Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat dan terduga pelaku pelecehan seksual - sukabumiheadline.com

Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat dan terduga pelaku pelecehan seksual - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Dai kondang juga pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dugaan tersebut terungkap setelah para korban berani mengungkap apa yang dialaminya.

Menurut kuasa hukum orang tua korban, Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat, pihaknya mendapat informasi tersebut dari keluarga korban yang kini menjadi kliennya dalam perkara tersebut.

“Kami mendapatkan informasi dari keluarga korban, sementara ini korban baru teridentifikasi 6 orang dan yang 2 orang melakukan pelaporan didampingi orang tuanya,” kata Rangga dalam rekaman audio diterima sukabumiheadline.com, Sabtu (28/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari pengakuan korban, aksi pelecehan tersebut telah dilakukan pimpinan ponpes tersebut sejak beberapa tahun lalu. Adapun modus dilakukan dai kondang tersebut agar dapat mengakali santriwatinya itu untuk melakukan aksi tak senonoh.

“Awalnya bujuk rayu ada juga yang modusnya pengobatan, terus ada ijazah supaya dapat ilmu. Pelecehannya tidak sampai berhubugan (intim), Usia rata-rata 14-15 tahun pada saat kejadian. Terjadi pelecehan itu dari tahun 2021, sekarang bahkan korban udah berusia 18 tahun,” papar Rangga.

Baca Juga :  Ini lho daftar bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi

Rangga mengaku bahwa pihaknya pada Rabu (25/2/2026) sore, telah melakukan komunikasi dengan pihak Polres Sukabumi Kota namun untuk membuat laporan tersebut pihaknya diarahkan ke Polres Sukabumi.

“Korban hari ini rencananya mau konsultasi untuk laporan polisi, tapi kita diarahkan untuk ke Polres Sukabumi karena yuridiksinya di Pelabuhanratu,” tegas Rangga.

Korban alami trauma

Rangga memaparkan, akibat peristiwa yang dialaminya, korban mengalami trauma.

“Korban, apalagi yang satu orang yang kejadiannya tahun 2021 sampai 2025 kemarin, dia sampai nggak bisa sekolah, nggak mau sekolah, ngurung, dan sifatnya berubah. Dan sebelumnya tadi sempat kita juga ke Dinas DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) untuk melakukan konsultasi,” ungkap Rangga.

Mirisnya, ungkap Rangga, semua korban rata-rata berusia belasan tahun. “Rata-rata korban umur 14-15 tahun, pada saat kejadian. Yang hari ini ikut berusia 15. Baru masuk usia 15 sampai 19 lah,” ungkapnya.

Dilaporkan ke Polres Sukabumi 

Kekinian, Rangga mengungkap bahwa pihaknya sudah melaporkan kasus pelecehan tersebut ke Polres Sukabumi.

Baca Juga :  Termasuk di Sukabumi, Grup Sinar Mas gandeng First Gen garap proyek senilai US$80 juta

“Kami (telah) melaporkan adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang menipu anak-anak di bawah umur dan sudah terjadi dari tahun 2021 sampai 2025 kemarin,” kata Rangga.

“Ada juga yang baru kejadian sekitar tiga bulan lalu, dan kami beserta orang tua korban melaporkan ke polisi,” imbuhnya.

Dijelaskan Rangga, hingga kini sudah enam orang santriwati yang teridentifikasi menjadi korban pelecehan seksual.

“Sejauh ini yang teridentifikasi adalah enam orang, tapi yang melaporkan hari ini ada 3 orang. Nah, orang tua (korban) yang tiga orang ikut,” kata dia.

“Proses LP (Laporan Polisi) masih berlangsung, kita baru konsultasi. Harapannya kita transparan aja ya. Pelaporan itu ditingkatkan polisi dengan transparan dan profesional. Kita mohon ada tingkatan pelaporannya. Seperti apa sih yang terjadi? Apakah ada persetubuhan kah? Atau rudapaksa (pemerkosaan) kah?,” lanjut Rangga.

Lebih jauh, Rangga menjelaskan, berdasarkan pengakuan ketiga korban, tidak mengalami sampai melakukan persetubuhan.

“Ini dari keterangan para korban bahwa tidak ada persetubuhan. Tetapi, baru sempat raba-raba, terus menyentuh area sensitif. Ditelanjangi juga, menurut korban ya,” jelasnya.

Berita Terkait

Brak! Truk vs Colt Bogoran depan lapak pasir Parungkuda Sukabumi
5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah
DPRD Kabupaten Sukabumi nilai kasus Nizam melampaui batas kemanusiaan
Ayah NS Sukabumi: Ibu tiri Nizam lebih sayang anak angkat usia SMA anunya gede, koleksi video bokep
Terbuka peluang tersangka baru kasus remaja Sukabumi diduga tewas dianiaya ibu tiri
Ungkap chat aneh ayah kandung Nizam bocah Sukabumi tewas usai dianiaya, Lisnawati: Temperamental
Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia
Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:57 WIB

Kronologi bujuk rayu dai kondang di Sukabumi diduga lakukan pelecehan terhadap santriwati

Sabtu, 28 Februari 2026 - 04:57 WIB

Brak! Truk vs Colt Bogoran depan lapak pasir Parungkuda Sukabumi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:57 WIB

5 rumah di Bantargadung Sukabumi rusak berat, 25 KK terdampak pergeseran tanah

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:03 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi nilai kasus Nizam melampaui batas kemanusiaan

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:01 WIB

Ayah NS Sukabumi: Ibu tiri Nizam lebih sayang anak angkat usia SMA anunya gede, koleksi video bokep

Berita Terbaru

Ilustrasi khasiat mengonsumsi dan kandungan gizi ikan sapu sapu - sukabumiheadline..com

Kesehatan

Khasiat dan kandungan gizi ikan sapu sapu, sering dianggap hama

Minggu, 1 Mar 2026 - 01:15 WIB

Internasional

Balas AS-Israel, Iran ngamuk bombardir Kuwait, UEA, Arab Saudi

Sabtu, 28 Feb 2026 - 20:07 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131