5 tren di Sukabumi 2026: WFC hingga sport tourism, pilih mana?

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi content creator objek wisata - sukabumiheadline.com

Ilustrasi content creator objek wisata - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sejumlah tren baru mulai populer di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari mulai sekadar hobi hingga profesional. Namun demikian, para pelaku tetap menyajikannya tontonan menarik dan berkualitas bagi para penikmat tren.

Tren baru di Sukabumi pada 2026, antara lain menjamurnya kafe berkonsep working space, wisata edukasi dan terpadu, meningkatnya ekosistem kreator konten, digitalisasi hobi hingga kegiatan olah raga alam.

Berikut adalah 5 tren yang sedang berkembang di Sukabumi, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, Ahad (31/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Tren Kafe Estetik sebagai Ruang Kerja (WFC)

Ilustrasi kafe dengan konsep green cafe - sukabumiheadline.com
Ilustrasi kafe dengan konsep green cafe – sukabumiheadline.com

Kafe-kafe di pusat kota Sukabumi beralih menjadi ruang kerja yang nyaman untuk Work From Cafe atau WFC dengan fasilitas Wi-Fi cepat. Tren ini menjadi buruan para pekerja lepas dan mahasiswa untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas.

2. Wisata Edukasi dan Festival UMKM Kreatif

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian – sukabumiheadline.com

Tren wisata tidak lagi hanya menikmati keindahan alam seperti kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan kawasan Situ Gunung, namun juga wisata edukasi keluarga berkembang dengan hadirnya destinasi seperti Desa Wisata Tikukur di Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Daftar desa wisata di Sukabumi yang menarik dikunjungi

Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar festival seperti Bazar UMKM di Pasar Degung dan Festival Ekonomi Semesta yang menggabungkan rekreasi, belanja, dan hiburan lokal.

Berita Terkait: UMKM Sukabumi, ini 18 ide usaha daur ulang sampah bakal tren di 2026

3. Berkembangnya Ekosistem Kreator Konten Lokal

Ilustrasi remaja content creator - sukabumiheadline.com
Ilustrasi remaja content creator – sukabumiheadline.com

Merespons tren digitalisasi global, banyak anak muda di Sukabumi yang beralih menjadi content creator. Mereka fokus pada pembuatan video hidden gem, kuliner legendaris, dan keindahan alam Sukabumi.

Fenomena ini bahkan didorong oleh Komite Ekonomi Kreatif agar para kreator bermitra dengan instansi daerah dalam mempromosikan pariwisata.

4. Sport Tourism

Ilustrasi sekelompok remaja di camping ground - sukabumiheadline.com
Ilustrasi sekelompok remaja di camping ground – sukabumiheadline.com

Wilayah Sukabumi, terutama kawasan pantai selatan dan geopark, menjadi pusatnya sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Mulai dari Geopark Run Series 2026-2027 yang berskala nasional hingga kegiatan bersepeda, lintas alam (trekking), dan camping yang semakin diminati wisatawan domestik.

Kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terpilih sebagai salah satu tuan rumah ajang Geopark Run Series 2026-2027, sebuah event lari dengan jarak 5K, 10K, dan 21K (half marathon) yang akan digelar dengan target lebih dari seribu peserta.

Event ini menjadi tahun kedelapan Geopark Run Series digelar. Pada 2019 lalu, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu juga terpilih menjadi tuan rumah bersama Geopark Ranah Minang di Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat.

Sementara untuk tahun ini, event akan diadakan di empat titik yaitu Geopark Ijen Banyuwangi (Jawa Timur), Geopark Ranah Minang (Sumatera Barat), Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat), dan Geopark Belitong (Bangka-Belitung). Baca selengkapnya: Ciletuh-Palabuhanratu Sukabumi tuan rumah Geopark Run Series 2026-2027, daftar di sini

5. Wisata Olah Raga Minat Khusus dan Alam

Ilustrasi surfing swim hybrid jadi tren olah raga 2026 berkembang di Sukabumi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi surfing swim hybrid jadi tren olah raga 2026 berkembang di Sukabumi – sukabumiheadline.com

Pada 2026 hadir dan berkembang tren baru yang menggabungkan ketangkasan berselancar dengan kekuatan daya tahan renang jarak jauh, yang kini populer disebut sebagai surfing swim hybrid.

Olah raga ini lahir dari kebutuhan para peselancar untuk tetap aktif saat kondisi ombak sedang tenang, serta keinginan para perenang untuk merasakan tantangan adrenalin di laut lepas. Baca selengkapnya: Surfing swim hybrid: Tren olah raga 2026, berkembang di pantai Sukabumi

Berita Terkait

Mengakrabi alam Sukabumi di Bumi Cai Cisalimar, intip foto-foto dan tarifnya
Kemenpar gelar Geopark Run Series 2026-2027 di Sukabumi, daftar online di sini
Jawa Barat punya 30 pulau kecil, terbanyak di Sukabumi, ini daftar nama dan lokasinya
Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya
Kemendagri ingin hotel tak minta KTP tamu saat check in
Menikmati 5 pesona kemegahan Curug Cikaso Sukabumi
Termasuk Sukabumi, ini tiga geopark di Indonesia peraih Green Card UNESCO
Minat wisatawan asing kemping di Sukabumi sangat rendah

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:00 WIB

5 tren di Sukabumi 2026: WFC hingga sport tourism, pilih mana?

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:59 WIB

Mengakrabi alam Sukabumi di Bumi Cai Cisalimar, intip foto-foto dan tarifnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:38 WIB

Kemenpar gelar Geopark Run Series 2026-2027 di Sukabumi, daftar online di sini

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:18 WIB

Jawa Barat punya 30 pulau kecil, terbanyak di Sukabumi, ini daftar nama dan lokasinya

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:59 WIB

Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya

Berita Terbaru