Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya - Unpad

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya - Unpad

sukabumiheadline.com – Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi 1.555 mahasiswa periode Juni-Agustus 2026 bagi 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Selain itu, kegiatan juga diikuti 74 Koordinator Desa. Acara berlangsung di Pelataran Gedung I Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, kompleks Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan KKN mahasiswa Unpad yang akan diterjunkan ke empat kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“KKN merupakan ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa, wujud nyata dari implementasi berdampak kepada masyarakat,” papar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyida Hinduan.

“Pada periode ini, mahasiswa akan berfokus pada tiga tema utama, yaitu penanggulangan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan literasi informasi,” imbuhnya.

Zahrotur menjelaskan, program ini merupakan pelaksanaan KKN kedua yang diselenggarakan Unpad bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat.

Pemilihan lokasi KKN didasarkan pada komitmen bersama untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Jawa Barat sekaligus memperkuat literasi masyarakat melalui kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengapresiasi komitmen Unpad yang terus menunjukkan kepedulian dan kontribusi nyata pembangunan Jawa Barat melalui program KKN.

Ia mengatakan, pelaksanaan KKN menjadi ruang pembelajaran mahasiswa untuk memahami dinamika lapangan, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta menemukan solusi kreatif atas berbagai tantangan di masyarakat.

“Dalam satu bulan, kalian bisa mengubah keadaan masyarakat. Kalian akan menemukan diri kalian sendiri di tengah-tengah masyarakat, tanpa dibantu oleh siapa pun. Kalian mendapatkan ilmu tetapi sambil memberi. More you give, more you get,” papar Herman.

Hadir pula dalam kegiatan ini jajaran Unpad yaitu Direktur Pendidikan Non Gelar Erli Sarilita, dan Kepala Kantor Pengajaran Terintegrasi Laina Rafianti.

Selain itu, juga sejumlah mitra KKN Unpad, antara lain perwakilan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta pemerintah daerah dari Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.

Berita Terkait

10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut
BRIN riset penerapan Participatory Geospartial Mapping berbasis big data di Sukabumi
Kunang-kunang sudah jarang terlihat, tanda kualitas lingkungan menurun
Waspada kobra hingga sanca, pakar IPB University: Perubahan iklim potensi ular masuk rumah
Mengenal sejarah HPGW Sukabumi, hutan pendidikan sekaligus tempat nongkrong
Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari
Warga Sukabumi hasilkan 9,329 m3 sampah per orang
Mengenal ProKlim, penghargaan nasional diraih Desa Kutajaya Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:27 WIB

Urus sampah dan kemiskinan, 1.555 mahasiswa Unpad ke Sukabumi, Cianjur, Garut dan Tasikmalaya

Senin, 6 Juli 2026 - 17:51 WIB

10 daerah dengan mdpl tertinggi di Jawa Barat, ada Sukabumi, Cianjur dan Garut

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:11 WIB

BRIN riset penerapan Participatory Geospartial Mapping berbasis big data di Sukabumi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:29 WIB

Kunang-kunang sudah jarang terlihat, tanda kualitas lingkungan menurun

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:23 WIB

Waspada kobra hingga sanca, pakar IPB University: Perubahan iklim potensi ular masuk rumah

Berita Terbaru