Anak putus sekolah, keluarga tuna netra dan rungu huni rutilahu di Nyalindung Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak putus sekolah, keluarga tuna netra dan rungu huni rutilahu di Nyalindung Sukabumi - Siska Permatasari

Anak putus sekolah, keluarga tuna netra dan rungu huni rutilahu di Nyalindung Sukabumi - Siska Permatasari

sukabumiheadline.com – Dua kakak beradik tuna netra sekaligus tuna rungu menghuni rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Lengkob RT 003/002, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kakaknya bernama Kapen (54), seorang duda cerai hidup dan memiliki seorang anak bernama Suhendri (14). Ia seorang tuna netra sekaligus tuna rungu. Sedangkan adiknya bernama Imas (51) belum menikah, seorang tuna wicara juga tuna rungu.

Selain Kapen, Suhendri dan Imas, rumah tersebut juga tinggal bapaknya yang sudah lansia. Mereka hidup di rumah panggung yang sudah lapuk dengan fasilitas MCK tidak memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan, untuk kebutuhan hidup sehari-hari mereka lebih banyak mengandalkan pemberian saudara dan tetangga terdekat.

Menurut salah seorang kerabatnya, Siska Permatasari, normalnya untuk kebutuhan makan mereka sebanyak tiga kali harus ada 3 liter beras per hari.

“Dari bantuan keluarga, satu rumah isinya 4 orang sehari itu 3 liter beras keluarga sudah membantu setiap harinya tapi keluarga sekarang juga banyak kebutuhan,” kata Siska kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (27/9/2025).

“Saya merantau di Tangerang (Banten) dan ini kebetulan sedang pulang kampung. Sangat miris melihat mereka, saya juga sudah upaya membantu tapi namanya kita punya kebutuhan juga,” imbuhnya.

Anak putus sekolah, keluarga tuna netra dan rungu huni rutilahu di Nyalindung Sukabumi
Anak putus sekolah, keluarga tuna netra dan rungu huni rutilahu di Nyalindung Sukabumi – Siska Permatasari

Sehingga, untuk kondisi saat ini Siska mengaku berat untuk membantu seperti sebelumnya. Demikian juga dengan warga Kampung Lengkob yang mayoritas sebagai petani.

“Serba kekurangan semua. Sama para petani juga. Kasihan mereka tidak ada yang bekerja, karena keterbatasan melihat, tidak bisa mendengar dan bicara,” jelas Siska.

Meskipun demikian, Suhendri lahir normal. Namun, ia terpaksa harus putus sekolah karena ketiadaan biaya.

“Iya kang, alhamdulillah anaknya mah normal tapi sangat kesusahan. Kemarin mau lanjut sekolah aja gak ada biaya,” ungkap Siska.

“Malem juga ditawarin sekolah lagi, cuma dia malu kayaknya, karena udah telat masuknya,” pungkasnya.

Terkait bantuan dari pemerintah, Siska menambahkan, pihak Pemerintah Desa Kertaangsana dan kecamatan pernah mengirimkan paket bantuan sembako dan sabun.

Berita Terkait

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah
Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi

Berita Terbaru

Presiden RI Prabowo Subianto menangis terharu - BAZNAS

Politik

SMRC: Survei elektabilitas Prabowo makin anjlok di bawah 10%

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:00 WIB