Sanksi Rp100 juta hingga penjara 5 tahun jika ogah jawab pertanyaan petugas sensus

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas atau pegawai memakai seragam - Ist

Ilustrasi petugas atau pegawai memakai seragam - Ist

sukabumiheadline.com – Di Indonesia, warga yang menolak memberikan data atau tidak menjawab pertanyaan petugas sensus resmi, seperti yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan pelanggaran hukum.

Untuk diketahui, BPS meminta masyarakat terbuka menerima petugas yang akan melakukan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). BPS juga menjamin kerahasiaan data masyarakat.

Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, tindakan menolak memberikan jawaban dari petugas sensus dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan masyarakat tidak boleh menolak kedatangan petugas sensus karena itu merupakan amanat undang-undang.

“Tidak boleh (menolak) karena ini adalah amanat undang-undang,” ujar Sonny dikutip sukabumiheadline.com, Senin (22/6/2026).

Setiap warga negara atau badan usaha wajib memberikan keterangan yang akurat dan benar saat didata oleh petugas resmi.

UU juga mengatur bahwa jawaban yang Anda berikan dijamin kerahasiaannya dan tidak akan disalahgunakan untuk keperluan lain, seperti perpajakan.

Tak hanya warga yang menolak menjawab, sanksi tegas juga diberlakukan bagi petugas sensus yang membocorkan atau menyebarluaskan data pribadi yang Anda berikan.

Untuk itu, Sonny meminta masyarakat untuk tidak takut dan khawatir ketika petugas sensus mendatangi rumah-rumahnya. Petugas yang asli akan dibekali dengan surat tugas dan identitas diri. Ia juga menjamin kerahasiaan data yang didapat dari sensus ekonomi ini akan dipusatkan sehingga tidak akan bocor ke pihak lain.

 

“Bisa dilihat dari identitas rompi, kartu pengenal dan surat tugasnya. Seluruh petugas dan pengawas lapangan dibekali dengan itu. Jadi datanya ini semuanya terdigitalisasi dan tersentralisasi di kami. Jadi enggak bisa bocor ke mana pun,” tegas Sonny.

 

 

Berita Terkait

Nah lho! Ban motor gundul kena tilang Rp250 ribu atau penjara 1 bulan
Ada 3 kelompok masyarakat berhak sertifikat tanah gratis, ini daftarnya
Begini cara bikin SIM Digital jika yang fisik hilang atau ketingalan
Ternyata naturalisasi WNA jadi WNI tidak gratis, tapi harus bayar segini
Peraturan Presiden 111/2025 masukkan LBGTQ sebagai ancaman non-militer
Konstitusi tidak mengatur TNI sebagai aktor pembangunan
UU PPRT disahkan, pembantu rumah tangga kini punya payung hukum, ini poin pentingnya
Pemerintah: Pasal Penghinaan Presiden bukan untuk bungkam kritik

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

Nah lho! Ban motor gundul kena tilang Rp250 ribu atau penjara 1 bulan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:16 WIB

Ada 3 kelompok masyarakat berhak sertifikat tanah gratis, ini daftarnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:53 WIB

Begini cara bikin SIM Digital jika yang fisik hilang atau ketingalan

Senin, 20 Juli 2026 - 18:47 WIB

Ternyata naturalisasi WNA jadi WNI tidak gratis, tapi harus bayar segini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:10 WIB

Peraturan Presiden 111/2025 masukkan LBGTQ sebagai ancaman non-militer

Berita Terbaru

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Internasional

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 02:47 WIB