Longsor hingga Jalan Patah, Bencana Pergerakan Tanah di Sagaranten Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 25 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana Pergerakan tanah di Sagaranten. l Nur Aeni

Bencana Pergerakan tanah di Sagaranten. l Nur Aeni

SUKABUMIHEADLINE.com l SAGARANTEN – Bencana alam berupa pergerakan tanah kembali terjadi dan melanda wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir.

Diketahui, bencana tersebut bukan kali pertama terjadi mengakibatkan terjadinya longsor, retakan pada rumah, hingga jalan patah dan amblas.

Informasi diperoleh, bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Cikadu
RT 01/04, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu memang lebih parah, tapi sekarang jalan juga amblas sampai gak bisa dilewati,” kata Nur Aeni kepada sukabumiheadline.com, Selasa (25/10/2022).

Karenanya ia berharap pemerintah segera turun tangan karena saat ini kerusakan jalan telah menghambat aktivitas warga dalam menjalankan usahanya.

“Ya harapan saya segera ada solusi dari pemerintah. Soalnya kasihan juga warga yang memiliki warung atau para petani, kesulitan menjual hasil pertaniannya,” tambah wanita 27 tahun itu.

Tak hanya itu, longsor akibat pergerakan tanah juga menyebabkan sejumlah rumah mengalami retak dan saluran irigasi yang mengairi area pertanian menjadi rusak.

“Bukan cuma jalan rusak, saluran irigasi juga banyak yang mengalami kerusakan,” kata Nur Aeni.

Diberitakan sebelumnya, bencana pergerakan tanah banyak terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, seperti di Cibadak, Nyalindung, Purabaya, Palabuhanratu, Parakansalak dan wilayah lainnya.

Berita Terkait

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi
Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki
Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Punya jabatan di perusahaan, pria baju oranye ludahi jukir RSUD Palabuhanratu Sukabumi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Guru ngaji di Nyalindung Sukabumi cabuli 7 santri laki-laki

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Berita Terbaru