Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Parungkuda Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut - Kementan RI

Di Parungkuda Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut - Kementan RI

sukabumiheadline.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet meminta hilirisasi kopi dan kakao dikebut. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) di Desa/Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).

Upaya mempercepat hilirisasi perkebunan saat ini sangat penting dilakukan agar hasil riset dan inovasi dapat menghasilkan produk bernilai tambah serta berdaya saing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Pertanian memperkuat kolaborasi antara balai, perguruan tinggi, dan industri, termasuk dalam pengembangan komoditas kopi dan kakao.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tugas yang diberikan kepada saya adalah mengakselerasi pembangunan dari hasil-hasil riset dan perakitan. Kita perlu mendorong kolaborasi yang lebih erat, khususnya dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait, sehingga inovasi yang dihasilkan bisa lebih cepat diadopsi menjadi teknologi yang unggul,” ujar Alim.

Kunjungan Wamentan tersebut bertujuan melihat langsung potensi fasilitas, lahan, serta hasil inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung program strategis nasional, khususnya penguatan hilirisasi produk pertanian.

Menurutnya, hasil inovasi yang telah dikembangkan BRMP TRI perlu dihubungkan dengan kebutuhan industri agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.

Ia menilai komoditas seperti kopi dan kakao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi teknologi dan penguatan kemitraan. Karena itu, hasil riset yang sudah tersedia perlu disambungkan dengan kebutuhan teknis dan peluang pengembangan di dunia usaha.

“Potensinya luar biasa. Tinggal bagaimana kita menyambungkan hasil inovasi ini dengan kebutuhan teknis dan mitra yang tepat,” katanya.

Menurut Wamentan Alim, optimalisasi fasilitas dan lahan milik BRMP TRI juga perlu menjadi perhatian. Aset negara tersebut dapat dimanfaatkan lebih produktif melalui kemitraan, termasuk untuk kegiatan pengembangan teknologi, pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kita perlu mengajak lebih banyak mitra untuk memanfaatkan fasilitas dan lahan yang ada. Nanti kebutuhannya kita petakan, mitranya kita identifikasi, dan saya siap membantu menghubungkan agar kolaborasi ini bisa berjalan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar model kerja sama yang berhasil dikembangkan di balai tersebut dapat direplikasi di balai-balai lain di bawah Kementerian Pertanian. Dengan demikian, hasil inovasi dari berbagai komoditas dapat dikembangkan secara lebih terarah dan terintegrasi.

Menurut Wamentan Alim, Kementan memiliki sejumlah balai yang menangani komoditas strategis, mulai dari tanaman industri dan penyegar, kelapa sawit, tebu, tanaman rempah dan obat, hingga tanaman pangan dan hortikultura. Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui konsorsium dan kolaborasi lintas lembaga.

“Kalau model kolaborasi ini berhasil, saya kira bisa kita kembangkan secara paralel di balai-balai lain. Kita sudah memiliki konsorsium yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan mitra, dan ini akan kita lanjutkan,” kata dia.

Selain hilirisasi komoditas, kunjungan tersebut juga membahas potensi pengembangan teknologi bioenergi. Wamentan Alim menilai hasil pengembangan bahan baku seperti kelapa, kopi, dan singkong perlu dilanjutkan dengan peningkatan kualitas serta efisiensi teknologi.

Pengembangan sumber bahan baku lain juga dapat dikaji dengan mempertimbangkan kelayakan teknologi dan ketersediaannya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan bioenergi perlu dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan. Karena itu, pemilihan bahan baku dan teknologi harus mempertimbangkan aspek efisiensi, keberlanjutan, dan keseimbangan kebutuhan.

Melalui penguatan hilirisasi, Wamentan Alim berharap hasil riset dan inovasi perkebunan dapat dimanfaatkan lebih cepat oleh dunia usaha, mendorong lahirnya produk bernilai tambah, serta meningkatkan daya saing komoditas Indonesia.

Sinergi antara balai, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri menjadi fondasi untuk menjadikan inovasi pertanian sebagai penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi sektor perkebunan.

Berita Terkait

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:58 WIB

Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya

Berita Terbaru