sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi secara umum memiliki potensi hortikultura yang tinggi, di mana tanaman petai banyak tumbuh di pekarangan warga maupun di perkebunan rakyat di wilayah perbukitan. Meskipun Ciamis dikenal sebagai yang terbesar di Jawa Barat, Sukabumi merupakan pemasok petai yang signifikan di Jawa Barat.
Kabupaten Sukabumi menempati posisi ke-8 dalam produksi petai di Tatar Pasundan, yakni mencapai 36.023 kuintal atau 3.602,3 ton petai dalam satu tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (28/2/2026), jumlah tersebut selalu naik signifikan dibanding 2022 yang hanya 23.990 kuintal dan 29.089 kuintal (2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk diketahui, budidaya petani cocok di daerah tropis lembab dengan curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah halus dengan pH 5.5-6.5.
Petai di wilayah Sukabumi dan sekitarnya sering dipanen saat memasuki musim hujan, atau kisaran Desember – Januari, di mana buah petai mulai menua dan siap dipanen. Namun secara umum, petai biasanya dipanen dua kali setahun, sekira April-Mei dan November-Desember.
Untuk informasi, posisi pertama penghasil petai di Jawa Barat ditempati Kabupaten Ciamis dengan 411.389 kuintal.
Kecamatan penghasil petai di Sukabumi
Beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai penghasil petai, baik dari perkebunan rakyat maupun hasil hutan. Berdasarkan data dan sebaran geografis, wilayah penghasil petai di Sukabumi umumnya berada di kawasan dengan lahan tegalan dan perbukitan.
Berikut adalah beberapa wilayah yang dikenal menghasilkan petai di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com dari data BPS 2024.
- Jampang Tengah: Wilayah ini, khususnya di area Hutan Diklat, menjadi salah satu lokasi yang memiliki potensi hasil hutan/perkebunan berupa petai.
- Kabandungan: Terdapat area yang dikaitkan dengan hasil perkebunan, di mana petai menjadi salah satu komoditasnya.
- Ciemas dan Cidadap: Juga tercatat memiliki potensi hasil tani/buah-buahan yang mencakup tanaman tahunan.
Selain itu, Kecamatan Cikembar, Kalapanunggal, Cibadak, Sukaraja, dan Cikidang secara geografis mendukung tanaman tahunan, termasuk petai.









