sukabumiheadline.com – Belasan ribu umat Muslim Syiah dikabarkan diusir dari Uni Emirat Arab (UEA). Dilansir dari Shabestan News Agency, 3 Mei 2026, mereka yang diusir merupakan warga negara Pakistan yang merupakan penganut Syiah.
UEA memaksa ribuan warga Pakistan untuk kembali ke negaranya setelah mencabut izin tinggal mereka. Tindakan ini tidak hanya sebatas deportasi, tetapi UEA juga menyita semua aset, rekening bank, dan kekayaan yang telah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun bekerja keras. Mereka dipulangkan ke Pakistan dengan tangan kosong.
Sorbehi Gupta, redaktur kawasan Asia Tenggara untuk majalah New Lines, mengatakan, “Dalam tindakan hukuman ini, UEA telah mengusir 15.000 warga Pakistan yang selama dua dekade terakhir menganggap negara Teluk itu sebagai rumah mereka.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, “Banyak dari mereka yang diusir pergi ke UEA dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak, kemudian diusir keluar dari negara itu tanpa alasan yang jelas. Banyak dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka dibawa ke pusat tahanan dan diterbangkan ke Pakistan tanpa diberikan dokumen identitas. Mereka juga mengatakan bahwa rekening bank mereka dibekukan oleh UEA.”
Sebanyak 15.000 warga Syiah Pakistan diusir dari UEA. Bukan sekadar dipulangkan, tetapi harta disita, rekening dibekukan, identitas ditahan.









