BPBD: 5 Ribu Ha Sawah Terdampak, Puluhan Rumah Rusak di Parungkuda Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 10 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana di wilayah Parungkuda. l Istimewa

Bencana di wilayah Parungkuda. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I PARUNGKUDA – Kejadian bencana alam akibat hujan deras disertai angin puting beliung, tidak hanya terjadi di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Informasi diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) C kejadian bencana alam angin puting beliung, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Parungkuda.

Nanang Sudrajat, Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, mengungkapkan sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) dengan 230 jiwa terdampak bencana angin puting beliung, banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian bencana alam tersebut terjadi Rabu 9 Maret 2022 kemarin sekitar pukul 15.30 WIB, menurutnya tidak ada korban jiwa maupun korban luka, hanya saja puluhan rumah warga terdampak.

Adapun wilayah yang terdampak banjir terjadi di Desa Pondokkasolandeuh sebanyak 17 unit rumah, Desa Palasari Hilir 20 unit rumah, lima kolam terdampak, Desa Bojong Kokosan delapan rumah serta 5.000 meter sawah terdampak banjir.

“Sebagian rumah warga terdampak yakni sempat terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi kemarin sore,” ujarnya kepada sukabumiheadlines.com. Kamis 10 Maret 2022.

banjir
Bencana di wilayah Parungkuda. l Istimewa

Sementara, lanjut Nanang wilayah yang terdampak bencana longsor terjadi di Desa Pondokkasolandeuh satu unit rumah warga terdampak, Desa Bojongkokosan, serta Langensari tiga unit rumah terdampak.

Dan wilayah yang terdampak angin puting beliung yakni Desa Sundawenang terjadi Kampung Citundun sebanyak 10 rumah terdampak.

“Dari 59 KK yang terdampak, sebanyak tiga KK mengungsi ketempat yang lebih aman dengan jumlah 10 jiwa akibat dampak bencana alam itu,” jelasnya.

Masih kata Nanang, saat ini petugas P2BK Parungkuda terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan Forkopimcam serta relawan guna melakukan pendataan serta memberikan himbauan ke masyarakat untuk tetap waspada.

“Saat ini juga warga melakukan pembersihan dan sebagian warga yang mengungsi ke rumah sanak keluarganya,” tandasnya.

Berita Terkait

Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan
Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay
Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup
Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor
Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:06 WIB

Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan

Senin, 2 November 2026 - 03:00 WIB

Jalan Kabupaten Sukabumi masih hancur, warga: Baligo Asep Japar ‘dicatat malaikat’, lebay

Minggu, 1 November 2026 - 16:43 WIB

Pemburu satwa dilindungi di Jampang Kulon Sukabumi cabuti bulu Elang Brontok hidup

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB