Muhammadiyah sudah tentukan 1 Syawal 1447 H

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tradisi saling bersalaman di Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran - sukabumiheadline.com

Ilustrasi tradisi saling bersalaman di Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H, atau Idul Fitri tahun ini. Penetapan Lebaran 1447 H merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M. KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam sistem ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh dunia.

Dengan pendekatan ini, awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah tertentu, tetapi pada terpenuhinya parameter astronomis di salah satu tempat di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada beberapa kriteria yang digunakan dalam KHGT, seperti dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi PP Muhammadiyah, Jumat (13/3/2016), di antaranya:

Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan.

Kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC di suatu tempat di dunia telah terpenuhi parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.

Ketiga, apabila kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dimulai dengan syarat parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Ilustrasi tradisi makan ketupat setiap Lebaran - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tradisi makan ketupat setiap Lebaran – sukabumiheadline.com

Data astronomis menunjukkan bahwa kriteria tersebut telah terpenuhi untuk bulan Syawal 1447 H. Ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah ijtimak, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga memenuhi parameter visibilitas yang disyaratkan.

Lokasi pertama yang memenuhi parameter tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi ini, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Pada saat matahari terbenam, tinggi bulan tercatat 6,49 derajat dan elongasi bulan mencapai 8 derajat, sehingga memenuhi kriteria minimal KHGT.

Parameter yang sama juga terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di Makkah pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Pada saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″. Nilai ini melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria kalender global.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Data ini memastikan bahwa seluruh parameter dalam kriteria KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang ditetapkan.

Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah.

Untuk informasi, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah kemungkinan mentukan 1 Syawal tahun ini pada 21 Maret. Namun, keputusan resmi pemerintah ditentukan setelah melalui Sidang Isbat terlebih dahulu.

Berita Terkait

Jumlah pemeluk Protestan dan Katolik di Kabupaten Sukabumi, ini kecamatan terbanyak
5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat
Mengenal Aristide William, orang Sukabumi pertama kuliah di Iowa State University AS
Justin Hubner mualaf, sebelum pemain Timnas itu resmi nikahi Jennifer Coppen
Ini Jalan Dokter Muhammad Ali, pria Sukabumi pendiri RS dr. Moh. Hoesin Palembang
Che Engku Chesterina part 2: Pengaruh balerina asal Sukabumi dalam balet internasional
Mengingat sejarah kurban, kapan Idul Adha pertama kali dirayakan?
Che Engku Chesterina part 1: Pendidikan dan masa kecil balerina asal Sukabumi tampil di Eropa

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:19 WIB

Jumlah pemeluk Protestan dan Katolik di Kabupaten Sukabumi, ini kecamatan terbanyak

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:31 WIB

5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:34 WIB

Mengenal Aristide William, orang Sukabumi pertama kuliah di Iowa State University AS

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:54 WIB

Justin Hubner mualaf, sebelum pemain Timnas itu resmi nikahi Jennifer Coppen

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:11 WIB

Ini Jalan Dokter Muhammad Ali, pria Sukabumi pendiri RS dr. Moh. Hoesin Palembang

Berita Terbaru