26.8 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Warga Sukabumi, Ingat Akhir Tahun Bayar Tol Pakai Smartphone

TeknoWarga Sukabumi, Ingat Akhir Tahun Bayar Tol Pakai Smartphone

sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, kartu E-Toll tidak lama lagi akan jadi kenangan karena uji coba pembayaran tol tanpa berhenti akan dilakukan akhir tahun ini.

Namun demikian, cara baru membayar tol dengan menjadikan smartphone sebagai alat untuk pembayaran di tiap-tiap gerbang tol itu, baru sebatas uji coba.

Karenanya, masih ada waktu bagi warga Sukabumi yang biasa bepergian untuk beradaptasi migrasi dari kartu E-toll ke smartphone saat melakukan pembayaran di gerbang tol.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan uji coba pembayaran tol multi lane free flow (MLFF) akan dilakukan pada Desember 2022.

Menurut Kasubbid Operasi dan Pemeliharaan Bidang OP. Set. BPJT Galuh Permana Waluyo mengatakan, proses pembayaran tol MLFF tanpa berhenti ini pakai teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).

Karenanya, pembayaran tol dengan teknologi ini, dilakukan menggunakan aplikasi khusus jalan tol yang bisa diakses melalui smartphone.

“Teknologi ini bisa uji coba di Desember akhir tahun, implementasi Maret tapi kita enggak mulai semua ruas tol, dikaji dulu ruasnya ini bergantung teknologi dan masyarakatnya juga,” kata Galuh, Jumat (7/10/2022).

Ia menambahkan, program pembayaran tol MLFF ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dana Badan Usaha (KPBU) yaitu melibatkan PT Roatex Indonesia Till System (RITS).

Disebutkan, perusahaan asal Hungaria ini siap menginvestasikan dana sebesar Rp4,4 triliun.

“Perusahaan yang berpengalaman di Hungaria, mereka sudah menggunakan teknologi GNSS di sana terhubung juga dengan Uni Eropa lainnya rata-rata penggunaan teknologi ini ada di Eropa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Galuh mengatakan penggunaan teknologi ini menjadi tantangan berat lantaran masyarakat sudah terbiasa menggunakan uang elektronik untuk membayar tol.

Karenanya, implementasi pembayaran tol tanpa berhenti ini harus melibatkan teknologi dan kesiapan masyarakat.

“Mungkin tidak semudah migrasi uang tunai ke uang elektronik. Tantangan kita harus menyiapkan kesiapan masyarakat juga jadi bukan hanya teknologi,” ucapnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer