Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana kerj di kantor - sukabumiheadline.com

Ilustrasi suasana kerj di kantor - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.comJob hugging adalah fenomena ketika seorang pegawai memilih untuk bertahan pada pekerjaan saat ini meskipun merasa tidak puas, jenuh, atau tidak lagi berkembang. Secara sederhana, job hugging adalah kecenderungan seseorang menolak pindah perusahaan atau berganti profesi, meskipun sebenarnya peluang karier lain lebih baik.

Menurut Fast Company, job hugging kerap didorong oleh rasa takut kehilangan stabilitas, baik dari sisi finansial maupun keamanan kerja. Pekerja yang “memeluk pekerjaan” lebih memilih kondisi yang pasti daripada mengambil risiko menghadapi hal yang tidak mereka kenal.

Sementara itu menurut iHire, job hugging sering kali bukan karena kepuasan kerja, melainkan ketidaknyamanan menghadapi proses rekrutmen baru, mulai dari wawancara, adaptasi budaya organisasi, hingga risiko tidak cocok di lingkungan kerja yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Fenomena Ini Muncul?

Fenomena job hugging tidak lahir tanpa sebab. Beberapa faktor yang melatarbelakanginya antara lain terjadinya ketidakpastian ekonomi yang memicu adanya ancaman resesi, inflasi, dan isu PHK massal, membuat pekerja takut kehilangan sumber pendapatan tetap.

Selain itu, pasar kerja melemah yang mengakibatkan minimnya lowongan pekerjaan baru membuat proses mencari atau melamar kerja terasa lebih sulit dan berisiko.

Di sisi lain, adanya kecemasan karier dan teknologi, sehingga ada kekhawatiran tidak bisa beradaptasi di lingkungan baru atau tersaingi oleh perkembangan teknologi seperti AI.

Dampak negatif job hugging 

Meskipun menjanjikan kestabilan pendapatan, namun tren ini menyebabkan pekerja mengalami stagnasi karier dan kemampuan serta posisi kerja menjadi tidak meningkat atau tidak berkembang.

Job hugging juga dapat memicu penurunan motivasi. Bekerja hanya sebatas menggugurkan kewajiban tanpa antusiasme. Akibatnya, muncul kelelahan mental, memicu stres berkepanjangan akibat terjebak dalam situasi yang tidak membahagiakan, namun tetap harus dilakoni.

Berita Terkait

Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi
5 model rambut comb over untuk pria ke kampus atau ngantor
Tinggalkan smartphone, Gen Z kompak pilih dumbphone
Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol
Natural dan low maintenance, 6 model rambut panjang ber-layer 2026 untuk wanita
Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an
Tiga tren dan 10 model rambut pria Agustus: Klasik modern hingga pendek low maintenance
5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:42 WIB

5 model rambut comb over untuk pria ke kampus atau ngantor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Tinggalkan smartphone, Gen Z kompak pilih dumbphone

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol

Berita Terbaru

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diterima Presiden Prancis Emmanuel Macron - Saudi Gazette

Internasional

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina

Rabu, 26 Agu 2026 - 06:00 WIB