sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi menjadi daerah paling berisiko terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat dengan total area bahaya mencapai 364.006 hektare (102.376 ha kategori tinggi dan 261.630 ha sedang).
Terbaru, karhutla menghanguskan sekitar 20 hektare area Pegunungan Datarhuni, Kampung Pasir Bitung, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026). Kebakaran terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Area yang terbakar merupakan lahan milik warga yang mayoritas berupa ladang dengan tanaman bambu dan kayu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sekitar 2.289.001 juta hektare wilayah Jabar masuk dalam potensi bahaya karhutla. Dari total luas hutan dan lahan berisiko karhutla tersebut, sebanyak 574.567 hektare kategori bahaya tinggi, dan 1.714.434 hektare kategori bahaya sedang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun. Dalam pernyataannya, ia menyebut Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan potensi bahaya karhutla paling luas.
“Total wilayah Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam potensi bahaya karhutla mencapai 364.006 hektare. Luasan itu terdiri dari 261.630 hektare kategori bahaya sedang dan 102.376 hektare kategori bahaya tinggi,” ujar Teten, dikutip Rabu (26/8/2026).

Besarnya potensi tersebut sejalan dengan kejadian karhutla yang terus terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat sepanjang 2026. BPBD Jabar mencatat hingga 24 Agustus 2026 pukul 23.30 WIB, telah terjadi 132 kejadian karhutla yang tersebar di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan. Total lahan yang terbakar dalam rangkaian kejadian tersebut mencapai 196,40 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan frekuensi kejadian karhutla terbanyak. Hingga akhir Agustus ini, tercatat ada 132 kejadian karhutla di Jawa Barat. Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan insiden terbanyak yakni 20 kejadian yang membakar 21,68 hektare lahan di 11 kecamatan dan 21 desa.
Sejumlah kabupaten lain juga memiliki luasan wilayah dengan potensi bahaya karhutla relatif besar seperti, Kabupaten Garut tercatat memiliki potensi bahaya karhutla seluas 266.543 hektare. Dari luasan tersebut, 177.202 hektare berada dalam kategori sedang dan 89.341 hektare kategori tinggi.
Selanjutnya Kabupaten Cianjur memiliki total potensi bahaya karhutla 307.174 hektare, 282.505 hektare masuk kategori sedang dan 24.669 hektare kategori tinggi. Lalu Kabupaten Tasikmalaya, potensi bahaya seluas 219.910 hektare, terdiri dari 173.301 hektare kategori sedang dan 46.609 hektare kategori tinggi.
Adapun Kabupaten Bogor memiliki total potensi bahaya karhutla 193.561 hektare, dengan 164.980 hektare kategori sedang dan 28.581 hektare kategori tinggi.
Kota Banjar memiliki total luasan potensi bahaya karhutla 6.312 hektare, dengan 2.316 hektare kategori sedang dan 3.996 hektare kategori tinggi. Kota Cirebon memiliki potensi bahaya seluas 772 hektare dan seluruhnya masuk kategori tinggi.
Sementara Kota Bandung memiliki total potensi bahaya 990 hektare, Kota Bekasi 1.324 hektare, Kota Bogor 2.067 hektare, Kota Cimahi 742 hektare, Kota Depok 2.765 hektare, Kota Sukabumi 1.359 hektare, serta Kota Tasikmalaya 8.304 hektare.









