Benarkah bid’ah? UAH: Muhammadiyah tak persoalkan qunut shalat

- Redaksi

Minggu, 21 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Adi Hidayat (UAH) - Istimewa

Ustadz Adi Hidayat (UAH) - Istimewa

sukabumiheadline.com – Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu kajiannya membahas soal qunut. Ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan qunut.

Namun, dikutip dari YouTube Ceramah Pendek, Ahad (21/7/2024), ulama Sunda itu menjelaskan, ada sahabat yang mempraktikkan qunut dan ada yang tidak.

Karenanya, UAH merasa heran dengan orang-orang yang bukan ahli fiqih tapi ramai mempersoalkan qunut dalam sholat. Bahkan, mereka secara terang-terangan menyebut qunut adalah bid’ah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian sahabat tidak qunut. Anas tidak qunut tapi Ibnu Umar qunut. Dua-duanya sahabat. Turun ke bawahnya. Ada yang mempraktikkan, ada tidak. Imam Abu Hanifah tidak qunut,” kata UAH.

Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat. l Istimewa

Pria yang menjabat Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 itu menambahkan, demikian pula dengan ulama-ulama lainnya.

“Imam Malik qunut, qunutnya sir sebelum rukuk. Imam Syafi’i qunut, qunutnya jahar bakda rukuk. Imam Ahmad bin Hambal tengah-tengah, qunutnya nazilah saja,” jelasnya.

Kata UAH, para sahabat dan ulama terdahulu yang beda pandangan soal qunut satu sama lain tidak pernah mengatakan qunut termasuk perbuatan bid’ah. Tidak ada larangan salat di belakang orang yang menggunakan qunut atau tanpa qunut.

Melihat kondisi tersebut, UAH merasa heran dengan orang-orang yang bukan ahli fiqih, namun mempersoalkan qunut dalam shalat hingga menyebutnya bid’ah.

Berita Terkait

KRL Jakarta-Sukabumi gunakan gerbong buatan INKA, anggaran Rp50 triliun
Cek spesifikasi Daihatsu All New Ayla Tipe X CVT 1.0 2026, dijual segini
2 Mei Hardiknas: Fakta miris RLS Kabupaten Sukabumi hanya 8,50 tahun
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur
Harga Yamaha Zuma 125: Skutik tangguh serba bisa dan irit BBM
Xiaomi 17 Max meluncur tahun ini, cek review spesifikasi dan harga
Perubahan perilaku perempuan 2026: Wellness, mental health, unplugging, ekspresi diri, kritis

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:00 WIB

KRL Jakarta-Sukabumi gunakan gerbong buatan INKA, anggaran Rp50 triliun

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:56 WIB

Cek spesifikasi Daihatsu All New Ayla Tipe X CVT 1.0 2026, dijual segini

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:15 WIB

2 Mei Hardiknas: Fakta miris RLS Kabupaten Sukabumi hanya 8,50 tahun

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:00 WIB

Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

Berita Terbaru

Proses evakuasi pendaki asal Sukabumi di Lombok Timur - Polres Lombok Timur

Peristiwa

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB