Prabowo kunjungi 5 negara ini, minta dukungan evakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia

- Redaksi

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto - Istimewa

Prabowo Subianto - Istimewa

sukabumiheadline.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke lima negara Timur Tengah untuk meminta dukungan mengevakuasi 1.000 warga Gaza, Palestina ke Indonesia.

Adapun, kelima negara Timur Tengah tersebut adalah Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania.

“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan,” kata Prabowo, dikutip sukabumiheadline.com dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/4/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut,” lanjutnya.

Prabowo berangkat menuju Timur Tengah menggunakan pesawat Kepresidenan PK-GRD, yang lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu dini hari (9/4/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam rombongan tersebut, turut hadir Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Rencananya, mereka akan tiba di Abu Dhabi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Baca Juga :  Dari Deddy Corbuzier hingga Idris Sardi, Daftar Penerima Pangkat Militer Tituler

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan evakuasi warga Gaza setelah mendapat persetujuan dari semua pihak terkait, termasuk negara-negara yang sedang memberikan bantuan kemanusiaan kepada Gaza.

“Ini sesuatu yang rumit, yang tidak ringan, tetapi komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina, mendukung kemerdekaan Palestina, saya kira mendorong Pemerintah Indonesia untuk berperan lebih aktif,” katanya.

Rencananya, Indonesia akan menampung sekitar 1.000 warga Gaza dalam gelombang pertama, yang akan diprioritaskan untuk mereka yang terluka, trauma, serta anak-anak yatim piatu.

“Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa kunjungannya ke lima negara tersebut dilakukan untuk berdialog langsung dengan pemimpin negara-negara tersebut, mengingat banyaknya pertanyaan yang diterima terkait kesiapan Indonesia dalam membantu warga Gaza.

Baca Juga :  Hasil Lengkap Survei Simulasi Capres-Cawapres

“Indonesia dianggap bisa diterima oleh semua pihak yang bertikai. Saya kira posisi ini membuat kita memang memiliki tanggung jawab, karena itu saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak untuk berperan, kami siap berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia,” ucapnya.

Meskipun demikian, rencana evakuasi ini akan tetap dibahas lebih lanjut dengan Pemerintah Palestina.

Menteri Luar Negeri Sugiono akan melanjutkan diskusi dengan pihak Palestina mengenai rencana tersebut.

Terkait kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Prabowo mengatakan bahwa pihaknya juga akan membahas terkait situasi geopolitik dan geoekonomi bersama Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Tak sampai di situ, Prabowo juga menyebut keberangkatannya menuju Turki sebagai kunjungan balasan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Indonesia.

“Di situ saya akan melaksanakan konsultasi dengan beliau tentang beberapa hal juga menyangkut geopolitik, geoekonomi juga kerja sama industri dan perdagangan dan pendidikan serta kebudayaan, kita punya hubungan yang cukup luas dan komprehensif,” terangnya.

Berita Terkait

Beda dengan Indonesia, anggota DPR Swedia: Kami warga biasa, tak dapat tunjangan
Bukan cuma Indonesia, ini 5 negara rayakan hari kemerdekaan bulan Agustus
Intervensi saksi pengadilan, Presiden Kolombia masih berkuasa divonis 12 tahun penjara
Momen PM Inggris gelar rapat kabinet darurat untuk akui Negara Palestina
Setelah Perancis, kini Kanada akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB
Intip kecanggihan M142 HIMARS, tentara AS berlatih perang di dekat Sukabumi
Perancis akan akui Negara Palestina tahun ini, dibenci Israel-AS, dipuji spanyol dan Arab Saudi
Tim Persib ditengok Dubes Indonesia untuk Thailand

Berita Terkait

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 23:22 WIB

Beda dengan Indonesia, anggota DPR Swedia: Kami warga biasa, tak dapat tunjangan

Minggu, 10 Agustus 2025 - 02:52 WIB

Bukan cuma Indonesia, ini 5 negara rayakan hari kemerdekaan bulan Agustus

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 22:08 WIB

Intervensi saksi pengadilan, Presiden Kolombia masih berkuasa divonis 12 tahun penjara

Kamis, 31 Juli 2025 - 02:23 WIB

Momen PM Inggris gelar rapat kabinet darurat untuk akui Negara Palestina

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:00 WIB

Setelah Perancis, kini Kanada akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB

Berita Terbaru

Rumah Menkeu Sri Mulyani dua kali dijarah massa - Ist

Daerah

Rumah Menkeu Sri Mulyani dua kali dijarah massa

Minggu, 31 Agu 2025 - 10:34 WIB

Uya Kuya dan Eko Patrio - Ist

Daerah

Giliran rumah Eko Patrio dan Uya Kuya dijarah massa

Minggu, 31 Agu 2025 - 00:09 WIB

Rumah politisi Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dikepung akibat kemarahan massa yang diduga atas ucapannya yang menjadi viral di media sosial - Ist

Daerah

Rumah Ahmad Sahroni dikepung massa, isinya dijarah

Sabtu, 30 Agu 2025 - 18:42 WIB