisi keempat, dan Palabuhanratu di posisi kelima dengan 1.716.061 m3.

Untuk informasi, jika dikonversi ke tonase, 1 meter kubik (m3) sama dengan atau setara 0,49 ton.

Untuk informasi, timbulan sampah adalah volume atau berat sampah yang dihasilkan dari berbagai sumber, seperti rumah tangga, komersial, industri, dan lainnya, di suatu wilayah dalam satuan waktu tertentu, umumnya diukur dalam kg/orang/hari atau liter/orang/hari.

Mengutip dari tesis karya Nurviani Fadila berjudul Literature Review: Faktor-faktor Terkait Timbulan Sampah di Indonesia, di website resmi Universitas Diponegoro, Semarang, sampah merupakan residu dari aktivitas harian manusia.

Timbulan sampah mencakup total akumulasi sampah yang dihasilkan sebelum pengelolaan lebih lanjut. Timbulan sampah dipengaruhi jumlah penduduk, tingkat pendapatan, dan gaya hidup.

“Sampah merupakan residu dari aktivitas harian manusia dan/atau proses alam dalam bentuk padat, terdiri dari bahan organik dan anorganik, serta tidak lagi dianggap memiliki guna sehingga harus dikendalikan supaya tidak berbahaya bagi lingkungan,” kata Nurviani, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (7/5/2026).

Berikut adalah data timbulan sampah menurut kecamatan dirangkum sukabumiheadline.com dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah

Berita Terkait

Mengenal ProKlim, penghargaan nasional diraih Desa Kutajaya Sukabumi
Mengungkap alasan dipilihnya Hari Bumi 22 April
Hari Hutan Internasional, Wamenhut tanam pohon di Sukabumi
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Mengenal jenis, dampak kejahatan lingkungan di Sukabumi dan hukuman bagi pelaku
Trend Pernikahan Ramah Lingkungan, Makan Pakai Daun dan Besek
Mengintip Desain Masjid Jalur Sukabumi, Minimalis, Futuristik dan Ramah Lingkungan
Keren, Finlandia Garap Sneaker Ramah Lingkungan dari Ampas Kopi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per orang

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:32 WIB

Mengenal ProKlim, penghargaan nasional diraih Desa Kutajaya Sukabumi

Rabu, 22 April 2026 - 22:49 WIB

Mengungkap alasan dipilihnya Hari Bumi 22 April

Kamis, 9 April 2026 - 08:00 WIB

Hari Hutan Internasional, Wamenhut tanam pohon di Sukabumi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Berita Terbaru

Ilustrasi membuang sampah ke sungai - sukabumiheadline.com

Lingkungan

Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per orang

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB