sukabumiheadline.com l Hingga saat ini sudah ada sekira 10 negara dan komunitas negara yang memberi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina setelah wilayah Gaza, dibombardir Israel sejak 7 Oktober 2023.
Serangan militer Zionis ini merupakan respons atas serangan Hamas terhadap Israel yang melancarkan serangan dengan nama sandi Operasi Badai Al-Aqsa.
Tercatat lebih dari 1.400 orang tewas dan ratusan lainnya diculik. Sebagai respons, rezim Zionis Israel melancarkan Operasi Pedang Besi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara Zionis itupun melakukan pengepungan total sambil membombardir Gaza nyaris tanpa henti. Akibatnya, tercatat lebih dari 4.000 orang tewas.
Situasi di Gaza yang memburuk akibat serangan udara dan blokade total hingga berhentinya aliran listrik, air, makanan, dan bahan makanan dari luar, membuat sejumlah negara tergerak membantu Palestina.
Adapun, bantuan tersebut dikirim melalui UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), dan lainnya melalui UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA).
Dilaporkan, baru sebagian kecil bantuan yang masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah —perbatasan Gaza dan Mesir—pada pekan lalu dengan kontrol ketat militer Israel.
Berikut adalah daftar 10 Negara yang memberi bantuan ke Palestina
- Uni Eropa Nilai bantuan Rp1,2 triliun. Uni Eropa beranggotakan: Austria, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Kroasia, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, dan Swedia
- Uni Emirat Arab Nilai bantuan Rp314,2 miliar
- Irlandia Nilai bantuan Rp215,2 miliar
- Inggris Nilai bantuan Rp191,4 miliar
- Jepang Nilai bantuan Rp157,1 miliar
- Yordania Nilai bantuan Rp67,5 miliar
- Kuwait Nilai bantuan Rp31,4 miliar
- Arab Saudi Nilai bantuan Rp31,4 miliar
- Skotlandia Nilai bantuan Rp9,6 miliar
- Islandia Nilai bantuan Rp7,9 miliar
“Pengepungan total terhadap Gaza terus berlanjut. Jalur perlintasan Rafah tetap ditutup, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, termasuk makanan, air dan obat-obatan yang menunggu di wilayah Mesir,” kata OCHA dalam siaran pers, Rabu pekan lalu sebelumnya akhirnya perbatasan Rafah dibuka akhir pekan lalu.