4 remaja hendak tawuran diamankan polisi, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi angkat bicara

- Redaksi

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

4 remaja hendak tawuran diamankan jajaran Polres Sukabumi Kota - Istimewa

4 remaja hendak tawuran diamankan jajaran Polres Sukabumi Kota - Istimewa

sukabumiheadline.com – Empat remaja tanggung yang hendak melakukan tawuran di Bulan Suci Ramadhan berhasil digagalkan Tim Macan Bintana Polres Sukabumi Kota.

Keempat remaja berinisial MFR (16), AA (17), MRR (15) dan R (20) diamankan polisi berikut barang bukti berupa senjata tajam (sajam). Mereka dibekuk di Jalan Subangjaya, Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (5/3/2025) sekira pukul 23.30 WIB.

Adapun, barang bukti yang diamankan polisi 2 buah sajam jenis golok dan cerulit yang diduga akan dipergunakan untuk tawuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB saat Tim Macan Bintana melakukan kegiatan patroli rutin ke daerah Jalan Subangjaya Sukabumi, melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul dan diduga hendak melakukan aksi tawuran,” ujar Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Astuti Setyaningsih di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (6/3/2025).

Rini menambahkan, saat akan diamankan keempat remaja tersebut berusaha melarikan diri.

“Saat dihampiri dan dilakukan pemeriksaan oleh Tim Macan Bintana, sekelompok remaja tersebut langsung bubar dan melarikan diri, akan tetapi 4 diantaranya berhasil kita amankan berikut barang bukti 2 bilah senjata tajam jenis golok dan cerulit,” kata dia.

Hingga saat ini keempat remaja berikut barang bukti senjata tajam masih diamankan dan menjalani proses penyidikan di Mapolres Sukabumi Kota.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rozab Asyari mengaku prihatin dengan tren aksi kekerasan di kalangan remaja Sukabumi saat ini.

“Ya prihatin. Seperti tidak ada efek jera dengan tindakan aparat hukum selama ini. Saya berharap para orang tua agar memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak mereka, terutama jika sudah jam 21.00 masih belum pulang ke rumah,” sesal politikus PDIP Perjuangan itu kepada sukabumiheadline.com, Kamis malam.

“Walaupun mereka warga Kabupaten Sukabumi, tetapi masuk wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Jadi seringkali melibatkan warga Kota Sukabumi, karena memang di wilayah perbatasan,” kata Rozab.

“Terlebih sekarang Bulan Suci Ramadhan, kami berharap semua menghormati bulan suci ini,” imbuhnya.

Rozab juga berjanji akan memberikan perhatian terhadap aksi kenakalan remaja di kotanya.

“Ya tentu akan kami perhatikan, karena kasus kenakalan remaja ini terus berulang. Akan saya diskusikan dengan pihak eksekutif, terutama dinas terkait,” pungkasnya.

Berita Terkait

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma
Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta
Innalillahi, pria asal Cicurug Sukabumi jadi korban tabrakan maut
Perempuan asal Sukabumi terancam penjara 12 tahun di Mataram, NTB
Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:37 WIB

Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:57 WIB

Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02 WIB

Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta

Berita Terbaru

Kawasan hutan primer (hijau) dan kawasan tutupan hutan yang hilang (pink) - GNW

Lingkungan

GNW: Sukabumi kehilangan 160 ha hutan primer basah dalam 4 tahun

Minggu, 16 Agu 2026 - 02:26 WIB

Ilustrasi Prabowo Subianto - sukabumiheadline.com

Nasional

Revisi UU, Prabowo mau izinkan kewarganegaraan ganda

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB