2010-2024 naik 500%, tapi Gen Z Sukabumi tak pede menikah dengan UMK 2024

- Redaksi

Kamis, 8 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menikah - Istimewa

Ilustrasi menikah - Istimewa

sukabumiheadline.com – Upah minimum di Kabupaten Sukabumi selalu naik setiap tahunnya. Meskipun kerap disentil kalangan buruh jauh dari layak, namun penetapan besaran upah ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk daya tahan dan kelangsungan bisnis.

UMR adalah upah minimum yang berlaku di tingkat provinsi, termasuk kabupaten/kota di dalamnya. UMR penetapannya dilakukan oleh gubernur untuk menjadi acuan pendapatan buruh di wilayahnya.

Sedangkan UMK, Upah Minimum Kabupaten/Kota, wajib berlaku di dalam suatu kabupaten/kota. Pengajuan besaran UMK dilakukan oleh bupati atau wali kota yang kemudian ditetapkan oleh gubernur. Biasanya, UMK akan lebih tinggi nominalnya daripada UMP (Provinsi).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi Redaksi: Gen Z ungkap 5 alasan Pemilihan Bupati dan Wali Kota Sukabumi 2024 tidak penting

Kenaikan UMK 2010-2024

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, dalam kurun 14 tahun terakhir upah minimum di Kabupaten Sukabumi naik hampir 500%, kurun 2010-2024, dengan rincian sebagai berikut:

  • 2010 Rp671.500
  • 2011 Rp850.000
  • 2012 Rp885.000
  • 2013 Rp1.201.020
  • 2014 Rp1.565.922
  • 2015 Rp1.969.000
  • 2016 Rp2.195.435
  • 2017 Rp2.376.558
  • 2018 Rp2.583.556
  • 2019 Rp2.791.016
  • 2020 Rp3.028.531
  • 2021 Rp3.125.444
  • 2022 Rp3.125.444
  • 2023 Rp3.351.883
  • 2024 Rp3.384.491
Baca Juga :  Redenominasi Rupiah: 2027 UMK Sukabumi Rp4,2 ribu

Rekomendasi Redaksi: Puluhan ribu pria di Kabupaten Sukabumi menganggur dan mengurus rumah tangga

Tidak percaya diri menikah

Dengan kenaikan upah minimum yang hampir 500% itu, ternyata tidak membuat Gen Z Sukabumi (lahir 1997-2012) percaya diri untuk menikah. Baca selengkapnya: Gen Z lahir 1997-2012, ortu di Sukabumi wajib tahu 10 karakteristik dan ekspektasi mereka

“Kalau untuk menikah, dengan gaji sebesar itu saya tidak pede,” kata Hari Makmur Setiawan, pemuda asal Desa Cibodas, Kecamatan Nagrak, kepada sukabumiheadline.com, Kamis (8/8/2024) pukul 01.30 WIB, dini hari di Sukakopi Kedai 24 Jam, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.

Kedai Sukakopi l 24 Jam, 100 meter dari exit toll Bocimi Seksi 2. l Istimewa
Kedai Sukakopi l 24 Jam, 100 meter dari exit toll Bocimi Seksi 2. l Advertorial

selengkapnya: Ada 221 ribu balita dan 51 ribu lansia, ini jumlah penduduk Sukabumi menurut kelompok usia

Pemuda berusia 23 tahun itu mengaku tidak percaya diri menikah karena uang sebesar itu, Rp3.384.491, hanya cukup untuk hidup sendiri. Namun, ia menyebut upah tersebut cukup hanya jika tinggal di rumah orang tua.

“Terus terang untuk menikah tidak pede. Gaji sebesar itu hanya cukup untuk sendiri. Saya yakin dengan gaji sebesar itu cukup untuk sebulan dan tidak perlu meminjam uang lagi. Cukup,” yakin pria yang biasa dipanggil Nichi atau Martin itu.

Baca Juga :  Akui doom spending masalah mereka, Gen Z Sukabumi khawatir jodoh dan ekonomi

Hal senada dikemukakan oleh Fadlan Haikal, warga Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Menurutnya, gaji sebesar itu cukup, tapi dengan catatan tinggal di rumah orang tua.

“Cukup untuk sendiri mah, tapi itu tanpa ngekos. Maksudnya tinggal di rumah orang tua,” kata Fadlan.

Rekomendasi Redaksi:

Hari dan Fadlan sependapat jika besaran UMK 2024 tidak akan cukup untuk hidup berdua bareng istri. Bahkan, untuk sendiri pun tidak akan cukup jika dirinya mengalami sakit atau mengalami kecelakaan dan harus berobat.

“Kalau untuk menikah gak pede. Bahkan, gaji sebesar tidak akan cukup untuk ngasih ke orang tua atau menabung. Tetapi kalau untuk hidup sendiri, termasuk nongkrong, saya kira cukup,” kata Hari.

“Iya, itu dengan catatan kondisi kita baik-baik saja. Tidak mengalami kecelakaan atau sakit. Tapi juga gak akan bisa ngasih ke orang tua atau nabung,” kata Fadlan yang biasa dipanggil Bintang.

Berita Terkait

Satu di Sukabumi! Satgas ESDM, Danantara & Setkab finalisasi kajian 18 proyek hilirisasi
Menteri UMKM sayangkan pedagang lokal lebih pilih jual barang China
Alasan resign dan 15 ide bisnis buat yang bosan jadi karyawan + 4 tips sukses
Dony Oskaria: KRL nyambung hingga Sukabumi
11 ide bisnis untuk ibu rumah tangga yang cuan, dari warung pagi hingga voice over
Dibuka pendaftaran PPPK BGN 2025 Tahap 2, cek syarat daftar online di sini
Syarat dan daftar mitra BGN untuk Program MBG di sini, warga Sukabumi minat?
Perlindungan Merek penting bagi UMKM Sukabumi agar tidak dibajak, cara dan daftar di sini

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:37 WIB

Satu di Sukabumi! Satgas ESDM, Danantara & Setkab finalisasi kajian 18 proyek hilirisasi

Rabu, 10 Desember 2025 - 04:00 WIB

Menteri UMKM sayangkan pedagang lokal lebih pilih jual barang China

Rabu, 10 Desember 2025 - 01:20 WIB

Alasan resign dan 15 ide bisnis buat yang bosan jadi karyawan + 4 tips sukses

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:10 WIB

Dony Oskaria: KRL nyambung hingga Sukabumi

Selasa, 9 Desember 2025 - 04:00 WIB

11 ide bisnis untuk ibu rumah tangga yang cuan, dari warung pagi hingga voice over

Berita Terbaru

Ilustrasi pemeluk Konghucu - sukabumiheadline.com

Khazanah

5 fakta Konghucu dan jumlah pemeluknya di Sukabumi

Minggu, 14 Des 2025 - 17:01 WIB

Tiga perempuan Sunda di perkebunan teh - sukabumiheadline.com

Kultur

5 fakta dan keunikan suku Sunda

Minggu, 14 Des 2025 - 00:53 WIB