Rupiah kian terpuruk, Purbaya: Tak masuk akal, stres saya

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tidak masuk akal melihat nilai tukar Rupiah yang kian terpuruk mendekati level Rp17.800 per dolar AS. Hal itu karena menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia sedang bagus.

Purbaya menyampaikan hal itu saat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp17.800/US$ pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), dolar AS menguat 0,29 persen (52 poin) atau berada di level Rp17.795.

Sementara hari ini, Kamis (28/5/2026) pagi, kurs Dolar AS mencapai 17.949,85 Rupiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya, dikutip dari detikcom.

Lebih lanjut, melansir Kompas, Purbaya berencana menguji kembali ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akibat tren pelemahan nilai tukar, Purbaya menyatakan tidak. Sebab, pihaknya telah menghitung ketika harga minyak dunia menyentuh US$ 100 dolar. Justru Purbaya berkelakar bahwa dirinya yang stres.

“Ya, saya stress,” tuturnya berkelakar. “Enggak (ada stress test), kami sudah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan.”

“Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” Purbaya lagi.

Purbaya juga menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal itu tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” terang Purbaya.

Menurut Purbaya, selama pasar obligasi Indonesia terkendali, aliran modal asing masuk. Ke depan, lanjut Purbaya, akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga,” bebernya.

“Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” Purbaya menjelaskan.

Berita Terkait

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi
Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar
Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi
Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili
PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara
Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Mindshift 5: Kreasi Wargi: IPB University bekali eks TKI Sukabumi hilirisasi budidaya lele
Profil Purbaya Yudhi Sadewa: Koboy Sunda suka ceplas-ceplos dicopot Prabowo dari Menkeu

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:47 WIB

Tak lagi Rp6 juta per hari, insentif dapur MBG dihitung Rp2.000 per porsi

Rabu, 30 September 2026 - 12:05 WIB

Rincian denda untuk sopir, pengusaha truk dan pemilik barang ODOL, hingga Rp50 miliar

Selasa, 29 September 2026 - 04:56 WIB

Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi

Senin, 28 September 2026 - 10:00 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih tak ditempatkan sesuai domisili

Kamis, 24 September 2026 - 05:21 WIB

PDRB Sukabumi jauh tertinggal, Triwulan II 2026 Garut juara

Berita Terbaru