Bercerai di Tiongkok, Suami Bayar Ganti Rugi Jasa Istri Mengurus Rumah

- Redaksi

Selasa, 3 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Istri Marah | sumut.indozone.id

Ilustrasi Istri Marah | sumut.indozone.id

SUKABUMIHEADLINES.com – Bercerai memang hal yang tidak diinginkan terjadi pada sebuah rumah tangga. Namun terkadang perceraian justru diklaim sebagai cara menyelamatkan sebuah rumah tangga dari keterpurukan yang lebih parah.

Biasa yang jadi imbas dari perceraian adalah harta gono-gini atau hak urus anak. Bicara soal harta, pastinya uang menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan.

Menariknya, belum lama ini Pengadilan perceraian di Beijing, Tiongkok, memerintahkan para lelaki untuk memberikan kompensasi kepada sang mantan istri yang telah mengurus keluarga selama lima tahun pernikahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini menjadi kasus pertama di Tiongkok yang mewajibkan penggugat cerai untuk membayar ganti rugi atas pekerjaan rumah tangga yang dilakukan oleh pasangan.

“Pekerjaan rumah tangga dapat menciptakan kekayaan tak berwujud. Waktu yang mereka gunakan untuk mengurus rumah bisa saja untuk mengasah keterampilan pribadi atau mengenyam pendidikan lebih tinggi, misalnya. Ini jelas bukan kekayaan berwujud.” hakim Feng Miao memberitahu di China National Radio dikutip dari vice.com.

Hakim menjatuhkan putusan berdasakan undang-undang perdata terbaru yang memberikan hak kepada tergugat untuk menuntut ganti rugi karena telah merawat anak orang tua pasangan selama menikah.

Bapak Chen menikahi Ibu Wang pada 2015, dan dikaruniai satu anak dari pernikahan mereka. Chen sudah tiga kali menggugat cerai istrinya setelah berpisah pada 2018. Gugatan pertama dibatalkan, sedangkan yang kedua ditolak pengadilan entah karena alasan apa.

Wang awalnya menolak bercerai ketika sidang di Pengadilan Distrik Fangshan, tapi kemudain menuntut suami ganti rugi 160.000 yuan (Rp349 juta) dengan alasan semua urusan rumah tangga dilimpahkan kepadanya.

Sementara Wang membantu biaya renovasi apartemen ibu mertua, Chen justru tinggal bersama perempuan lain saat masih menyandang status suami.
Hakim mengabulkan perceraian mereka dan memerintahkan agar mereka membagi aset bersama merata.

Berdasarkan pernyataan resmi pengadilan pada 4 Februari, Wang mendapat hak sasuh anak, tunjangan bulanan sebesar 2.000 yuan (Rp4,37 juta) untuk mengurus anak, dan kompensasi 50.000 yuan (Rp109 juta).
Beijing News melansir, Wang telah mengajukan banding atas putusan pengadilan.

Tiongkok tidak ada bedanya dengan negara-negara lain. Pekerjaan rumah tangga sepenuhnya dibebankan kepada perempuan.

Kasus perceraian Chen dan Wang mengundang perdebatan di dunia maya. Sejumlah netizen menilai kompensasinya terlalu kecil untuk pekerjaan seberat mengurus keluarga dan rumah.

“Suami wajib bayar ganti rugi jasa istri, kalau sebaliknya suami yang mengurus rumah tangga gimana?” kata seorang neizen dikutip dari ussfeed.com.

“Pekerjaan ibu rumah tangga diremehkan,” bunyi komentar yang paling disukai di platform Weibo.

Menurutnya, gaji asisten rumah tangga dalam setahun jauh lebih tinggi daripada yang diterima ibu rumah tangga dikutip dari lembagagarudamudaindonesia.or.id.

Berita Terkait

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat
Israel perang terus, sidang kasus korupsi Netanyahu Rp8,5 triliun selalu ditunda
Daftar 10 syarat dari Iran disetujui Donald Trump demi Selat Hormuz dibuka

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Rabu, 22 April 2026 - 14:47 WIB

Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa

Sabtu, 18 April 2026 - 14:19 WIB

Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan

Berita Terbaru