Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jahe - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Jahe - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jahe atau zingiber officinale, adalah rempah rimpang dengan rasa pedas dan aroma khas, sering digunakan sebagai bumbu masakan, minuman herbal (seperti wedang jahe), dan obat tradisional karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya.

Senyawa aktifnya, seperti gingerol, bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, meredakan mual, nyeri haid, membantu pencernaan, mengontrol gula darah, dan menjaga kesehatan jantung. Jahe dapat diolah menjadi minuman hangat dengan tambahan rempah lain seperti serai, kayu manis, dan gula aren.

Berita Terkait: 28 kecamatan penghasil jahe di Sukabumi, 1,4 juta kg!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khasiat jahe

Daftar obat herbal ala Rasulullah SAW lengkap dalil, ada jahe dan cuka
Daftar obat herbal ala Rasulullah SAW lengkap dalil, ada jahe dan cuka buah – sukabumiheadline.com

Jahe lazim digunakan sebagai bumbu masakan, dari mulai penyedap sup, kari, rendang, dan hidangan lainnya. Selain itu, juga populer sebagai bahan untuk minuman herbal, seperti wedang jahe, teh jahe, kue, permen, hingga jamu untuk menghangatkan badan.

Di dunia pengobatan tradisional, jahe diyakini mampu mengatasi mual, nyeri haid, masalah pencernaan (maag, GERD), dan meningkatkan imunitas. Hal itu karena jahe merupakan anti-inflamasi, yang bisa mengurangi peradangan dan nyeri. Baca selengkapnya: Daftar obat herbal ala Rasulullah SAW lengkap dalil, ada jahe dan cuka

Jahe juga membantu mengatasi mual, kembung, dan masalah lambung, membantu mengontrol gula darah dan kolesterol, menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung.

Namun mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti mulas atau diare. Demikian pula dengan ibu hamil, disarankan berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter karena risiko efek samping pada kehamilan.

Produksi jahe Indonesia dan Jawa Barat

Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Provinsi dan Jenis Tanaman 2025, produksi jahe Indonesia mencapai 168,97 juta kg. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman biofarmaka lainnya.

Tidak hanya dalam skala domestik, permintaan terhadap komoditas ini juga menembus pasar ekspor dunia. Kualitas dan masa simpannya yang relatif lama sangat mendukung untuk menjadi komoditas ekspor unggulan dari Indonesia

Dalam laporan yang sama, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil jahe terbesar di Indonesia, dengan angka produksi mencapai 41,1 juta kilogram (kg) atau sekitar 24,4% dari total produksi nasional.

Sementara Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 37,5 juta kg, dan posisi ketiga ditempati Jawa Tengah dengan 27,4 juta kg. Secara bersamaan, ketiga provinsi teratas ini menyumbang sekitar 63% dari produksi jahe nasional.

Berita Terkait: Gegerbitung lumbung jahe, ini 17 kecamatan penghasil tanaman biofarmaka di Sukabumi

Lantas, berapa produksi jahe dari Kabupaten Sukabumi?

Kue jahe khas Sukabumi - Ist
Kue jahe khas Sukabumi – Ist

Memiliki banyak manfaat, tidak heran jika banyak petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menanam tumbuhan rempah ini. Bahkan, menurut data Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, produksi jahe mencapai 1,4 juta ton lebih pada 2025.

Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukabumi (kg),
2025, dikutip sukabumiheadline.com dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (23/4/2026).

  1. Lengkong: 426.299 kg
  2. Waluran: 245.000 kg
  3. Ciemas: 200.000 kg
  4. Tegalbuleud: 106.000 kg
  5. Sagaranten: 100.000 kg
  6. Gegerbitung: 85.060 kg
  7. Jampang Kulon: 52.000 kg
  8. Cisolok: 45.900 kg
  9. Purabaya: 30.000 kg
  10. Ciracap: 25.500 kg
  11. Sukalarang: 20.001 kg
  12. Jampang Tengah: 18.000 kg
  13. Bantargadung: 14.000 kg
  14. Simpenan: 12.500 kg
  15. Bojonggenteng: 9.000 kg
  16. Palabuhanratu: 4.610 kg
  17. Kebonpedes: 3.750 kg
  18. Gunungguruh: 2.440 kg
  19. Cikembar: 1.585 kg
  20. Cikakak: 1.500 kg
  21. Cimanggu: 1.400 kg
  22. Kadudampit: 1.175 kg
  23. Nagrak: 854 kg
  24. Sukabumi: 850 kg
  25. Cireunghas: 700 kg
  26. Warungkiara: 500 kg
  27. Surade: 500 kg
  28. Cibitung: 290 kg

Dari di atas, produksi jahe dari Kabupaten Sukabumi mencapai 1.418.714 kg atau 1.418 ton lebih pada 2025. Jumlah tersebut turun 400 ton lebih dibanding produksi tahun sebelumnya yang mencapai 1.896.715 kg.

Berita Terkait

Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan
Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing
Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang
Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:21 WIB

Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:56 WIB

Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:03 WIB

Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:28 WIB

Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing

Senin, 22 Juni 2026 - 07:20 WIB

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

Berita Terbaru