sukabumiheadline.com – Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi-Cianjur. Hingga kini, tak ada kabar terbaru terkait rencana peluncuran kereta api wisata tersebut dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Padahal, sebelumnya KA Jaka Lalana digadang-gadang bakal melayani wisatawan yang akan berlibur dari Jakarta dan Bogor ke Sukabumi dan Cianjur. Baca selengkapnya: Turis ke Sukabumi akan dilayani kereta wisata KA Jaka Lalan
Sebelumnya, PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah bekerja sama untuk menghadirkan layanan kereta api (KA) dengan rute-rute strategis. Sejumlah kereta api yang akan dihadirkan antara lain KA Jaka Lalana. Kereta api ini direncanakan melayani rute perjalanan ke daerah wisata daei Jakarta hingga Cianjur, via Bogor dan Sukabumi.
Rencana pengembangan kereta wisata seperti Jaka Lalana, yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi Kota Sukabumi dan semakin memperkuat sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, setelah rencana peluncuran KA Jaka Lalana pada Desember 2025 lama menghilang bak ditelan bumi, kini PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero malah meluncurkan Nusantara Explorer Sleeper Train. Baca selengkapnya: Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur dilayani Kereta Wisata Jaka Lalana mulai 14 Desember
KAI meluncurkan Nusantara Explorer
PT KAI mulai menguji dua kereta Nusantara Explorer Luxury Sleeper Train. Pengujian tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum pengembangan rangkaian dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Dua kereta tersebut telah menjalani uji statis dan uji dinamis untuk memastikan kesiapan sistem, fasilitas, serta performa operasionalnya. Uji dinamis dilaksanakan di lintas Surabaya Gubeng–Lamongan pulang-pergi (PP) guna mengevaluasi performa kereta saat beroperasi.
Pengujian meliputi kestabilan kereta, sistem pengereman, kelistrikan, hingga fungsi berbagai fasilitas pendukung. Sebelumnya, KAI juga melakukan uji statis untuk memeriksa fungsi sistem dan fasilitas ketika kereta dalam kondisi berhenti.
Kedua tahapan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum pengembangan Nusantara Explorer berlanjut, setelah menyelesaikan tahap pengerjaan interior di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Menurut KAI Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Nusantara Explorer masih dalam proses pengembangan dan penyempurnaan secara bertahap di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
“Dari rencana pengembangan rangkaian yang terdiri atas 12 kereta, saat ini dua kereta telah menyelesaikan tahap pengerjaan interior serta menjalani uji statis dan dinamis. Hasil pengujian akan menjadi bahan evaluasi untuk proses penyempurnaan berikutnya,” ujarnya, dikutip sukabumiheadline.com dari rilis pers, Sabtu (25/7/2026).
Rangkaian tersebut direncanakan terdiri atas 12 kereta yang mencakup kereta kabin tidur, grand restaurant, lounge, dan kereta pendukung operasional. Seluruh proses pengembangan dan modifikasi sarana.
Menurut Anne, proyek tersebut menunjukkan kemampuan pekerja Balai Yasa Surabaya Gubeng dalam mengembangkan sarana perkeretaapian dengan konsep layanan yang semakin beragam.
“Nusantara Explorer memperlihatkan kemampuan pekerja Balai Yasa Surabaya Gubeng dalam mengembangkan sarana dengan konsep pelayanan yang semakin beragam. Pengalaman teknis dan ketelitian pekerja menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengerjaan,” katanya.
Baca Juga: Kereta Wisata Jaka Lalana belum jelas, KRL Sukabumi kapan? Ini kata Kemenhub
Hadirkan 3 kelas kabin dan fasilitas premium

Nusantara Explorer dikembangkan sebagai luxury sleeper train yang memadukan ruang istirahat privat, pelayanan personal, sajian kuliner, hiburan, dan pengalaman menikmati lanskap selama perjalanan.
Nusantara Explorer dirancang memiliki tiga kategori kabin tidur, yakni Signature Class, Advance Class, dan Compact Class. Ketiganya menawarkan tingkat privasi, tata ruang, serta fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Signature Class menghadirkan ruang kabin yang lebih luas dengan fasilitas privat. Advance Class menggabungkan kenyamanan ruang tidur dan efisiensi penataan kabin, sedangkan Compact Class menawarkan desain yang lebih ringkas tanpa mengurangi kenyamanan maupun ruang penyimpanan.
Selain kabin tidur, rangkaian tersebut juga akan dilengkapi Grand Restaurant yang dirancang sebagai ruang pelayanan kuliner dengan konsep lebih personal melalui penataan meja makan, pencahayaan, serta ruang makan privat.
KAI juga menyiapkan lounge sebagai ruang bersantai dan berinteraksi. Area ini akan dilengkapi kursi santai, bar, fasilitas hiburan, piano, sistem audio, dan jendela lebar agar pelanggan dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
Interior Nusantara Explorer menggabungkan konsep neoklasik dengan material bernuansa hangat, pencahayaan lembut, serta ragam motif budaya Indonesia yang diwujudkan melalui unsur wayang kulit, Batik Lasem, Sekar Jagad, hingga motif Bali yang diaplikasikan pada elemen interior, pola dekoratif, material, dan pilihan warna.
“Identitas budaya Indonesia menjadi bagian dari konsep pengalaman Nusantara Explorer. Ruang, motif, kuliner, dan pelayanan dikembangkan agar pelanggan dapat merasakan karakter Nusantara selama perjalanan,” papar Anne.
Adapun rute, jadwal, tarif, komposisi akhir rangkaian, dan waktu pengoperasian Nusantara Explorer akan diumumkan setelah seluruh proses pengembangan, pengujian, pemeriksaan, serta persiapan layanan rampung.









