10 kecamatan terbanyak dan sedikit dihuni penduduk non-Muslim di Kabupaten Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 16 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi toleransi beragama di Sukabumi - Istimewa

Ilustrasi toleransi beragama di Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Toleransi beragama adalah sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan agama orang lain, tanpa memaksakan atau mencela agama lain, demi terciptanya kerukunan dan kedamaian.

Dalam hal kehidupan beragama, warga Kabupaten dan Kota Sukabumi, Jawa Barat, sangat menghormati keyakinan masing-masing. Terbukti, meskipun Islam merupakan agama yang dianut mayoritas penduduk, namun relatif tidak pernah ada gesekan yang dipicu isi agama.

Mengutip data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2024, Kabupaten Sukabumi menjadi rumah bagi 2.812.768 jiwa Muslim dari total jumlah penduduk sebanyak 2.828.024 jiwa, atau lebih dari 94 persen. Sedangkan sisanya, 15.256 jiwa adalah non-Muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah tersebut tersebar di 47 kecamatan dan 386 desa dan kelurahan. Baca selengkapnya: Jumlah dan nama-nama desa di Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan

Adapun pemeluk non-Muslim, adalah pemeluk 6 agama resmi di Republik Indonesia, yakni Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan lainnya (keyakinan).

Baca Juga: 

Berikut adalah daftar 10 kecamatan yang ditinggali pemeluk non Muslim terbanyak di Kabupaten Sukabumi, dilutip sukabumiheadline.com dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025.

  1. Kecamatan Cikembar: 95.816 Muslim, 1.311 Protestan, 155 Katolik, 13 Hindu, 26 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
  2. Kecamatan Cicurug: 140.590 Muslim, 1.189 Protestan, 522 Katolik, 12 Hindu, 184 Budha, 1 Konghucu, 1 lainnya
  3. Kecamatan Cibadak: 124.691 Muslim, 671 Protestan, 254 Katolik, 6 Hindu, 217 Budha, 5 Konghucu, 0 lainnya
  4. Kecamatan Palabuhanratu: 121.529 Muslim, 642 Protestan, 90 Katolik, 1 Hindu, 20 Budha, 0 Konghucu, 1 lainnya
  5. Kecamatan Parungkuda: 82.231 Muslim, 522 Protestan, 114 Katolik, 7 Hindu, 59 Budha, 0 Konghucu, 1 lainnya
  6. Kecamatan Sukaraja: 95.405 Muslim, 395 Protestan, 205 Katolik, 1 Hindu, 42 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
  7. Kecamatan Cisaat: 133.034 Muslim, 276 Protestan, 121 Katolik, 8 Hindu, 46 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
  8. Kecamatan Cidahu: 76.171 Muslim, 215 Protestan, 51 Katolik, 0 Hindu, 9 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
  9. Kecamatan Nagrak: 93.829 Muslim, 175 Protestan, 51 Katolik, 0 Hindu, 73 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
  10. Kecamatan Sukabumi: 51.953 Muslim, 183 Protestan, 89 Katolik, 1 Hindu, 48 Budha, 0 Konghucu, 0 lainnya
Baca Juga :  Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

Baca Juga:

Adapun, 37 kecamatan dengan jumlah pemeluk non-Muslim paling sedikit, adalah sebagai berikut:

  1. Dihuni 1 orang non-Muslim: Kecamatan Curugkembar: 31.460 Muslim, dan 1 keyakinan lainnya. Kecamatan Cimanggu: 27.434 Muslim, dan 1 Protestan
  2. Dihuni 2 orang non-Muslim: Kecamatan Gegerbitung: 44.228 Muslim, dan 2 Katolik. Kecamatan Cibitung: 31.124 Muslim, dan 2 Protestan
  3. Dihuni 3 orang non-Muslim: Kecamatan Cidadap: 19.473 Muslim, 2 Protestan, dan 1 Katolik
  4. Dihuni 4 orang non-Muslim: Kecamatan Cidolog: 17.313 Muslim, 2 Protestan, dan 2 Katolik. Kecamatan Waluran: 32.341 Muslim, 3 Protestan, dan 1 Katolik
  5. Dihuni 5 orang non-Muslim: Kecamatan Purabaya: 46.309 Muslim, 1 Protestan, dan 4 Katolik. Kecamatan Caringin: 53.033 Muslim, dan 5 Protestan. Kecamatan Bojonggenteng: 42.297 Muslim, 2 Protestan, 1 Hindu, dan 2 keyakinan lainnya. Kecamatan Pabuaran: 45.564 Muslim, 2 Protestan, dan 3 Konghucu.
  6. Dihuni 8 orang non-Muslim: Kecamatan Lengkong: 34.222 Muslim, 5 Protestan, 1 Katolik, dan 2 keyakinan lainnya. Kecamatan Bantargadung: 41.604 Muslim, 5 Protestan, 2 Katolik, dan 1 Hindu. Kecamatan Kalibunder: 32.536 Muslim, dan 8 Protestan
  7. Dihuni 9 orang non-Muslim: Kecamatan Tegalbuleud: 37.769 Muslim, 3 Protestan, dan 6 Katolik
  8. Dihuni 12 orang non-Muslim: Kecamatan Jampang Kulon: 49.660 Muslim, 10 Protestan, dan 2 Katolik. Kecamatan Ciambar: 45.666 Muslim, 7 Protestan, dan 5 Katolik
  9. Dihuni 13 orang non-Muslim: Kecamatan Ciracap: 58.484 Muslim, 11 Protestan, 1 Hindu, dan 2 Budha. Kecamatan Cireunghas: 38.024 Muslim, dan 13 Protestan
  10. Dihuni 15 orang non-Muslim: Kecamatan Kalapanunggal: 55.903 Muslim, 12 Protestan, 2 Budha, dan 1 keyakinan lainnya
Baca Juga :  4 tren isu utama 2026 warga Sukabumi harus aware: Ekbis, teknologi, sospol, ekonomi hijau

Rekomendasi Redaksi: #Wawancara: Kerukunan Beragama di Sukabumi dalam Perspektif Buddhisme

Sedangkan sisanya, Kecamatan Ciemas: 57.819 Muslim, 54 Protestan, 7 Katolik, dan 1 Hindu. Surade: 86.661 Muslim, 27 Protestan, dan 11 Katolik. Sagaranten: 53.697 Muslim, 25 Protestan, 5 Katolik, dan 1 Hindu.

Kemudian, Kecamatan Simpenan: 59.784 Muslim, 19 Protestan, 7 Katolik, dan 7 Budha. Warungkiara: 66.932 Muslim, 19 Protestan, 5 Katolik, dan 1 Budha. Jampang Tengah: 73.133 Muslim, 30 Protestan, 7 Katolik, dan 1 Hindu.

Selanjutnya, Kecamatan Nyalindung: 53.808 Muslim, 14 Protestan, dan 4 Katolik. Kebonpedes: 34.922 Muslim, 19 Protestan, dan 1 Katolik. Sukalarang: 51.825 Muslim, 61 Protestan, 4 Katolik, 1 Hindu. Kadudampit: 61.364 Muslim, 20 Protestan, dan 3 Katolik.

Kecamatan Gunungguruh: 58.651 Muslim, 103 Protestan, 28 Katolik, 1 Hindu, dan 11 Budha. Cicantayan: 63.159 Muslim, 23 Protestan, 26 Katolik, dan 1 Budha. Parakansalak: 47.617 Muslim, 15 Protestan, dan 2 Katolik.

Kecamatan Cikidang: 71.819 Muslim, 12 Protestan, 5 Katolik, 1 Hindu, san 1 Budha. Cisolok: 77.374 Muslim, 33 Protestan, 11 Katolik, 3 Budha, dan 1 keyakinan lainnya. Cikakak: 47.148 Muslim, 19 Protestan, dan 18 Katolik. Kabandungan: 47.362 Muslim, 19 Protestan, 11 Katolik, 2 Budha, dan 2 Konghucu.

Menyimak data di atas, di antara 2.812.768 Muslim di Kabupaten Sukabumi, hidup berdampingan dengan 6.185 pemeluk Kristen Protestan, 1.833 Katolik, 58 Hindu, 754 Budha, 11 Konghucu, dan 10 pemeluk keyakinan lainnya.


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman
5 hal paling banyak terjadi dan dikeluhkan warga Sukabumi sepanjang 2025
Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?
5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi
Kaleidoskop 2025: Jumlah korban tewas bencana alam di Sukabumi dan kerugian materi
5+2 masalah utama sektor pariwisata Sukabumi
Bukan Yongjin atau Yakjin, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Kaleidoskop 2025: Sederet kasus korupsi di Sukabumi, kades dan kadis terlibat

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 03:06 WIB

Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:00 WIB

5 hal paling banyak terjadi dan dikeluhkan warga Sukabumi sepanjang 2025

Sabtu, 3 Januari 2026 - 01:25 WIB

Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?

Senin, 29 Desember 2025 - 16:42 WIB

5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi

Senin, 29 Desember 2025 - 10:00 WIB

Kaleidoskop 2025: Jumlah korban tewas bencana alam di Sukabumi dan kerugian materi

Berita Terbaru

Ilustrasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung bakal lewati jalur baru

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:07 WIB