sukabumiheadline.com – Dalam hal produksi buah lengkeng atau kelengkeng, dominasi China sulit disaingi dengan produksi yang nyaris menyentuh 2 juta ton per tahun. Buah yang juga dikenal dengan nama longan tersebut, dikenal sebagai “mata naga” karena bijinya yang bulat dan hitam mengilap, kini menjadi primadona baru dalam peta produksi buah tropis.
Dikutip dari data Pune Okayama Friendship Garden 2025, Indonesia masuk jajaran lima besar negara penghasil lengkeng terbesar di dunia. Prestasi ini menandai potensi besar sektor hortikultura nasional, terutama dalam komoditas buah tropis.
Diketahui, Indonesia memproduksi sekitar 60.000 ton longan per tahun dan menduduki peringkat kelima dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita Terkait: Ini daftar 39 kecamatan penghasil buah mangga di Kabupaten Sukabumi
Untuk informasi, sentra buah lengkeng di China, meliputi wilayah Subtropis seperti Guangxi, Guangdong, Fujian, Yunnan, Sichuan, dan Hainan. Iklim hangat dan lembap, dengan suhu rata-rata 22-30°C, serta tanah yang subur menciptakan kondisi budidaya optimal.
Budidaya longan di China telah berlangsung lebih dari 2.000 tahun. Warisan pertanian ini membuat sistem produksi di China sangat efisien, baik dari segi teknologi, manajemen lahan, hingga pengendalian hama dan pascapanen.
China juga secara agresif memperluas pasar ekspor longan, terutama ke Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Uni Emirat Arab. Dengan dukungan logistik rantai dingin dan sistem distribusi yang maju, China mampu menjaga kualitas dan volume ekspor secara konsisten.
Meskipun Indonesia masuk dalam 5 besar, tapi potensi lengkeng nasional belum digarap maksimal. Saat ini, produksi lengkeng baru terpusat di pulau Jawa, Sumatra dan Bali. Dengan sebagian besar hasil panen digunakan untuk konsumsi pasar domestik.
Berita Terkait:
- Sukabumi penghasil melon, minat tanam the crown melon Rp3,1 juta buah? Begini cara tanamnya
- Tak Disangka Sukabumi Nomor Dua, Ini Lho 5 Daerah Penghasil Buah Melon Terbesar
Permintaan dalam negeri memang besar, tapi ekspor belum menjadi fokus. Indonesia masih kalah bersaing dengan Thailand dan Vietnam yang telah lebih dulu masuk pasar Eropa dan Asia Timur.
Selain itu sebagian besar petani longan masih menggunakan metode tradisional. Minimnya penggunaan teknologi pertanian modern, terbatasnya fasilitas penyimpanan berpendingin, dan lemahnya manajemen pascapanen menjadi penghambat utama.
Produksi longan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Perubahan iklim dan musim yang makin sulit diprediksi menyebabkan fluktuasi hasil panen, menambah risiko bagi petani.
Berita Terkait: Identifikasi 17 jenis komoditas potensial jadi buah unggulan dari Sukabumi
Produksi kelengkeng dari Sukabumi

Kabupaten Sukabumi merupakan daerah penghasil dan sentra produksi lengkeng yang cukup signifikan di Jawa Barat, dengan pengembangan varietas unggul seperti Itoh Super, Diamond River, dan Pingpong yang bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, didukung oleh program pemerintah untuk meningkatkan produksi dan permintaan pasar lokal terhadap lengkeng segar berkualitas.
Sentra penghasil lengkeng di Sukabumi berada di wilayah sekitar Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, seperti Kecamatan Ciemas, yang mengembangkan lengkeng varietas New Kristal yang bisa berbuah sepanjang tahun dan menjadi potensi agrowisata.
Wilayah lain juga ada, seperti Perkebunan Tugu Cimenteng, Kecamatan Lengkong, yang merupakan salah satu sentra produksi lengkeng terbesar.
Kondisi geografis dan ketinggian tempat yang cocok untuk tanaman lengkeng (optimal di 25-800 mdpl) mendukung pertumbuhan lengkeng, termasuk varietas unggul seperti New Kristal.
Potensi agrowisata di Ciletuh membuat pengembangan kebun lengkeng semakin menarik.
Berita Terkait: Mengenal 5 jenis buah paling banyak dihasilkan dari Sukabumi
Varietas yang cocok di Sukabumi
Banyak varietas lengkeng yang dikembangkan di Sukabumi, termasuk Itoh Super, Diamond River, Pingpong, dan Kateki, yang dikenal memiliki rasa manis tinggi (15 brix), kulit tipis, dan daging tebal.
Secara keseluruhan, Sukabumi memiliki potensi besar dalam produksi lengkeng, didukung oleh kondisi alam dan upaya pengembangan yang terus meningkat.
Dukungan pemerintah
Kementerian Pertanian aktif mendorong penanaman lengkeng untuk memenuhi permintaan domestik yang tinggi, mengurangi impor, dan mendorong kualitas ekspor.
Potensi pasar
Permintaan lengkeng lokal meningkat, membuat petani bergairah menanam, dan buah lengkeng segar dari Sukabumi banyak dijual di platform online.
Volume buah lengkeng dari Sukabumi
Informasi mengenai volume produksi buah lengkeng pada 2025 atau 2026, secara spesifik dari Sukabumi tidak tersedia. Data yang tersedia lebih bersifat umum atau terkait komoditas pertanian lain seperti kelapa sawit dan padi.
Namun, dikutip sukabumiheadline.com dari Open Data Provinsi Jawa Barat, pada 2021, produksi buah lengkeng dari Kabupaten Sukabumi mencapai 253 kuintal.









