Jeritan Pedagang di Wisata Air Panas Cisolok Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 17 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang di Wisata Air Panas Cisolok I Istimewa

Pedagang di Wisata Air Panas Cisolok I Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I CISOLOK – Pembangunan dan penataan kawasan Wisata Air Panas yang berada di kampung Cipanas, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucurkan sekira Rp7,4 miliar, melalui anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 untuk mendukung sektor pariwisata di kabupaten terluas kedua se-Jawa dan Bali itu.

Program ini dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Prosesnya pun masih berlangsung sampai saat ini.

Namun, hal tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang yang mengeluhkan nasib mereka kedepannya, seperti diungkapkan Oni (49) kepada sukabumiheadline.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mendukung adanya pembangunan oleh pemerintah, namun kami para pedagang merasa was-was dan mengeluhkan nasib kami karena belum ada kepastian setelah renovasi objek wisata ini,” ungkap Oni.

Dirinya menilai, bahwa sampai saat ini merasa tidak ada perhatian sama sekali dari pihak terkait mengenai nasib para pedagang selanjutnya setelah pembangunan objek wisata ini rampung.

“Hari ini, yang jelas begitu pembangunan ini berjalan sampai 50% lebih belum ada kepastian yang jelas,” ujarnya, Rabu (17/11/21).

Hal itu membuat para pedagang merasa risau terkait nasib mereka selanjutnya, apakah masih bisa berjualan atau akan direlokasi.

“Padahal mereka kami hanya menggantungkan mata pencaharian dari berjualan alakadarnya di tempat ini,” cetus Oni.

Oni yang mengaku sudah berjualan di lokasi wisata tersebut hampir 12 tahun lamanya, bersama pedagang lainnya hanya berjualan di dalam kios-kios dan tenda seadanya.

“Kalau untuk penghasilan itu tergantung pengunjung yang datang, kalau ramai pengunjung, para pedagang membayar uang kebersihan sebesar Rp5.000 kepada petugas yang mengaku dari pihak desa setempat. Sementara kalau sedang musim liburan saya dan pedagang lainnya di pungut Rp50 ribu per pedagang sampai masa liburan selesai,” terangnya.

Ia bersama para pedagang lainnya berharap masih bisa berjualan dengan tenang dan ada kepastian nasib selanjutnya.

“Intinya kami pedang meminta perhatian dari para stakeholders untuk direlokasi ke tempat yang layak, dengan tidak memberatkan para pedagang untuk pembelian kios-kiosnya,” pungkas Oni.

Berita Terkait

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum
Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara
Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Mindshift 5: Kreasi Wargi: IPB University bekali eks TKI Sukabumi hilirisasi budidaya lele

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Perubahan UU LLAJ No 22/2009, Kemenhub: Ojol jadi transportasi umum

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Selasa, 29 September 2026 - 04:56 WIB

Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi

Senin, 28 September 2026 - 10:00 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili

Berita Terbaru