sukabumiheadline.com – Harga sejumlah komoditas di Kota Sukabumi mengalami penurunan pada awal 2026, seiring meningkatnya pasokan dari daerah produsen akibat masuknya musim panen. Penurunan harga tersebut terjadi di pasar tradisional dan distributor utama di wilayah Kota Sukabumi pada dua pekan sebelum memasuki Ramadhan 1447 H/2026.
Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga cabai rawit merah turun dari Rp80.000 menjadi Rp75.000 per kilogram (kg) pada 3 Februari 2026.
Sementara cabai rawit hijau gunung juga terkoreksi dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kg, yang terjadi sejak sehari menjelang pergantian tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun,enjelang Ramadhan tahun ini, harga cabai kembali menguat. Terlebih, musim hujan diprediksi akan terus berlangsung hingga Maret 2026.
Baca Juga: 1,2 juta kuintal per tahun! Ini top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi
Seperti diketahui, suplai hasil pertanian di Kota Sukabumi, berasal dari wilayah kabupaten, termasuk komoditas cabai hingga sayuran. Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Barat dengan potensi lahan mencapai 3.000 ha per tahun, tersebar di 45 dari 47 kecamatan, terutama di Kadudampit, salah satu kecamatan terdekat dengan Kota Sukabumi.
Kadudampit konsisten memasok 3–4 truk (sekitar 10 ton) cabai ke pasar Jabodetabek setiap harinya. Produksi mencakup cabai rawit dan cabai besar, dengan dinamika hasil panen yang fluktuatif akibat faktor cuaca.
Baca Juga: 20 kecamatan penghasil ubi kayu terbesar di Sukabumi, bukan sekadar teman ngopi
Hasil panen cabai dari Sukabumi memperkuat pasokan ke pasar induk besar, seperti Pasar Induk Kramat Jati, Cibitung, dan Tanah Tinggi. Wilayah ini memproduksi berbagai jenis, termasuk cabai merah besar dan cabai rawit.
Produksi seringkali dipengaruhi oleh cuaca, dengan tingginya intensitas hujan yang dapat menyebabkan penurunan pasokan dan gagal panen. Karenanya, harga cabai seringkali berfluktuasi tergantung pada volume panen raya dan kondisi cuaca.
Baca Juga: 30 kecamatan penghasil jengkol di Sukabumi, Jawa Barat surganya
Kecamatan penghasil cabai rawit di Sukabumi

Kecamatan utama penghasil cabai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meliputi Ciemas, Kabandungan, Ciracap, Waluran, dan Surade. Kecamatan Ciemas tercatat sebagai salah satu produsen cabai rawit terbesar, sementara Desa Cipeuteuy di Kecamatan Kabandungan juga dikenal sebagai pusat panen raya cabai.
20 kecamatan penghasil cabai terbesar di Sukabumi
Berikut adalah daftar 20 dari total 47 yang ada, sebagai kecamatan penghasil cabai rawit terbanyak di Kabupaten Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com dari data Survei Pertanian Holtikultura, Ahad (8/2/2026).
- Ciemas: 780 kuintal (78 ton)
- Gegerbitung: 132 kuintal (13,2 ton)
- Cidadap: 96 kuintal (9,6 ton)
- Caringin: 88 kuintal (8,8 ton)
- Sukabumi: 76 kuintal (7,6 ton)
- Purabaya: 64 kuintal (6,4 ton)
- Cikidang: 63 kuintal (6,3 ton)
- Cidolog: 60 kuintal (6 ton)
- Pabuaran: 58 kuintal (5,8 ton)
- Jampang Tengah: 57 kuintal (5,7 ton)
- Kalibunder: 44 kuintal (4,4 ton)
- Sagaranten: 43 kuintal (4,3 ton)
- Kabandungan: 41 kuintal (4,1 ton)
- Surade: 32 kuintal (3,2 ton)
- Kalapanunggal: 32 kuintal (3,2 ton)
- Bojonggenteng: 30 kuintal (3 ton)
- Nagrak: 28 kuintal (2,8 ton)
- Cicurug: 28 kuintal (2,8 ton)
- Sukaraja: 23 kuintal (2,3 ton)
- Curugkembar: 23 kuintal (2,3 ton)
Sementara itu, sisanya hanya memproduksi cabai rawit di bawah 2,3 ton per tahun, yakni:
- Ciambar: 22 kuintal (2,2 ton)
- Cisolok: 21,50 kuintal (2,15 ton)
- Nyalindung: 21 kuintal (1,9 ton)
- Cicantayan: 19 kuintal (1,9 ton)
- Warungkiara: 19 kuintal (1,9 ton)
- Kadudampit: 18,90 kuintal (1,8 ton)
- Lengkong: 17 kuintal (1,7 ton)
- Cibadak: 16 kuintal (1,6 ton)
- Cisaat: 15 kuintal (1,5 ton)
- Cireunghas: 15 kuintal (1,5 ton)
- Sukalarang: 13 kuintal (1,3 ton)
- Ciracap: 13 kuintal (1,3 ton)
- Waluran: 12 kuintal (1,2 ton)
- Cibitung: 10 kuintal (1 ton)
- Parakansalak: 10 kuintal (1 ton)
- Cimanggu: 9 kuintal (0,9 ton)
- Gunungguruh: 9 kuintal (0,9 ton)
- Jampang Kulon: 8 kuintal (0,8 ton)
- Kebonpedes: 7 kuintal (0,7 ton)
- Tegalbuleud: 6 kuintal (0,6 ton)
- Bantargadung: 6 kuintal (0,6 ton)
- Cikakak: 4 kuintal (0,4 ton)
- Simpenan: 3 kuintal (0,3 ton)
- Palabuhanratu: 2 kuintal (0,2 ton)
- Cikembar: 2 kuintal (0,2 ton)
Sementara itu, Cidahu dan Parungkuda tidak tersedia data. Dengan demikian, total Kabupaten Sukabumi menghasilkan 2.096,40 kuintal atau sekira 209,64 ton cabai rawit per tahun, per 10 Juni 2025.









