Petani dibacok di Cikidang Sukabumi, Fraksi Rakyat: Tamparan untuk pemerintah

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dua pria bertengkar dengan menggunakan senjata tajam - sukabumiheadline.com

Ilustrasi dua pria bertengkar dengan menggunakan senjata tajam - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pertengkaran yang melibatkan dua petani penggarap, Nanang alias Ilok (53) dengan EM (68) di Kampung Cikidang RT 002/008, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (16/5/2026) sekira pukul 13.00 WIB lalu.

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, insiden kedua petani penggarap itu akibat konflik berkepanjangan terkait lahan garapan di Cikidang, sehingga berujung aksi kekerasan berdarah.

Alhasil, Nanang mengalami luka serius setelah dibacok menggunakan senjata tajam. Ia mengalami luka serius di bagian kepala sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi Cibadak. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cikidang, Iptu Ade Suherman mengatakan, insiden bermula saat korban menghadang pelaku di jalan ketika EM dalam perjalanan pulang bekerja.

“Korban menghentikan pelaku dengan cara menghalangi jalan menggunakan sepeda motor,” katanya, Selasa (19/5/2026).

“Kemudian, korban menghampiri terduga pelaku hingga terjadi cekcok dan berujung dorongan yang membuat pelaku terjatuh. Diduga pelaku tersulut emosi, pelaku kemudian melakukan aksi kekerasan menggunakan senjata tajam yang dibawanya,” jelas dia.

Selanjutnya, EM langsung melakukan pembacokan satu kali ke arah kepala korban dengan menggunakan golok.

“Setelah menerima laporan, jajaran Polsek Cikidang segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Polisi mengamankan pelaku, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyita barang bukti,” jelas Kapolsek.

Baca Juga: Wacana tertibkan lahan HGU di Sukabumi, Fraksi Rakyat: Untuk siapa? 10 tahun tak serius

Tamparan untuk pemerintah

Sementara itu, dihubungi terpisah, aktivis sekaligus Juru Bicara Fraksi Rakyat, Rozak Daud, menilai peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah baik eksekutif maupun legislatif yang membidangi urusan pertanahan.

“Hal itu terjadi karena tidak adanya perencanaan yang ideal dalam melakukan penataan melalui skema inventarisasi, penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfataan tanah,” kata Rozak Daud kepada sukabumiheadline.com, Selasa (19/5/2026).

Padahal, kata dia, hal itu bertujuan untuk mencegah atau menyelesaikan sengketa/konflik pertanahan secara adminiatrasi dan tercatat oleh pemerintah.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Sukabumi awasi keabsahan legalitas HGU, opsi kembalikan ke negara

“Karena objeknya tanah garapan maka pemerintah harus melalukan inventaris, ruang lingkupnya, siapa yang menguasai atau menggarap fisik tanah tersebut. Pemegang hak legal atas nama siapa, serta digunakan untuk apa tanah tersebut? Misal untuk pertanian atau pemukiman,” jelas pria yang juga Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi itu.

Sehingga ketika muncul perselisihan seperti ini, kata Rozak lebih jauh, negara hadir untuk menegahinya dengan basis data administrasi yang jelas.

“Kalau tidak ada catatan administrasi dan terjadi konflik perebutan seperti di Cikidang, penyelesaiannya mau menggunakan dasar apa berkaitan garapannya. Akhirnya pidananya yang muncul, tanpa melihat latar belakang masalahnya,” sesal Rozak.

Untuk itu, Rozak mendesak pemerintah untuk segera merumuskan penataan dan penguasaan tanah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Coba pemerintah bisa merumuskan penataan dan penguasaan tanah garapan, sehingga tidak hanya rencana menertibkan HGU (Hak Guna Usaha) yang tidak aktif, tetapi harus juga ada penataan bagi petaninya,” pungkas dia.

Berita Terkait

Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL
Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba
Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata
Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi
Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:59 WIB

Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL

Senin, 14 September 2026 - 08:09 WIB

Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Berita Terbaru

Ilustrasi pencabulan terhadap anak - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL

Selasa, 15 Sep 2026 - 17:59 WIB