5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jembatan Cipamuruyan Cibadak - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Jembatan Cipamuruyan Cibadak - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat resmi memfungsikan Jembatan Cipamuruyan di ruas Jalan Nasional Bogor–Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Melansir dari website resmi BBPJN, menurut Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Barat, Muhammad Maulana, difungsionalkannya Jembatan Cipamuruyan merupakan wujud komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan selesainya pembangunan dan difungsionalkannya Jembatan Cipamuruyan, kami berharap konektivitas pada ruas nasional Bogor–Sukabumi semakin baik, tingkat keselamatan pengguna jalan meningkat, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya,” ujar Maulana dikutip dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, lanjut Maulana, akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi jembatan maupun ruas jalan nasional agar seluruh infrastruktur tetap berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Berikut adalah 5 fakta tentang Jembatan Cipamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dirangkum sukabumiheadline.com dari laman resmi BBPJN:

1. Dukung kelancaran lalu lintas

Jembatan Cipamuruyan dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kapasitas jalan nasional, serta mendukung kelancaran distribusi orang maupun barang di koridor Bogor–Sukabumi.

Pembangunan jembatan dilakukan untuk menggantikan jembatan lama yang berada di lokasi tikungan dengan kondisi geometrik jalan yang kurang ideal. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan (blackspot) sekaligus menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.

2. Biaya pembangunan Jembatan Cipamuruyan

Jembatan Cipamuruyan di ruas nasional Bogor–Sukabumi - Dok/BBPJN DKI Jakarta Jabar
Jembatan Cipamuruyan di ruas nasional Bogor–Sukabumi – Dok/BBPJN DKI Jakarta Jabar

Proyek pembangunan dan duplikasi Jembatan Cipamuruyan memiliki total anggaran dari beberapa tahap pendanaan. Pagu Anggaran Utama (2022), proyek penggantian atau duplikasi jembatan yang bersumber dari APBN menelan biaya sebesar Rp24,76 miliar.

Kemudian untuk proyek lanjutan dan akses pada 2026, pemerintah kembali mengalokasikan proyek lanjutan dan perbaikan akses senilai Rp6,1 miliar hingga Rp6,4 miliar guna menyelesaikan penyempurnaannya. Sedangkan untuk tahap perencanaan awal, total proyek sempat diperkirakan mencapai Rp60 miliar, termasuk untuk pembebasan lahan warga dan relokasi fasilitas umum.

3. Spesifikasi teknis Jembatan Cipamuruyan

Secara teknis, Jembatan Cipamuruyan memiliki panjang 61,2 meter dengan lebar hampir 10 meter dan terdiri atas satu bentang.

Struktur atas menggunakan steel box girder, pelat beton, lapis aspal, pot bearing, railing pengaman, trotoar, serta expansion joint tipe strip seal. Sementara struktur bawah terdiri atas dua abutmen yang ditopang pondasi bored pile.

4. Waktu pelaksanaan pembangunan Jembatan Cipamuruyan

Pembangunan Jembatan Cipamuruyan berlangsung selama 150 hari kalender, mulai Desember 2025 hingga Mei 2026, dengan menerapkan standar keselamatan konstruksi secara ketat. Selama proses pekerjaan, BBPJN juga melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Dengan beroperasinya jembatan baru tersebut, kapasitas ruas Jalan Nasional Bogor–Sukabumi meningkat sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar dan aman. Selain itu, geometri jalan yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

Keberadaan Jembatan Cipamuruyan juga diyakini akan mendukung distribusi logistik, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukabumi, serta meningkatkan akses menuju kawasan industri, perdagangan, pendidikan, hingga destinasi wisata.

Manfaat jembatan baru tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang setiap hari melintasi jalur Bogor–Sukabumi. Indah, seorang pelajar, mengaku perjalanan kini menjadi lebih nyaman dan kemacetan jauh berkurang.

“Jembatan Cipamuruyan sangat mantap mengurangi macet. Trotoarnya juga bagus untuk kami yang sering lewat di sini. Sebelumnya tidak seperti ini,” katanya.

5. Curhat pengusaha ke KDM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong para pengusaha di Jawa Barat memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dengan Pelabuhan Patimban sebagai pintu ekspor utama.

Hal itu disampaikan Kang Dedi Mulyadi usai menghadiri Pengukuhan Pengurus DPP APINDO Jawa Barat Periode 2026–2031 di eL Hotel Bandung, Jumat (26/6/2026).

Ia juga menceritakan pernah menerima curhat dari pengusaha, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN Apindo), Aloysius Budi Santoso, yang mengeluhkan kondisi jembatan di Sukabumi mangkrak.

“Saya pernah ketemu Sekretaris Jenderal Apindo. Dia cerita, jembatan di Sukabumi itu statusnya Nasional, tapi bertahun-tahun gak selesai. ” kata pria yang akrab dipanggil KDM itu.

“Kemudian saya cek. Oh, masalahnya ternyata masalah hukum dan sedang ada pemeriksaan. Kemudian saya telepon pak Kapolda (Jawa Barat). Pak Kapolda bisa gak dipercepat? Gak waktu lama masalah hukumnya selesai,” kata dia.

Berita Terkait

WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak
Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan
Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%
UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik
7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL
7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto

Senin, 28 September 2026 - 12:00 WIB

Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Berita Terbaru

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada - CNN

Internasional

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Minggu, 11 Okt 2026 - 11:00 WIB