sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghasilkan 766,14 ton kopi kopi biji mentah atau green bean per tahun 2024. Jumlah tersebut naik lebih dari 100 persen dibandingkan 2023.
Angka tersebut dikutip sukabumiheadline.com dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, tentang Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi (ton), 2023 dan 2024.
Lahan produksi kopi di Kabupaten Sukabumi, mencapai 1.086 hektar (2020). Wilayah ini terkenal dengan kopi jenis Arabika dan Robusta yang tumbuh di kecamatan seperti Gegerbitung, Nyalindung, dan Kadudampit, hingga Kalibunder.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah beberapa fakta terkait produksi kopi di Sukabumi:
Potensi Produksi: Lahan kopi di Sukabumi memiliki potensi hasil panen 6 hingga 10 ton green bean per hektar, yang setelah diproses menghasilkan sekitar 2 ton kopi siap konsumsi.
Sentra Produksi: Kecamatan dengan produksi terbesar meliputi Gegerbitung, Nyalindung, Sukaraja, Kadudampit, dan Kabandungan.
Ekspor: Kopi asal Kabupaten Sukabumi telah menembus pasar internasional, termasuk ekspor 57,6 ton ke Mesir pada tahun 2025 dan ke Australia.
Produksi biji kopi mentah dari Sukabumi
Diketahui, pada 2023, produksi biji kopi dari Sukabumi, sebesar 365,30 ton. Dengan demikian, terjadi kenaikan pada 2024 sebanyak 400,84 ton, menjadi 766,14 ton.
Baca Juga: 10 kecamatan dengan kebun kelapa terluas di Sukabumi, peluang ekspor ke China untuk coconut milk

Baca Juga: Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya
Sementara itu, mengutip data Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi, berikut adalah daftar 10 kecamatan penghasil biji kopi terbanyak.
- Gegerbitung: 82,01 ton (2023), 175,56 ton (2024)
- Kadudampit: 60,71 ton (2023), 129,11 ton (2024)
- Lengkong: 38,34 ton (2023), 81,54 ton (2024)
- Nyalindung: 31,60 ton (2023), 67,20 (2024)
- Jampang Tengah: 29,47 ton (2023), 62,67 ton (2024)
- Kabandungan: 15,44 ton (2023), 32,84 ton (2024)
- Kalapanunggal: 14,20 ton (2023), ton 30,20 (2024)
- Parakansalak: 13,49 ton (2023), 28,69 ton (2024)
- Sukaraja: 12,07 ton (2023), 25,67 ton (2024)
- Cisolok: 12,43 ton (2023), 22,86 ton (2024)
- Cidahu: 10,30 ton (2023), 21,90 ton (2024)
- Cikakak: 6,57 ton (2023), 12,08 ton (2024)
- Cikidang: 5,33 ton (2023), 11,33 ton (2024)
- Ciemas: 5,50 ton (2023), 10,15 ton (2024)
- Simpenan: 5,33 ton (2023), 9,80 ton (2024)
- Parungkuda: 4,62 ton (2023), 9,82 ton (2024)
- Cidolog: 3,73 ton (2023), 6,83 ton (2024)
- Sagaranten: 3,55 ton (2023), 6,50 ton (2024)
- Nagrak: 3,55 ton (2023), 7,55 ton (2024)
- Cicurug: 2,84 ton (2023), 6,04 ton (2024)
- Palabuhanratu: 2,84 ton (2023), ton 5,22 (2024)
- Kalibunder: 1,42 ton (2023), 2,62 ton (2024)
Dari data di atas, Kabupaten Sukabumi menghasilkan kopi biji mentah atau green bean sebanyak 365,30 ton (2023), lalu naik jadi 766,14 ton (2024).
Baca Juga: Kabupaten Sukabumi terbesar ke-4, ini 5 kecamatan penghasil wortel
Untuk diketahui, 766,14 ton kopi pada 2024 masih termasuk kulit, belum kering mentah atau green bean.
Adapun berat green bean setelah di-roasting (disangrai) akan kembali menyusut sekitar 15% hingga 20% dari berat awal. Sebagai contoh, 1 kg (1000 gram) green bean akan menghasilkan sekitar 800-850 gram roasted bean, karena penguapan air dan pelepasan zat organik.
Baca Juga: 27 kecamatan penghasil ubi jalar di Sukabumi, kenali gizi, mineral dan manfaatnya bagi tubuh









