Berusia Ratusan Tahun, Warga Cipetir Sukabumi Penasaran dengan Keberadaan Makam Tua

- Redaksi

Minggu, 7 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makam berusia ratusan tahun di Cipetir, Sukabumi. l Iwa Kartiwa

Makam berusia ratusan tahun di Cipetir, Sukabumi. l Iwa Kartiwa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKEMBAR – Keberadaan makam lazimnya dianggap biasa saja bagi warga kampung karena semua warga kampung adalah makhluk hidup yang tengah menunggu giliran untuk dipanggil yang Maha Kuasa.

Karenanya, keberadaan makam di dekat perkampungan penduduk tentu saja teramat biasa untuk dipertanyakan. Sebagian warga menganggapnya sebagai peristirahatan sesepuh atau pendiri kampung.

Namun, lain hal dengan warga Kampung Cipetir RT 001/001, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dituturkan warga setempat, Iwa Kartiwa (38), tidak ada seorang pun sesepuh yang mengetahui identitas sejumlah makam tua di kampungnya.

“Ada sedikitnya tiga atau empat makam tua berusia ratusan tahun, tapi kami warga kampung penasaran, makam siapa gerangan?” Tutur Iwa kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (6/8/2022).

Ia menambahkan, keberadaan makam tua tersebut baru diketahui sejak enam bulan lalu, setelah warga setempat berinisiatif untuk membersihkan rerumputan di lokasi pemakaman.

Dari keterangan tertulis di batu nisan, lanjut Iwa, hanya tertulis tahun Islam saja, yakni antara 1300 hingga 1337 Hijriyah.

“Baru diketahui warga sejak enam bulan lalu setelah dibersihkan. Kalau lihat batu nisannya sih sudah ratusan tahun ya. Ada yang 1300 dan 1337 Hijriyah,” jelasnya.

“Kalau melihat bentuk fisik batu nisan, sepertinya bukan makam warga biasa saat itu,” tambah Iwa.

Hal senada diungkap Ketua RW setempat, Upan (32). Menurutnya, kalau dari tulisan yang digunakan dan bentuk batu nisan, dapat diidentifikasi jika makam tersebut merupakan makam pemeluk Islam.

“Kalau lihat bentuk baru nisannya, kami yakin itu malam Muslim karena juga menggunakan tahun Hijriyah,” kata Upan.

Namun, tambahnya, ada satu makam yang ditulis menggunakan tahun Masehi. “Memang ada satu makam ditulis tahunnya saja dalam Masehi, yaitu tahun 1918,” tambahnya.

IMG 20220807 025656
Makam berusia ratusan tahun di Cipetir, Sukabumi. l Iwa Kartiwa

Asal Usul Pendiri Kampung

Menurut cerita turun temurun sesepuh kampung disebutkan bahwa asal usul pendiri Cipetir, adalah seorang tokoh dari Sumedang yang melarikan diri ke wilayah tersebut.

“Kalau dari cerita turun temurun sesepuh, katanya pendiri Kampung Cipetir berasal dari Sumedang yang melarikan diri dari kejaran pasukan Belanda,” kata Iwa.

“Soal siapa dan tahun berapa, tidak ada warga kampung yang tahu,” tambahnya.

Karenanya, lanjut Iwa, warga setempat berharap ada pihak yang bisa membantu untuk menggali asal usul dan identitas makam tersebut.

Menurutnya, warga sangat menghormati keberadaannya, terlebih jika cerita sesepuh kampung benar bahwa makam tersebut dihuni seorang tokoh pejuang.

“Jika ternyata makam tersebut adalah tokoh pejuang kemerdekaan, tentunya warga di sini akan merawatnya,” kata dia.

“Kalau gak ada yang mengenali, kan bisa saja ke depannya makam tersebut dibongkar,” pungkasnya.

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi bentuk Pansus perubahan Perumda TJM
Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab
90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal
Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas
Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:30 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi hancur kaca jendela ikut hancur, warga minta bupati tanggung jawab

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:18 WIB

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 22:36 WIB

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Berita Terbaru

Gajah logo Partai Republik vs Kuda logo Partai Demokrat - Ist

Internasional

Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol

Kamis, 6 Agu 2026 - 07:20 WIB

Semen Kujang sponsori Persib Bandung - Ist

Bisnis

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agu 2026 - 18:36 WIB

Honda PCX 160 2026 lebih irit BBM, 1 liter untuk 45 KM, cek harganya - Honda

Bisnis

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Rabu, 5 Agu 2026 - 02:47 WIB