Ramai pedagang pindah ke e-commerce Toco, simak keunggulannya dibanding marketplace lain

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Banyak penjual barang atau seller dikabarkan pindah dari beberapa marketplace terbesar di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Para penyedia barang, termasuk dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini berbondong-bondong masuk ke toco.id, e-commerce yang baru dirilis pada Agustus 2024 lalu.

Karenanya, tidak ada salahnya jika para pegiat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) atau seller di Sukabumi, Jawa Barat, untuk mencoba memasarkan produknya melalui Toco.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer toco.id Arnold Sebastian Egg mengaku tak menyangka bahwa jumlah pengguna layanan jual beli online perusahaan melonjak sangat cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semuanya terjadi secara organik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hanya dalam tiga pekan sejak awal Juni 2025, jumlah penjual di Toco melonjak dari ratusan menjadi 45 ribu. Hingga akhir bulan lalu, jumlah itu meningkat tajam lagi menjadi lebih dari 150 ribu seller aktif. Total produk dalam etalase platform tersebut melampaui satu juta item dari berbagai kategori.

Arnold menegaskan bahwa kebijakan bebas biaya admin seumur hidup adalah bentuk komitmen pribadinya kepada para pelaku usaha. Sebagai gantinya, Toco hanya menerapkan biaya parkir flat sebesar Rp2.000 per transaksi.

“Ini seperti konsumen datang ke mal, mereka bayar parkir. Tapi di Toco, promo berasal dari seller, bukan dari e-commerce,” kata Arnold.

Selain membebaskan potongan komisi, Toco juga menawarkan dukungan customer service yang responsif dan berbasis manusia, bukan bot. Layanan anyar ini juga berbasis komunitas, mendorong interaksi langsung antar penjual dan pembeli, serta memungkinkan siapa pun—dari pemilik bisnis kecil, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga pekerja lepas—membuka usaha tanpa batasan biaya admin.

Andri Wibowo, pemilik Office One Stationery asal Jakarta, termasuk pelaku usaha yang pindah ke Toco karena bebas biaya admin. Dia mengenal Toco dari komunitas Facebook.

“Sekarang (di platform lain) biaya admin bisa sampai 14 persen, ditambah ongkir yang makin mahal karena sistem volumetrik. Ini jelas memberatkan kami,” ujarnya.

Senada, Henry, pemilik toko mainan Toyybokki asal Malang, menyebut sistem retur—prosedur pengembalian barang—serta bayar di tempat (COD) di lokapasar besar sering merugikan seller kecil.

“Sekarang marketplace sudah tidak memperhatikan kualitas ekosistem,” kata dia. “Seller hanya dijadikan objek, bukan partner.”

Berita Terkait

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Berita Terbaru