sukabumiheadline.com – Pada 2025, terungkap ada ratusan temuan baru kasus penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Temuan baru ini menambah banyak penderita salah satu penyakit paling mematikan itu.
Untuk diketahui, AIDS adalah tahap akhir dan paling parah dari infeksi virus Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Berbeda dengan HIV yang merusak kekebalan tubuh secara perlahan, AIDS terjadi ketika sistem imun sudah sangat rusak sehingga tubuh tidak lagi mampu melawan infeksi atau penyakit berat.

Adapun, Jumlah Kasus Baru AIDS atau Number of New Cases of AIDS, pada Kasus Penyakit dan Jenis Penyakit Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, 2025 (Disease Cases and Types of Diseases by District in Sukabumi Regency, 2025), dikutip sukabumiheadline.com, Senin (25/5/2026), adalah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Ciracap: 2 temuan baru AIDS
- Waluran: 1 temuan baru AIDS
- Surade: 5 temuan baru AIDS
- Cibitung: 1 temuan baru AIDS
- Jampang Kulon: 1 temuan baru AIDS
- Cimanggu: 3 temuan baru AIDS
- Kalibunder: 1 temuan baru AIDS
- Tegalbuleud: 1 temuan baru AIDS
- Palabuhanratu: 9 temuan baru AIDS
- Simpenan: 5 temuan baru AIDS
- Warungkiara: 4 temuan baru AIDS
- Cikembar: 1 temuan baru AIDS
- Sukaraja: 4 temuan baru AIDS
- Sukalarang: 3 temuan baru AIDS
- Sukabumi: 1 temuan baru AIDS
- Cisaat: 1 temuan baru AIDS
- Cibadak: 5 temuan baru AIDS
- Cicantayan: 3 temuan baru AIDS
- Caringin: 4 temuan baru AIDS
- Nagrak: 4 temuan baru AIDS
- Ciambar: 1 temuan baru AIDS
- Cicurug: 6 temuan baru AIDS
- Cidahu: 4 temuan baru AIDS
- Parungkuda: 4 temuan baru AIDS
- Bojonggenteng: 4 temuan baru AIDS
- Kalapanunggal: 3 temuan baru AIDS
- Cikidang: 5 temuan baru AIDS
- Cisolok: 6 temuan baru AIDS
- Cikakak: 3 temuan baru AIDS
- Kabandungan: 4 temuan baru AIDS
Dengan demikian, temuan baru AIDS di Kabupaten Sukabumi pada 2025 terjadi penambahan total 100 kasus baru penderita AIDS. Jumlah tersebut menunjukkan jika tidak ada temuan baru kasus serupa di 17 kecamatan lainnya.
Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, jika dibagi rata-rata, maka terdapat 2,1 temuan baru per kecamatan.
Perbedaan HIV dan AIDS

Dikutip dari Halodoc, memahami HIV dan AIDS mencakup perbedaan, penularan, serta gejalanya sebagai berikut:
1. Perbedaan HIV dan AIDS
- HIV (Human Immunodeficiency Virus): Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 atau sel darah putih.
- AIDS: Kondisi atau sindrom ketika jumlah sel CD4 turun drastis di bawah 200 sel per milimeter kubik darah atau pengidap mulai mengalami berbagai infeksi oportunistik.
- Seseorang yang terkena AIDS sudah pasti positif HIV, namun penderita HIV yang disiplin minum obat tidak akan berkembang menjadi AIDS.
2. Gejala pada Tahap AIDS
Pada tahap ini, tubuh sangat rentan terhadap penyakit yang pada kondisi normal tidak membahayakan. Gejala umum meliputi:
- Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.
- Demam tinggi terus-menerus atau berkeringat di malam hari.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
- Mudah terkena infeksi serius seperti tuberkulosis (TBC), pneumonia, atau jenis kanker tertentu.
3. Cara Penularan
HIV/AIDS tidak menular melalui kontak sosial seperti berpelukan, berciuman, berbagi makanan, atau gigitan nyamuk. Penularan virus ini terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, yaitu:
- Hubungan seksual tanpa kondom.
- Berbagi jarum suntik dengan orang yang terinfeksi.
- Transfusi darah atau donor organ yang tercemar virus.
- Dari ibu hamil yang positif ke bayinya selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui.
4. Pengobatan
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan AIDS secara total. Namun, terdapat terapi medis menggunakan obat Antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan jumlah virus di dalam darah, menghentikan kerusakan sistem imun, dan mencegah kondisi berkembang menjadi AIDS.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan informasi atau layanan tes HIV/AIDS terdekat, Anda dapat mengakses layanan direktori fasilitas kesehatan melalui portal resmi Kementerian Kesehatan RI atau merujuk ke pedoman penanganan dari WHO untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat.









