Mengintip perkembangan pemeluk Katolik di Sukabumi periode 1948-2026

- Redaksi

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Katolik adalah Uskup Roma dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia serta kepala negara Kota Vatikan. Paus dianggap sebagai penerus Santo Petrus - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Paus Katolik adalah Uskup Roma dan pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia serta kepala negara Kota Vatikan. Paus dianggap sebagai penerus Santo Petrus - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Katolik, berasal dari kata Yunani katholikos yang berarti “universal” atau “umum”, paling sering merujuk pada Gereja Katolik Roma, yang merupakan denominasi Kristen terbesar di dunia dengan lebih dari 1,3 miliar jemaat. Gereja ini dipimpin oleh Uskup Roma, yang lebih dikenal sebagai Paus, sebagai otoritas tertinggi.

Katolik memiliki ajaran dan keyakinan inti utama, yakni tentang Tritunggal Mahakudus, di mana pemeluknya percaya pada satu Tuhan yang hadir dalam tiga Pribadi: Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus.

Katolik memiliki 7 sakramen sebagai sarana rahmat Tuhan, yaitu Baptisan, Krisma (Penguatan), Ekaristi (Komuni), Tobat (Rekonsiliasi), Urapan Orang Sakit, Imamat, dan Pernikahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar iman tidak hanya diambil dari Alkitab (Kitab Suci), tetapi juga dari Tradisi Suci Gereja dan Magisterium (ajaran para uskup bersama Paus).

Katolik juga menghormati Maria dan para kudus serta memohon doa syafaat mereka, namun ibadah penyembahan hanya ditujukan kepada Tuhan.

Struktur hierarki

Gereja Katolik memiliki struktur kepemimpinan yang teratur. Paus adalah sosok pemimpin tertinggi seluruh Gereja Katolik di dunia (berkedudukan di Vatikan). Kemudian di bawahnya ada Kardinal, yakni penasihat utama Paus yang juga bertugas memilih Paus baru.

Selanjutnya, Uskup yang bertugas memimpin wilayah keuskupan. Lalu di bawahnya ada Pastor/Romo, yakni pemimpin umat di tingkat paroki (jemaat lokal). Baca selengkapnya: Mengenal sejarah 3 zaman Paroki Santo Joseph dan perkembangan Katolik di Sukabumi

Ciri khas ibadah Katolik 

Ibadah utama umat Katolik disebut Misa atau Perayaan Ekaristi. Pusat dari Misa adalah menerima Komuni (roti dan anggur yang diyakini telah berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus melalui proses transubstansiasi).

Katolik juga menggunakan tahun liturgi yang memiliki masa-masa khusus, seperti Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah.

Pembentukan Dewan Paroki di Sukabumi 

Ilustrasi Gereja Protestan dan Gereja Katolik - sukabumiheadline.com
Ilustrasi Gereja Protestan dan Gereja Katolik – sukabumiheadline.com

Pada 1948, pater N. Geise, OFM., membentuk Aksi Katolik di Paroki Sukabumi yang mengemban tugas layaknya Dewan Paroki saat ini. Pada 1962, pater AG. Jacobs, OFM., memprakarsai pembentukan Dewan Paroki di Santo Joseph Sukabumi yang memiliki tiga tujuan, yakni:

  1. Menghimpun segenap potensi sumber daya umat paroki.
  2. Membantu tugas karya pastor paroki.
  3. Mengurus dan melaksanakan tugas pastoral ke dalam, berupa tugas sekitar altar dan bina umat dan tugas pastoral ke luar, berupa hubungan dengan masyarakat umum dan pemerintah.

Buah karya penuai

Meskipun Paroki St. Joseph Sukabumi dalam perkembangannya terbilang lamban, namun hingga saat ini telah menyumbangkan sejumlah putra-putri terbaiknya untuk menjadi Biarawan dan Biarawati yang berkarya sebagai penuai di ladiing Tuhan.

Mereka itu antara lain Pater Makmun Muchtar, OFM. (alm), alumni SGA Mardi Yuana Sukabumi. Lalu ada nama Romo Putranto, SJ., alumni SD Mardi Yuana 2 Sukabumi, putra keluarga Soelami, yang pernah memimpin Ordo Serikat Yesus di Indonesia.

Selanjutnya, Frater Darius Darmawan Kuntara, OFM. alumni SMA Mardi Yuana Sukabumi th 1992, putra keluarga Eddy Kuntara. Kemudian Sr. Ancilla, SFS., yang kini berkarya di Biara SFS Jalan Bondongan, Bogor.

Selain itu, Sr. Clementin, CB. putri keluarga R. Brotosoehadjo, Sr. Francis Sunarjo OSU, yang berkarya di Biara Ursulin Providentia, Jl. Anggrek Bandung, Sr. Rosalina Suratno OSU, yang kini berkarya di Flores, dan Romo Agustinus Pr, Imam Praja Surabaya.

Stasi-Stasi di bawah Paroki Santo Joseph Sukabumi

Paroki Santo Joseph Sukabumi - Ist
Paroki Santo Joseph Sukabumi – Ist

Terdapat 4 stasi di bawah pembinaan Paroki St. Joseph ini, yaitu:

  1. Stasi Pelabuhan Ratu: Dimulai sekitar tahun 1974/1975, dengan jumlah umat ± 100 jiwa dengan perayaan ekaristi setiap Minggu kedua. Letak kapel di ruas jalan utama antara Pelabuhan Ratu dengan Hotel Samudra Beach, di mana pada saat ini bangunannya sedang dalam proses di rehabilitasi.
  2. Stasi Cikembar: Dimulai pada tahun 1971 dengan jumlah umat ± 70 jiwa (13 KK) di mana perayaan ekaristi diadakan dirumah umat dan saat ini belum memiliki kapel.
  3. Stasi Cikaso – Waluran dan Ciemas: Terletak ± 80 – 120 KM di selatan Sukabumi, dengan jumlah umat ± 30 jiwa di mana pada awalnya dimulai tahun 1950 di perkebunan Cikaso, kemudian dengan perkembangan umat, maka secara bergiliran antar umat Cikaso, Waluran atau Ciemas perayaan ekaristi diselenggarakan pada Minggu keempat setiap bulan di rumah umat, karena, belum memiliki kapel.
  4. Stasi Cikotok: Sejak 1958/1959 sd. Sekitar tahun 1978. jumlah umat ini ± 16 KK. Perayaan ekaristi di selenggarakan pada Minggu kedua setiap bulan. Memiliki kapel sendiri dan pelayanan pastoral untuk saat ini ditangani oleh pastor dari Paroki Rakasbitung.

Jumlah pemeluk Katolik di Sukabumi 

Jumlah umat Katolik Paroki St. Joseph Sukabumi pada periode 1948-1998 sekira 4.000 jiwa. Meskipun saat ini jumlahnya terus berkembang, namun terbilang lamban.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, dari jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi yang mencapai 2.89 juta jiwa lebih pada 2026, dan mayoritas memeluk agama Islam, yakni mencapai hampir 97 persen. Sementara itu sekira 3 persen sisanya sisanya memeluk non-Muslim, di mana 1.873 jiwa di antaranya pemeluk Katolik.

Sementara itu, jumlah pemeluk Katolik di Kota Sukabumi berdasarkan data sektoral dan kependudukan tercatat sekira 3.187 jiwa (sekitar 0,89% dari total penduduk Kota Sukabumi).

Dengan demikian total pemeluk Katolik di Kota dan Kabupaten Sukabumi sebanyak 5.060 jiwa selama periode 1948-2026. Jumlah tersebut menunjukkan pemeluk Katolik di Sukabumi bertambah 1.060 jiwa selama periode 1998-2026, dibandingkan periode 1948-1998 di atas.

Untuk diketahui, pemeluk Katolik di Sukabumi terdiri atas berbagai Ras dan Suku, antara lain warga keturunan Tionghoa, suku Jawa, Batak, Flores, Minahasa, Maluku dan Sunda.

Umat Katolik pendatang suku bangsa Jawa maupun dari luar Jawa pada umumnya berkarya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Beberapa di antaranya berasal dari Maluku terpanggil sebagai guru Inpres di daerah pedalaman Kabupaten Sukabumi.

Sementara yang warga keturunan Tionghoa biasanya sebagai wiraswastawan atau karyawan perusahaan swasta. Tingkat pertumbuhan umat di paroki ini nampaknya lambat, antara lain di sebabkan sejumlah alasan, antara lain pembaptisan umat dari penduduk asli suku Sunda sangat sedikit.

Selain itu, kaum muda/remaja dan dewasa rata-rata melanjutkan pendidikan dan bekerja di luar Sukabumi, umat yang berasal dari keluarga TNI sering dialih tugaskan atau mutasi ke luar Sukabumi, dan umat yang berasal dari siswa Secapa Polri masa tinggalnya hanya selama masa pendidikan.

Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi yang memeluk Protestan dan Katolik terbanyak di 10 kecamatan, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (8/11/2026). Baca selengkapnya: Jumlah pemeluk Protestan dan Katolik di Kabupaten Sukabumi, ini kecamatan terbanyak

Berita Terkait

BA Musdesus Sukamulya Sukabumi: Kades dan Sekdes beda sikap aset desa dikuasai swasta
Menjaga keluarga agar tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%
Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba
Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 23:00 WIB

Mengintip perkembangan pemeluk Katolik di Sukabumi periode 1948-2026

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

BA Musdesus Sukamulya Sukabumi: Kades dan Sekdes beda sikap aset desa dikuasai swasta

Selasa, 3 November 2026 - 09:20 WIB

Menjaga keluarga agar tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Berita Terbaru