Dirut PT KAI bocorkan rencana lain di balik proyek KRL Bogor-Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengungkap sejumlah rencana di balik proyek perluasan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek hingga ke Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Bobby, proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan besar jaringan commuter line untuk meningkatkan kapasitas angkutan penumpang yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Selain memperpanjang layanan KRL dari Cikarang menuju Cikampek, perseroan juga tengah menyiapkan elektrifikasi jalur Bogor-Sukabumi sehingga dapat dilayani KRL.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita memperpanjang dari commuter line kita itu dari Cikarang akan mencapai Cikampek,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Nah kemudian juga kita akan mengembangkan Bogor-Sukabumi, itu akan menjadi KRL juga,” imbuhnya.

Bobby mengungkapkan, rencana tersebut menjadi salah satu langkah KAI untuk memperluas jangkauan layanan transportasi massal berbasis rel di kawasan penyangga Jakarta.

Setelah proyek tersebut terealisasi, jelas dia, masyarakat Sukabumi nantinya dapat menikmati layanan KRL yang terintegrasi dengan jaringan Jabodetabek.

Selain itu, pengembangan jalur baru tersebut juga akan dibarengi penambahan rangkaian kereta agar kapasitas angkutan dapat terus meningkat. Namun, untuk mendukung hal tersebut KAI juga harus menambah fasilitas pendukung, seperti depo untuk perawatan dan penyimpanan armada.

“Waktu kita menambah train set ini tentunya membutuhkan depo, maka depo nanti akan kita bangun, atau akan kita expand itu yang di Rangkasbitung, di Cikarang, dan di Bogor,” ujarnya.

Selain pembangunan dan perluasan depo, KAI juga menyiapkan pengembangan infrastruktur lain, berupa perpanjangan peron stasiun dan pembangunan jalur stabling atau area parkir kereta. Fasilitas tersebut diperlukan untuk menampung tambahan armada yang akan beroperasi pada malam hari maupun saat tidak digunakan.

“Kemudian untuk menyimpan kereta ketika dia malam itu kita perlu melakukan perpanjangan peron, dan melakukan pembangunan stabling. Nah ini yang mau kita lakukan di KRL Jabodetabek,” ungkap dia.

Melalui serangkaian pengembangan tersebut, KAI menargetkan kapasitas layanan KRL Jabodetabek meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan. Saat ini jumlah penumpang harian KRL telah mencapai sekitar 1,3 juta orang pada periode puncak.

“Untuk kita di tahun 2030 itu kita akan bisa membawa sekitar 1,5 juta sampai dengan 1,6 juta penumpang per hari. Sekarang 1,3 juta peak-nya itu,” pungkasnya.

Berita Terkait

WIFI milik adik Prabowo jual internet Rp100.000
Pemerintah ungkap alasan utama bangun Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang
Sukabumi-Bandung Barat naik KA Siliwangi, view indah dan tarif super murah
Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut
Penjualan rumah non subsidi di Sukabumi melambat dan cenderung menurun
10 negara pengekspor beras terbesar di dunia, 4 dari ASEAN tanpa Indonesia
Menghitung jumlah tabungan warga Sukabumi di bank, lebih doyan pinjam
Q1 2026 sudah 289,7 juta unit HP terjual, ini 5 brand smartphone terlaris

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:58 WIB

Dirut PT KAI bocorkan rencana lain di balik proyek KRL Bogor-Sukabumi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:28 WIB

WIFI milik adik Prabowo jual internet Rp100.000

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:47 WIB

Pemerintah ungkap alasan utama bangun Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:30 WIB

Sukabumi-Bandung Barat naik KA Siliwangi, view indah dan tarif super murah

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:24 WIB

Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut

Berita Terbaru