sukabumiheadline.com – Akun X The Middle East (TME) mengabarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah tewas karena serangan Iran. Dalam twit-nya, Ahad (15/3/2026), TME mengutip pemberitaan media Iran, Sabtu (14/3/2026), yang menulis Netanyahu tewas setelah rudal Iran menghantam rumahnya.
“BREAKING: Iranian media claims that
Benjamin Netanyahu was killed after a
hypersonic missile struck his home. The report alleges that Israel could delay
the announcement and later say he died
from an unexplained medical condition,
such as an aneurysm, to conceal what
actually happened,” tulisnya, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad pagi.
“BERITA TERKINI: Media Iran
mengklaim bahwa Benjamin Netanyahu
tewas setelah rudal hipersonik
menghantam rumahnya,” tulis TME,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Artikel juga mengungkap alasan pihak Israel dengan sengaja menunda pengumuman kematian Netanyahu, dan menuduh pihak Negeri Zionis itu menyampaikan ke publik karena alasan kesehatan.
“Laporan tersebut menuduh bahwa lsrael dapat menunda pengumuman tersebut dan kemudian mengatakan bahwa ia meninggal karena kondisi medis yang tidak dapat dijelaskan, seperti aneurisma, untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Bantahan Israel

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah kabar yang beredar di media sosial yang menyebutkan Benjamin Netanyahu telah tewas dalam serangan yang dilancarkan Iran. Melalui Anadolu Agency, pejabat tersebut menegaskan informasi yang beredar tidak benar.
“Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri dalam keadaan baik,” demikian pernyataan kantor Netanyahu, Sabtu (14/3/2026) dikutip dari Anadolu Agency.
Kabar mengenai kematian Benjamin Netanyahu sebelumnya ramai beredar di berbagai platform media sosial setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Seperti diketahui, ketegangan regional meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel. Serangan itu juga disebut menargetkan sejumlah lokasi di Yordania, Irak, serta beberapa negara kawasan Teluk.
Menurut pernyataan Iran, serangan tersebut ditujukan untuk menghantam aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Situasi keamanan di Timur Tengah pun dilaporkan semakin memanas seiring meningkatnya aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat.









