sukabumiheadline.com – Kabupaten dan Kota Sukabumi, Jawa Barat, masih menjadi pasar bencana sepanjang kurun Januari 2026. Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dipicu cuaca ekstrem, wilayah Sukabumi mengalami peningkatan intensitas bencana.
Kejadian di bulan ini didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem seperti hujan disertai angin kencang, hingga mengakibatkan pohon tumbang.
Berikut adalah rincian jumlah kejadian yang tercatat sebanyak 44 bencana di Kota dan Kabupaten Sukabumi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Sukabumi

Hingga 26 Januari 2026, tercatat sebanyak 38 titik bencana yang tersebar di 16 kecamatan. Lonjakan signifikan terjadi pada pertengahan bulan, di mana dalam satu hari (15 Januari) terdapat 10 kejadian bencana, dan pada 12 Januari tercatat 15 kejadian yang mengakibatkan jalan provinsi lumpuh di Kecamatan Nyalindung.
Selain itu, meliputi kerusakan puluhan rumah warga, jembatan putus, hingga fasilitas pendidikan (sekolah ambruk). Kemudian, wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi sempat ditetapkan dalam Status ‘Awas’ karena potensi dampak cuaca ekstrem.
Kota Sukabumi
Pada awal Januari 2026, dilaporkan sudah ada setidaknya 6 bencana awal Januari dalam kurun 5 hari yang mengakibatkan kerusakan sekolah dan warga mengungsi.
Sebagai perbandingan, Kota Sukabumi menutup tahun 2025 dengan total 208 hingga 280 kejadian bencana sepanjang tahun.
Kepala Pelaksana Badan BPBD Kota Sukabumi Yosep Sabaruddin mengungkapkan, telah dilakukan penanganan terhadap 12 kejadian pohon tumbang akibat angin kencang.
“Kasus pohon tumbang terjadi di wilayah Kecamatan Lembursitu di tiga lokasi, kemudian Kecamatan Baros dua lokasi, Kecamatan Warudoyong empat lokasi, Kecamatan Citamiang satu lokasi, dan Kecamatan Gunung Puyuh dua lokasi.” papar Yosep dalam keterangannya.
Selain itu, angin kencang juga memicu ambruknya dua unit bangunan milik warga Kecamatan Cibeureum, dua unit bangunan milik warga Kecamatan Cikole, dan satu unit bangunan milik warga Kecamatan Baros.
Yosep melanjutkan rentetan kejadian bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ke lokasi bencana serta berkoordinasi dengan aparat setempat dalam penanganannya.
“Bencana ini berdampak pada 4 Kepala Keluarga dan 21 jiwa.” terangnya.
Sehari kemudian atau pada 25 Januari 2026, BPBD bersama pihak berwenang dan masyarakat juga menangani sembilan kejadian bangunan ambruk seperti di Kecamatan Cibeureum, dan Warudoyong.
Pada hari yang sama, BPBD mencatat pula terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik, yang melanda satu unit rumah warga di Jalan KH. Ahmad Sanusi Kecamatan Warudoyong.









