Kisah Nikola Tesla dan Macak: Fisikawan pencipta pencipta PLTA dan kucing kesayangan

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikola Tesla dan kucing kesayangannya, Macak - Ist

Nikola Tesla dan kucing kesayangannya, Macak - Ist

sukabumiheadline.com – Nikola Tesla adalah seorang penemu, fisikawan, dan insinyur listrik asal Serbia-Amerika. Sedangkan Macak, adalah kucing kesayangan sang pencipta teknologi remote control tersebut.

Ilmuwan yang namanya kini populer sebagai nama sebuah merek mobil listrik milik Elon Musk tersebut, lahir 10 Juli 1856 di Smiljan, Kekaisaran Austria (sekarang Kroasia) dan meninggal dunia pada 7 Januari 1943 (umur 86) di New York, Amerika Serikat.

Karya Tesla yang paling dikenal, adalah sebagai pencipta sistem tenaga arus bolak-balik (AC). Ia merancang sistem distribusi dan transmisi listrik jarak jauh yang efisien tersebut dengan menggunakan tegangan tinggi, yang kini menjadi standar kelistrikan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga dikenal sebagai pencipta Kumparan Tesla (Tesla Coil), yakni rangkaian transformator tegangan tinggi yang menghasilkan listrik arus bolak-balik berfrekuensi tinggi, menjadi dasar teknologi radio dan televisi modern.

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) – sukabumiheadline.com

Selain itu, ia merupakan pencipta Motor Induksi, motor listrik AC pertama yang menggunakan medan magnet berputar. Kemudian, menciptakan Teknologi Nirkabel dan Radio dengan cara melakukan eksperimen awal transmisi gelombang radio dan komunikasi tanpa kabel.

Karyanya yang lain, adalah teknologi Remote Control. Tesla memulainya dengan menciptakan perahu kecil tanpa awak yang dikendalikan menggunakan gelombang radio.

Kemudian, ia menciptakan Lampu Fluoresen dan Neon. Ia mengembangkan bentuk awal pencahayaan gas menggunakan listrik frekuensi tinggi.

Selain itu, ilmuwan pencinta kucing ini juga dikenal sebagai pencipta Pembangkit Listrik Tenaga Air. Tesla merancang sistem pembangkit listrik tenaga air pertama di Air Terjun Niagara.

Kisah Nikola Tesla dan Macak

Suatu sore di musim dingin yang menggigit di Kroasia, seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk di lantai, mengelus lembut bulu tebal kucing hitam kesayangannya. Kucing itu bernama Macak.

Udara yang sangat kering sore itu mendadak melahirkan keajaiban. Ketika jemari mungil si bocah menyusuri punggung Macak, sebuah fenomena aneh terjadi: punggung si kucing memancarkan semburat cahaya redup, dan telapak tangan si bocah merasakan letupan percikan api yang menggelitik.

Bocah itu adalah Nikola Tesla. Dan percikan misterius di sore yang dingin itu adalah perkenalan pertamanya dengan listrik statis—sebuah momen magis yang kelak akan mengubah wajah peradaban manusia selamanya.

Bagi dunia, Nikola Tesla yang lahir tahun 1856 di Smilijan, Austria (Kroasia) dikenal sebagai penyihir teknologi modern, penemu sistem arus bolak-balik (AC) yang hari ini menerangi rumah-rumah kita, dan otak eksentrik di balik ratusan paten visioner.

Namun, jarang ada yang tahu bahwa fondasi dari seluruh dedikasi hidupnya terhadap sains tidak lahir di laboratorium megah, melainkan dari seekor kucing jantan berbulu hitam legam.

Dalam surat yang ditulis Tesla berpuluh-puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1939 saat ia sudah menjadi pria tua di New York, ia mengenang Macak dengan penuh kerinduan.

Tesla menyebut Macak sebagai “kucing terbaik di dunia” yang selalu setia menemaninya bermain dari fajar hingga terbenam matahari.

Namun, sore hari di musim dingin itulah yang menjadi titik balik kehidupan Tesla. Ketika melihat percikan api muncul dari bulu Macak, Tesla kecil yang terkesima langsung bertanya kepada ayahnya, “Apa ini?”

Sang ayah, seorang pendeta ortodoks yang bijak, menjawab, “Itu mungkin tidak lain adalah listrik, hal yang sama yang kamu lihat pada petir saat badai.”

Jawaban itu menyentak otak kecil Tesla. Sementara ibunya berteriak khawatir dan menyuruhnya berhenti bermain karena takut memicu kebakaran, Tesla justru tenggelam dalam lamunan abstrak yang sangat dalam.

Jika bulu kucing bisa mengeluarkan listrik yang sama dengan petir di langit, apakah itu berarti alam semesta ini adalah seekor kucing raksasa yang sedang dielus oleh tangan Tuhan? demikian Tesla yang kemudian menpatenkan ilmunya tahun 1887.

Keajaiban tidak berhenti di sana. Masih di malam yang sama, saat lilin-lilin di dalam rumah dipadamkan dan ruangan menggelap, Tesla melihat Macak berjalan di kegelapan.

Potret Nikola Tesla duduk di depan mesin listrik ciptaannya, terlihat serius dengan aura misterius dan penuh teka-teki (pinterest)

Tubuh kucing itu seolah dikelilingi oleh lingkaran cahaya redup (halo) bersinar, persis seperti aura orang-orang suci dalam lukisan. Pengalaman visual yang menakjubkan itu membakar imajinasi Tesla seumur hidupnya.

Sejak hari itu, satu pertanyaan besar terus berdengung di kepala Tesla: “Apa itu listrik?”

Pertanyaan yang dipicu oleh Macak tersebut bertransformasi menjadi obsesi seumur hidup. Tesla tumbuh menjadi ilmuwan yang terobsesi menjinakkan energi tak terlihat untuk mempermudah hidup manusia.

Dedikasinya terhadap arus bolak-balik (AC), kumparan Tesla (Tesla Coil), hingga mimpi besarnya tentang transmisi energi nirkabel global, semuanya berakar dari rasa penasaran seorang bocah tiga tahun yang melihat kilatan cahaya di punggung hewan peliharaannya.

Ikatan emosional dengan Macak juga membentuk kepribadian Tesla yang unik di masa depan. Sepanjang karier ilmiahnya yang dipenuhi eksperimen radikal, Tesla dikenal sebagai salah satu ilmuwan yang sangat menentang uji coba laboratorium menggunakan hewan.

Rasa hormatnya yang mendalam pada makhluk hidup tampaknya lahir dari kenangan manisnya bersama Macak.

Dalam surat masa tuanya, Tesla menutup kisahnya dengan kalimat yang menyentuh: “Sudah delapan puluh tahun berlalu sejak malam itu, dan saya masih terus menanyakan pertanyaan yang sama: Apa itu listrik? Dan saya masih belum bisa menjawabnya.”

Macak mungkin telah lama tiada di abad yang lalu, namun setiap kali kita menyalakan lampu di malam hari atau mengisi daya ponsel kita, ada jejak langkah seekor kucing hitam yang pernah berjalan di bawah cahaya lilin, menuntun seorang jenius untuk menerangi dunia.

Berita Terkait

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi
Mengenal Sesar Bayah-Salak, pemicu gempa bumi beruntun di Sukabumi
Prakiraan cuaca Sukabumi 20-31 Agustus, hujan ringan 5 hari
Kapan mulai musim hujan di Sukabumi?
Setelah Godzilla, kini Super El Nino terkuat dalam 100 tahun ancam petani
Prakiraan suhu dan cuaca Sukabumi 24 Juli – 31 Juli 2026, potensi hujan akhir bulan
Prakiraan suhu udara dan cuaca Sukabumi 18 – 23 Juli 2026
Prakiraan suhu udara Sukabumi 11-18 Juli: Besok terendah, 15-16 hujan ringan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Kisah Nikola Tesla dan Macak: Fisikawan pencipta pencipta PLTA dan kucing kesayangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Senin, 21 September 2026 - 04:09 WIB

Mengenal Sesar Bayah-Salak, pemicu gempa bumi beruntun di Sukabumi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 20-31 Agustus, hujan ringan 5 hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Kapan mulai musim hujan di Sukabumi?

Berita Terbaru

Bendera negara Arab Saudi. l Istimewa

Internasional

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Jumat, 16 Okt 2026 - 11:00 WIB

Ayah dan tiga anak asal Sukabumi, Jawa Barat, terlantar di Medan - Ist

Peristiwa

Pria asal Sukabumi dan tiga anaknya terlantar di Medan

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:09 WIB