Cerita Sahril Sidik, Wasit Liga Indonesia asal Parakansalak Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sahril Sidik, wasit Liga Indonesia asal Parakansalak, Sukabumi - Istimewa

Sahril Sidik, wasit Liga Indonesia asal Parakansalak, Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Di tengah hingar bingar gelaran Liga Indonesia baik Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, ternyata ada seorang wasit yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Para pemain dari dua klub asal Kota dan Kabupaten Sukabumi, Perssi dan Persikabumi, mungkin sudah tidak asing dengan sosok wasit yang satu ini. Pasalnya, wasit yang satu ini mamang baru memimpin pertandingan Liga 3 sesuai lisensi wasit yang dimilikinya.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Perssi (Kota Sukabumi) dan Persikabumi (Kabupaten Sukabumi) saat ini berlaga di Liga 3, Zona Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Liga 3 adalah level kompetisi yang bisa dipimpin oleh Sahril Sidik, seorang wasit dengan Lisensi C3 asal Kampung Balandongan RT 004/001, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi.

Rekomendasi Redaksi:

Terus belajar

Tak berpuas diri dengan Lisensi C3, pria yang juga dikenal sebagai penjual telur gulung itu kembali mengikuti pelatihan wasit untuk mengejar Lisensi C2 dan Lisensi C1. Baca selengkapnya: Warga Sukabumi minat? Ini tahapan dan syarat jadi wasit sepak bola di Indonesia

Kini dengan Lisensi C1 yang dikantonginya, ia sudah memimpin Liga 3 Zona Jawa Barat, di mana Persis dan Persikabumi ikut berkompetisi di dalamnya.

Suka suka menjadi wasit

Saat ini, Sahril Sidik merupakan anggota Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Sukabumi. Ia mengaku, pada awalnya menekuni pekerjaan sebagai wasit karena iseng.

“Awalnya iseng, tapi lama-lama nyaman jadi wasit pertandingan antar kampung (tarkam) atau pertandingan persahabatan. Kemudian pada tahun 2017, saya ikut Pendidikan Wasit di Bogor,” kata dia.

Hingga saat ini, ia sudah sekira 11 tahun menjalani pekerjaan sebagai wasit. Dari mulai turnamen sepakbola antar kampung (tarkam) hingga menjadi wasit tim sepak bola artis.

“Udah. Udah sering memimpin pertandingan. Dari mulai tarkam, Piala Bupati Sukabumi, dan Piala Menpora U-15. Saya juga pernah memimpin pertandingan Selebriti FC juga di Jakarta,” papar Sahril Sidik.

Di usianya yang masih relatif berusia muda, namun ia mengaku sudah tak asing dengan pahit manisnya dunia perwasitan di dunia olah raga sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Jadwal tanding Persib Bandung di BRI Liga 1 2024/2025 Agustus dan September

Dari mulai tudingan tidak adil dan berpihak hingga intimidasi dan godaan yang agar berpihak kepada salah satu tim, sudah bukan barang baru bagi pria berusia 23 tahun itu.

Tak cukup sampai di situ, ia juga mengaku pernah menjadi sasaran amuk suporter usai laga, akibat pendukung tidak bisa menerima kekalahan tim kesayangannya.

“Sering diancam. Bahkan, sampai dicekik atau dipukul juga pernah,” ungkap Sahril.

Baca Juga:

Diakuinya, risiko memimpin pertandingan sepak bola sangat tidak sebanding dengan honor yang diterima, yakni sekira Rp130 ribu per hari, bisa satu atau dua pertandingan atau sedikitnya 2 x 90 menit.

Di sisi lain, tekanan penonton dan godaan sogok sudah tak asing di sepak bola Tanah Air, di manapun. Namun, ia mengaku bersyukur karena selalu diberikan keberanian untuk menolak sogokan.

“Banyak yang meminta untuk berpihak, tapi saya menolak dengan sopan supaya tidak tersinggung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1
Saddil Ramdani hengkang, ini 7 pemain Persib yang dipinjamkan dan klub barunya
Persib lolos fase grup ACL 2, ditunggu klub Korea Selatan, Australia dan Vietnam
Saksikan sekarang! Play-off ACL 2 antara Persib Bandung vs Manila Digger, di TV Mana?
Sabrina Oratmangoen, WAG’s pemain Persib Bandung disebut mirip Kimberly Ryder
Sandy Walsh pasang target four-in-a-row bagi Persib Bandung
Porprov XV Jabar: Depok – Bogor – Bekasi tuan rumah, khusus selancar di Sukabumi
Kisah Tjetjep Euwyong Herijana, putra Sunda juara MotoGP tahun 1970

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:32 WIB

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1

Jumat, 4 September 2026 - 18:49 WIB

Saddil Ramdani hengkang, ini 7 pemain Persib yang dipinjamkan dan klub barunya

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Persib lolos fase grup ACL 2, ditunggu klub Korea Selatan, Australia dan Vietnam

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Saksikan sekarang! Play-off ACL 2 antara Persib Bandung vs Manila Digger, di TV Mana?

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Sabrina Oratmangoen, WAG’s pemain Persib Bandung disebut mirip Kimberly Ryder

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB

Striker Persib Bandung, Balsa Sekulic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:32 WIB

Ilustrasi air minum dalam kemasan (AMDK) - sukabumiheadline.com

Bisnis

Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:17 WIB