Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perempuan menderita penyakit kulit di bagian wajah - sukabumiheadline.com

Ilustrasi perempuan menderita penyakit kulit di bagian wajah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Penyakit ain adalah sakit yang tak kasat mata dan sulit terdeteksi oleh diagnosis medis. Penyakit ain dalam pandangan Islam berkaitan dengan kondisi supranatural yang dialami sebagian orang. Lazimnya orang berpendapat bahwa ain disebabkan oleh pandangan mata saat melihat orang, kemudian diikuti dengan rasa kagum, rasa iri ataupun rasa dengki.

Adakah cara untuk mengobati ataupun menghindari efek negatif dari penyakit ain?

Penyakit ain dalam Islam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip dari NU Online, ‘ain atau ain adalah bentuk kekuatan supranatural, yang menjadi ciri-ciri ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Dalam satu riwayat hadits disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Ain itu nyata (haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya,” (HR. Muslim).

Menurut Syekh Ibnu Hajar al-’Asqalany dalam kitab Fath al-Bari, penyakit ain adalah pandangan takjub atau kagum yang diikuti rasa iri dengki dari seseorang dengan tabiat buruk sehingga mengakibatkan bahaya untuk orang yang dilihatnya.

Sementara menurut Al-Munawi dalam kitab Faid al-Qadir, penyakit ain adalah pandangan terhadap sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai berzikir kepada Allah SWT.

Berdasarkan pemahaman kedua ulama di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ada dua jenis orang pandangan ain. Pandangan yang pertama, orang dengan pandangan ain adalah orang yang memiliki kebiasaan berprasangka buruk di dalam hati, terutama rasa iri, dengki dan ingin mencelakai orang yang dipandangnya.

Sedangkan pandangan yang kedua, orang dengan pandangan ain merupakan orang yang memandang orang lain dengan rasa kagum dan takjub namun tidak sengaja timbul rasa dengki. Sayangnya pandangan tersebut tidak diikuti dengan berzikir kepada Allah SWT.

Penyebab dan ciri-ciri terkena ain

Menurut pendakwah Aa Gym, dalam website Daarut Tauhid, penyebab penyakit ain di antaranya:

  • Rasa dengki yang timbul ketika melihat orang lain.
  • Rasa kagum ketika melihat orang lain namun tidak diikuti ucapan zikir kepada Allah SWT.
  • Perilaku suka memamerkan kelebihan atau rasa ingin dipuji oleh orang yang melihatnya.
  • Lebih spesifik lagi, perilaku suka menunjukkan kebahagiaan atau kesedihan di media sosial.
  • Kurangnya kebiasaan berzikir pagi petang sehingga tidak mendapatkan perlindungan.

Berikut ini ciri-ciri Anda sedang terkena penyakit ain, yaitu:

  • Merasakan sakit mendadak tanpa gejala dan tidak diketahui penyebab medisnya.
  • Perubahan suasana hati secara drastis, misalnya di pagi hari bahagia lalu di siang hari tiba-tiba gelisah.
  • Kondisi fisik semakin lama semakin melemah, penurunan energi secara mendadak tanpa alasan yang pasti.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari sehingga sulit melakukannya dengan normal.
  • Sering mengalami mimpi buruk atau merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas.
  • Mengalami beberapa perubahan fisik seperti ruam kulit.
  • Menderita penyakit berulang kali dan selalu tidak terdeteksi atau terdiagnosis secara medis.

Tips menjaga diri dari ain

Cukup sulit mengetahui apakah pandangan Anda kepada orang lain termasuk ain atau bukan. Apalagi salah satu ulama di atas mengatakan bahwa pandangan ain bisa dalam bentuk pandangan kagum terhadap orang tersebut.

Di sisi lain, rasanya cukup memilukan bila tatapan Anda akan menimbulkan bencana untuk orang lain. Oleh karena itu, terapkan tiga cara ini untuk menjaga diri sendiri agar tidak memberikan dampak penyakit ain kepada orang yang Anda lihat.

1. Lafalkan Doa Keberkahan setelah Melihat Orang Lain

Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya sesuatu yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ain itu benar adanya,” (HR. An-Nasa’i).

Jadi, pada saat melihat orang lain yang membuat Anda merasa kagum dan takjub segera lafalkan, “MasyaAllah la quwwata illa billah” atau “Allahumma baarik”.

2. Jauhi Perilaku Flexing di Media Sosial

Lebih selektif dalam melihat posting-an orang lain atau mengunggah konten di akun media sosial Anda. Walaupun orang lain tidak berniat membuat Anda iri hati atau takjub akan posting-an tersebut, akan tetapi secara tidak sadar peluang Anda merasa takjub atau iri hati masih tetap ada.

3. Hanya Melihat Konten yang Memicu Rasa Syukur atau Peningkatan Iman

Memilih jenis konten yang bisa Anda lihat. Ikuti banyak akun media sosial yang mengunggah konten tentang agama atau memicu rasa syukur agar semakin terlatih dan terus terbiasa melihat dan mengucapkan hal-hal baik.

Cara menghindari efek dari penyakit ain

Efek seseorang terkena penyakit ain cukup beragam, mulai dari menderita penyakit yang sulit terdeteksi secara medis, celaka hingga bisa menyebabkan kematian. Supaya terhindar dari dampak penyakit ain tersebut, berikut ini caranya.

1. Membaca Doa Perlindungan

Berikut ini salah satu doa Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT atas penyakit ain:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua Setan, Binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan. (HR al-Bukhari).

2. Mempertahankan Kebiasaan Berzikir

Ketika ingin memuji fisik orang yang baru saja Anda lihat, jangan lupa untuk memohon keberkahan Allah SWT melalui zikir. Dengan begitu, Anda tetap bisa memuji orang lain tapi diikuti memohon keberkahan Allah SWT.

3. Melakukan Ruqyah Mandiri

Di tahap tertentu bila dirasa efek penyakit ain mulai sedikit terlihat tingkat keparahannya, maka segera lakukan ruqyah mandiri. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam untuk menyembuhkan penyakit ain dengan cara melakukan ruqyah mandiri.

Allah SWT berfirman, “Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,” (QS. Al-An’am : 17).

4. Memperbanyak Sedekah dan Infak

Langkah yang tak kalah pentingnya yakni memperbanyak sedekah dan infak guna menolak bala dalam bentuk penyakit ain. Dalam suatu hadits riwayat tertulis:

Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR. At-Thabrani).

Berita Terkait

Artis asal Sukabumi diselimuti duka
5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat
Mengingat sejarah kurban, kapan Idul Adha pertama kali dirayakan?
Berkurban dengan cara utang, begini pandangan Islam
Rasulullah SAW anjurkan perempuan haid sekalipun tetap hadir shalat Id di lapangan
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Dahsyatnya bacaan di antara dua sujud, doa yang merangkum semua harapan manusia

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:41 WIB

Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:23 WIB

Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Minggu, 21 Juni 2026 - 03:31 WIB

5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:25 WIB

Mengingat sejarah kurban, kapan Idul Adha pertama kali dirayakan?

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

Berkurban dengan cara utang, begini pandangan Islam

Berita Terbaru