sukabumiheadline.com – Sejumlah tren baru mulai populer di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari mulai sekadar hobi hingga profesional. Namun demikian, para pelaku tetap menyajikannya tontonan menarik dan berkualitas bagi para penikmat tren.
Tren baru di Sukabumi pada 2026, antara lain menjamurnya kafe berkonsep working space, wisata edukasi dan terpadu, meningkatnya ekosistem kreator konten, digitalisasi hobi hingga kegiatan olah raga alam.
Berikut adalah 5 tren yang sedang berkembang di Sukabumi, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber, Ahad (31/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Tren Kafe Estetik sebagai Ruang Kerja (WFC)

Kafe-kafe di pusat kota Sukabumi beralih menjadi ruang kerja yang nyaman untuk Work From Cafe atau WFC dengan fasilitas Wi-Fi cepat. Tren ini menjadi buruan para pekerja lepas dan mahasiswa untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas.
2. Wisata Edukasi dan Festival UMKM Kreatif

Tren wisata tidak lagi hanya menikmati keindahan alam seperti kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan kawasan Situ Gunung, namun juga wisata edukasi keluarga berkembang dengan hadirnya destinasi seperti Desa Wisata Tikukur di Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Daftar desa wisata di Sukabumi yang menarik dikunjungi
Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar festival seperti Bazar UMKM di Pasar Degung dan Festival Ekonomi Semesta yang menggabungkan rekreasi, belanja, dan hiburan lokal.
Berita Terkait: UMKM Sukabumi, ini 18 ide usaha daur ulang sampah bakal tren di 2026
3. Berkembangnya Ekosistem Kreator Konten Lokal

Merespons tren digitalisasi global, banyak anak muda di Sukabumi yang beralih menjadi content creator. Mereka fokus pada pembuatan video hidden gem, kuliner legendaris, dan keindahan alam Sukabumi.
Fenomena ini bahkan didorong oleh Komite Ekonomi Kreatif agar para kreator bermitra dengan instansi daerah dalam mempromosikan pariwisata.
4. Sport Tourism

Wilayah Sukabumi, terutama kawasan pantai selatan dan geopark, menjadi pusatnya sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga. Mulai dari Geopark Run Series 2026-2027 yang berskala nasional hingga kegiatan bersepeda, lintas alam (trekking), dan camping yang semakin diminati wisatawan domestik.
Kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terpilih sebagai salah satu tuan rumah ajang Geopark Run Series 2026-2027, sebuah event lari dengan jarak 5K, 10K, dan 21K (half marathon) yang akan digelar dengan target lebih dari seribu peserta.
Event ini menjadi tahun kedelapan Geopark Run Series digelar. Pada 2019 lalu, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu juga terpilih menjadi tuan rumah bersama Geopark Ranah Minang di Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat.
Sementara untuk tahun ini, event akan diadakan di empat titik yaitu Geopark Ijen Banyuwangi (Jawa Timur), Geopark Ranah Minang (Sumatera Barat), Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat), dan Geopark Belitong (Bangka-Belitung). Baca selengkapnya: Ciletuh-Palabuhanratu Sukabumi tuan rumah Geopark Run Series 2026-2027, daftar di sini
5. Wisata Olah Raga Minat Khusus dan Alam

Pada 2026 hadir dan berkembang tren baru yang menggabungkan ketangkasan berselancar dengan kekuatan daya tahan renang jarak jauh, yang kini populer disebut sebagai surfing swim hybrid.
Olah raga ini lahir dari kebutuhan para peselancar untuk tetap aktif saat kondisi ombak sedang tenang, serta keinginan para perenang untuk merasakan tantangan adrenalin di laut lepas. Baca selengkapnya: Surfing swim hybrid: Tren olah raga 2026, berkembang di pantai Sukabumi









