Anak jalanan yang tak sekolah, lansia dan guru dapat makan bergizi gratis

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak jalanan di Indonesia - sukabumiheadline.com

Ilustrasi anak jalanan di Indonesia - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diperluas jangkauannya tidak hanya untuk siswa aktif di sekolah, tetapi juga mencakup anak usia sekolah yang putus sekolah, dan anak jalanan (anjal), serta orang lanjut usia (lansia).

Perluasan penerima manfaat program MBG ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, yang bertujuan memastikan program pemenuhan gizi menyentuh kelompok rentan yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, Perpres terbaru ini secara signifikan mengubah cakupan sasaran MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam Perpres 115 ini diatur perluasan penerima manfaat. Yang awalnya peserta didik SMP, SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekarang diperluas lagi,” jelas dia Harsono, Senin (12/1/2026).

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com
Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas – sukabumiheadline.com

Salah satu perluasan paling krusial adalah masuknya anak-anak yang sebelumnya bersekolah namun kini tidak bersekolah, selama masih dalam usia sekolah.

“Ini termasuk seluruh anak yang dulunya sekolah tapi sekarang tidak bersekolah. Memang untuk nomenklaturnya masih dibahas, karena kalau langsung disebut anak jalanan itu kurang pas,” jelasnya.

Skema penyaluran Skema penyaluran untuk kelompok ini telah disiapkan, di mana kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing wajib menginventarisasi dan mengumpulkan anak-anak tersebut di shelter tertentu.

“Distribusi nanti dilakukan di shelter, bukan di jalan. Harapannya tidak mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, maupun aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Semetara itu, Ketua Yayasan Arlindo Harmoni Sejahtera Sri Lestari mengatakan, pihaknya tengah menginventarisir anak-anak yang tidak bersekolah untuk penerima MBG.

“Sedang kami inventarisasi mana saja anak-anak yang nantinya akan dapat MBG, termasuk yang tidak sekolah,” kata Sri Lestari.

Cakupan penerima manfaat program MBG

Ilustrasi anak jalanan dan lansia - sukabumiheadline.com
Ilustrasi anak jalanan dan lansia – sukabumiheadline.com

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, tujuan Program MBG adalah meningkatkan status gizi masyarakat dan menurunkan stunting.
Mendukung kualitas sumber daya manusia dan prestasi belajar, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dan petani.

Selain pelajar, penerima manfaat utama program makan bergizi gratis (MBG) adalah ibu hamil, ibu menyusui, balita (anak di bawah 5 tahun), serta guru dan tendik sekolah.

Program ini juga menyasar peserta pendidikan non-formal seperti PKBM, pondok pesantren, dan sekolah luar biasa (SLB) untuk memastikan gizi merata di seluruh kelompok rentan.

Kelompok penerima manfaat utama

  • Anak Usia Sekolah: Dari PAUD hingga SMA/SMK, baik yang tercatat sebagai pelajar maupun tidak sekolah.
  • Balita: Anak usia di bawah 5 tahun, periode kritis tumbuh kembang.
  • Ibu Hamil: Untuk mencegah komplikasi dan stunting pada janin.
  • Ibu Menyusui: Memastikan kualitas ASI untuk bayi.

Kelompok tambahan

  • Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik): Mendapat dukungan gizi di lingkungan sekolah.
  • Peserta Pendidikan Non-Formal: Siswa di PKBM, pondok pesantren, seminari, dan SLB.

Berita Terkait

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan
Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Berita Terbaru