Benjamin Netanyahu mau dilengserkan

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jelang pemilihan umum harus menghadapi tekanan upaya lawan yang ingin melengserkan dirinya. Salah satu tekanan datang dari mantan Kepala Angkatan Darat Israel Gadi Eisenkot yang mulai meluncurkan kampanye anti Netanyahu.

Untuk diketahui, Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober mendatang. Beberapa bulan jelang kontestasi itu, desakan agar Netanyahu mundur terus menggema. Sejumlah jajak pendapat juga melaporkan popularitas atau dukungan terhadap Netanyahu menurun, dia tak lagi ada di posisi atas.

Selang empat bulan sebelum pemilihan digelar, Eisenkot memulai kampanye yang tendensius dan berupaya menggeser posisi Netanyahu. Ia menyebutnya upaya tersebut sebagai babak baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Israel membuka babak baru. Kita akan menulisnya bersama. Demi masa depan Israel, kita harus memastikan bahwa Oktober mendatang, pemerintahan ‘7 Oktober’ mengakhiri perannya dalam sejarah,” kata Eisenkot saat kampanye, dikutip Rabu (1/7/2026), dari AFP.

Untuk informasi, 7 Oktober bagi warga Israel, merupakan insiden serangan dadakan Hamas yang gagal dicegah pemerintah. Netanyahu membalasnya dengan meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina, dan membuat Timur Tengah membara.

Karenanya, Eisenkot mengatakan Israel perlu menulis ulang sejarah dengan lebih baik. Dia juga yakin, di bawah kepemimpinannya nanti, negara ini akan menang melawan musuh-musuhnya.

Israel juga membutuhkan kepemimpinan yang jujur dan bermartabat, yang bisa menjadi wadah bagi warganya, dan menjadi tempat yang aman untuk anak-cucu di masa depan.

“Kami akan mengganti kepemimpinan yang tanpa visi dan strategi, yang membawa negara ini menuju kehilangan arah,” yakin Eisenkot.

Dalam Pemilu tahun ini, Eisenkot dan partainya Yashar menuai popularitas berkat kritik tajam dia ke Netanyahu terutama soal kebijakan terkait Jalur Gaza.

Menurut hasil jajak pendapat di Chanel 12 pekan ini diperkirakan Yashar akan meraih 22 dari 120 kursi parlemen, terbanyak kedua setelah partai Netanyahu Likud dengan 24 kursi.

Nama Eisenkot mulai dikenal publik Israel usai anaknya Gal dan dua keponakannya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza. Meski saat ini menjadi pengkritik, ia pernah menjadi anak buah Netanyahu, yakni sempat duduk di kursi kabinet perang pada Oktober 2024 hingga mengundurkan diri pada Juni 2024.

Berita Terkait

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba
Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah
Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi
Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina
Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Kamis, 10 September 2026 - 05:45 WIB

Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu

Selasa, 8 September 2026 - 23:30 WIB

Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Senin, 7 September 2026 - 05:23 WIB

Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Sabtu, 5 September 2026 - 18:14 WIB

Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah

Berita Terbaru