sukabumiheadline.com – Seorang pensiunan bernama Misbahuddin Moerad merekam pengalamannya berwisata ke Jembatan Gantung Situ Gunung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan mengendarai motor Honda Supra X.
Ia mengunjungi tempat wisata di wilayah utara Sukabumi itu dengan ditemani sang istri. Padahal, kata dia, dulu ia hanya bisa membayangkan saja bisa mengunjungi salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdua bersama istri tercinta, saya menyempatkan diri menyambangi Jembatan Gantung Situ Gunung, ikon wisata di Desa Wisata Gedepangrango, Kadudampit, Sukabumi,” papar dia.
Ia memuji kehebatan konstruksi jembatan gantung terpanjang tersebut, membentang sepanjang 243 meter, lebar 1,8 meter, dan berada di ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.
Naik Honda Supra X, sang legenda

Misbahuddin juga dengan bangga menceritakan pengalamannya mengunjungi Situ Gunung dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya, Honda Supra X, yang dipujinya sebagai motor legendaris.
“Uniknya, kami tidak naik kendaraan umum. Kami riding santai berdua mengendarai motor Supra X kesayangan, kendaraan legend yang setia menemani sejak 26 tahun lalu dan sudah mengelana hingga ke 23 provinsi,” ungkap dia.
“Buat kami, perjalanan turing menggunakan motor bebek tua ini memberikan sensasi petualangan yang tak tergantikan,” kenang Misbahuddin.
Setelah tiba di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang super sejuk, ritual wajibnya tentu membayar tiket masuk.
“Usai transaksi di loket, kami langsung menuju titik awal jembatan. Di sana, kami disambut ramah oleh penjaga yang memberikan pengarahan detail seputar keselamatan dan aturan di lokasi. Setelah itu, kami dipakaikan sabuk pengaman (safety belt) khusus,” jelasnya.
“Begitu tali pengaman terpasang, langkah pertama pun dimulai! Berjalan di atas jembatan gantung ini jelas bukan buat yang phobia ketinggian. Guyonan dan lelucon tetap berlaku di sini untuk mencairkan suasana,” Misbahuddin mewanti-wanti.
Ia mengaku menguji nyali dengan cara melepas safety belt saat berada di tengah-tengah jembatan tersebut.
“Sesekali, kami bahkan nekat melepas tali pengaman demi mengabadikan momen berdua. Namun, nyali sempat ciut juga saat hembusan angin kencang datang menyapa,” kata dia.
“Apalagi kalau sudah berada di tengah-tengah jembatan, goyangannya terasa bikin deg-degan tapi juga nagih! Pemandangan hutan tropis yang asri di sekeliling benar-benar memanjakan mata, membuat rasa takut cepat memudar berganti decak kagum,” puji dia.
Setibanya di ujung jembatan, ia tidak ketinggalan mengunjungi Curug Sawer yang berlokasi tidak jauh dari ujung jembatan gantung.
Di akhir cerita, ia mengenang perjalanannya bersama sang istri dengan motor legend-nya, sebagai petualangan yang sangat berharga.
“Menjelajahi keindahan alam Situ Gunung bersama istri, ditemani motor Supra X yang setia, adalah kenangan yang tak ternilai harganya. Perpaduan antara nostalgia, petualangan romantis, dan sensasi memacu adrenalin di jembatan gantung memberikan liburan yang sempurna bagi kami,” ungkap Misbahuddin.
“Sungguh sebuah mahakarya alam Jawa Barat yang wajib dikunjungi!,” pungkasnya.









