Cerita pensiunan berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sepasang suami istri naik Honda Supra X - sukabumiheadline.com

Ilustrasi sepasang suami istri naik Honda Supra X - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Seorang pensiunan bernama Misbahuddin Moerad merekam pengalamannya berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan mengendarai motor Honda Supra X.

Ia mengunjungi tempat wisata di wilayah utara Sukabumi itu dengan ditemani sang istri. Padahal, kata dia, dulu ia hanya bisa membayangkan saja bisa mengunjungi salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara itu.

“Dulu cuma bisa mengkhayal, sekarang akhirnya bisa menyeberang langsung,” kenang Misbahuddin Moerad, dikutip sukabumiheadline.com dari blognya, Kamis (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdua bersama istri tercinta, saya menyempatkan diri menyambangi Jembatan Gantung Situ Gunung, ikon wisata di Desa Wisata Gedepangrango, Kadudampit, Sukabumi,” papar dia.

Ia memuji kehebatan konstruksi jembatan gantung terpanjang tersebut, membentang sepanjang 243 meter, lebar 1,8 meter, dan berada di ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.

Naik Honda Supra X, sang legenda

Cerita pensiunan, Misbahuddin Moerad dan Istri berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X
Misbahuddin Moerad dan Istri berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X – Dok. Pribadi

Misbahuddin juga dengan bangga menceritakan pengalamannya mengunjungi Situ Gunung dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya, Honda Supra X, yang dipujinya sebagai motor legendaris.

“Uniknya, kami tidak naik kendaraan umum. Kami riding santai berdua mengendarai motor Supra X kesayangan, kendaraan legend yang setia menemani sejak 26 tahun lalu dan sudah mengelana hingga ke 23 provinsi,” ungkap dia.

“Buat kami, perjalanan turing menggunakan motor bebek tua ini memberikan sensasi petualangan yang tak tergantikan,” kenang Misbahuddin.

Setelah tiba di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang super sejuk, ritual wajibnya tentu membayar tiket masuk.

“Usai transaksi di loket, kami langsung menuju titik awal jembatan. Di sana, kami disambut ramah oleh penjaga yang memberikan pengarahan detail seputar keselamatan dan aturan di lokasi. Setelah itu, kami dipakaikan sabuk pengaman (safety belt) khusus,” jelasnya.

“Begitu tali pengaman terpasang, langkah pertama pun dimulai! Berjalan di atas jembatan gantung ini jelas bukan buat yang phobia ketinggian. Guyonan dan lelucon tetap berlaku di sini untuk mencairkan suasana,” Misbahuddin mewanti-wanti.

Ia mengaku menguji nyali dengan cara melepas safety belt saat berada di tengah-tengah jembatan tersebut.

“Sesekali, kami bahkan nekat melepas tali pengaman demi mengabadikan momen berdua. Namun, nyali sempat ciut juga saat hembusan angin kencang datang menyapa,” kata dia.

“Apalagi kalau sudah berada di tengah-tengah jembatan, goyangannya terasa bikin deg-degan tapi juga nagih! Pemandangan hutan tropis yang asri di sekeliling benar-benar memanjakan mata, membuat rasa takut cepat memudar berganti decak kagum,” puji dia.

Setibanya di ujung jembatan, ia tidak ketinggalan mengunjungi Curug Sawer yang berlokasi tidak jauh dari ujung jembatan gantung.

“Setelah berhasil menyeberang dengan selamat sampai di ujung jembatan, petualangan kami berdua tidak berhenti sampai di situ. Kami melanjutkan perjalanan trekking santai menembus hijaunya kawasan hutan menuju Curug Sawer, menikmati suara gemuruh air terjun yang menyegarkan,” kata Misbahuddin.

Di akhir cerita, ia mengenang perjalanannya bersama sang istri dengan motor legend-nya, sebagai petualangan yang sangat berharga.

“Menjelajahi keindahan alam Situ Gunung bersama istri, ditemani motor Supra X yang setia, adalah kenangan yang tak ternilai harganya. Perpaduan antara nostalgia, petualangan romantis, dan sensasi memacu adrenalin di jembatan gantung memberikan liburan yang sempurna bagi kami,” ungkap Misbahuddin.

“Sungguh sebuah mahakarya alam Jawa Barat yang wajib dikunjungi!,” pungkasnya.

Berita Terkait

5 foto ketika artis Titi Kamal terpesona keindahan alam: Sukabumi seindah itu
Kunjungan wisnus ke Jawa Barat tembus 19,52 juta, 48,17% terkonsentrasi di 6 daerah
5 daerah di Jawa Barat favorit wisatawan, tidak ada Sukabumi
Titi Kamal mau ajak bocil liburan ke Sukabumi, ada rekomendasi tempat wisata alam?
5 stasiun KA estetik dan bersejarah versi Pemprov Jawa Barat
A-Z Pantai Ujung Genteng Sukabumi, dari berburu sunset terbaik hingga kuliner
Mengunjungi Kampung Cikunten Sukabumi nan indah di kaki Gunung Wayang
5 tren di Sukabumi 2026: WFC hingga sport tourism, pilih mana?

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:26 WIB

Cerita pensiunan berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi naik Honda Supra X

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:35 WIB

5 foto ketika artis Titi Kamal terpesona keindahan alam: Sukabumi seindah itu

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:41 WIB

Kunjungan wisnus ke Jawa Barat tembus 19,52 juta, 48,17% terkonsentrasi di 6 daerah

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:27 WIB

5 daerah di Jawa Barat favorit wisatawan, tidak ada Sukabumi

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:32 WIB

Titi Kamal mau ajak bocil liburan ke Sukabumi, ada rekomendasi tempat wisata alam?

Berita Terbaru

Final Piala Dunia 2026, Spanyol vs Argentina - Ist/sukabumiheadline.com

Venue

Jadwal final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 - 04:20 WIB

Ilustrasi aksi pengeroyokan oleh massa - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Berawal dari rekaman CCTV, pria Sukabumi ini tewas dikeroyok

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:18 WIB