sukabumiheadline.com – Shalat adalah ibadah pokok dalam Islam, rukun kedua setelah syahadat, yang secara bahasa berarti doa, namun secara istilah syariat adalah perkataan dan perbuatan tertentu yang diawali takbir dan diakhiri salam, berfungsi sebagai tiang agama, koneksi langsung dengan Allah, dan pencegah perbuatan keji serta mungkar, wajib dilaksanakan lima kali sehari oleh setiap Muslim.
Pengertian shalat
Secara bahasa, shalat adalah doa. Secara istilah atau terminologi syariat, shalat adalah serangkaian ucapan dan gerakan khusus yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam atau taslim, dengan syarat-syarat tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun syarat sahnya shalat, adalah beragama Islam, baligh, berakal sehat, suci dari hadas dan najis (badan, pakaian, tempat), menutup aurat, menghadap kiblat, dan sudah masuk waktunya untuk shalat.
Kedudukan dan jenis shalat

Dalam agama Islam, shalat merupakan tiang agama, yang artinya jika menegakkan shalat berarti menegakkan agama Islam. Sedangkan, jika meninggalkannya berarti meruntuhkan agama.
Shalat, dalam Islam, adalah sarana hamba berhubungan langsung dengan Allah, bahkan disebut “Mi’raj” (naik ke langit) bagi orang mukmin karena perintahnya langsung dari Allah.
Islam juga mengajarkan, shalat yang khusyuk akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.
Shalat dibagi menjadi dua jenis, yakni pertama, shalat fardhu atau shalat wajib lima kali sehari. Hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh atau mukallaf. Adapun shalat wajib adalah Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Kedua, shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan tetapi tidak diwajibkan, seperti shalat dhuha.
Ditegaskan dalam AlQuran sebagai kewajiban bagi orang beriman. Shalat juga menjadi amalan pertama manusia yang akan dihisab pada hari kiamat.
Bacaan shalat
Bacaan salat meliputi niat, takbiratul khram (Allahu Akbar), doa iftitah, membaca surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan membaca salah satu atau beberapa ayat surah pendek atau panjang AlQuran.
Selanjutnya, rukuk dan membaca Subhana Rabbiyal Azhim. Kemudian, I’tidal atau bangkit dari rukuk, dan membaca Sami Allahu liman hamidah. Rabbana wa laka al-hamdu, yang artinya “Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu lah segala pujian”.
Dilanjutkan dengan sujud dan membaca Subhana Rabbiyal A’la, yang artinya “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi”, bisa diulang tiga kali. Lalu, duduk di antara dua sujud yang akan diuraikan di bagian bawah artikel ini. Lalu, dilanjutkan sujud kedua dengan bacaan yang sama.
Shalat juga terdiri dari Tasyahud awal dan atau akhir, dengan membaca Attahiyyat yang dilanjutkan membaca shalawat, dan diakhiri dengan Salam.
Bacaan doa antara dua sujud, arti dan maknanya

Doa di antara dua sujud adalah permohonan kepada Allah SWT agar mengampuni, mengasihi, mencukupi, memberi petunjuk, memberi rezeki, mengangkat derajat, dan memberi kesehatan.
Adapun lafadz utama seperti “Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini“, yang artinya “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, dan tunjukilah aku.”
Ada juga versi lebih ringkas seperti “Allahummaghfirli warhamni wahdini waafini warzuqni” atau “Rabbighfirli, rabbighfirli“.
Lafadz doa dan artinya
Berikut adalah beberapa versi doa yang diajarkan sesuai sunnah:
1. Versi lengkap: Diriwayatkan Ibnu Abbas RA, berbunyi:
Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي
Latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii.
Arti: “Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku dari segala kekurangan, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki dan petunjuk, dan berilah keselamatan kepadaku.”.
2. Versi Ringkas: Diriwayatkan At-Tirmidzi, berbunyi:
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Latin: Allahummaghfirli, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii.
Arti: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”.
3. Versi singkat lainnya: Ada doa antara dua sujud yang singkat yang diajarkan dalam hadits Hudzaifah, di mana Nabi Muhammad SAW membaca ketika duduk antara dua sujud. Diriwayatkan Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan, berbunyi:
Arab: رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي
Latin: Rabbighfirli, Rabbighfirli.
Arti: “Wahai Rabbku, ampunilah aku. Wahai Rabbku, ampunilah aku.”
Berbagai macam bacaan ketika duduk antara dua sujud
- Robbighfir Lii Warhamnii Wajburnii Warfa’nii Warzuqnii Wahdinii. (HR. Ahmad, 1:371)
- Allohummaghfir Lii Warhamnii Wajburnii Wahdinii Warzuqnii. (HR. Tirmidzi, no. 284)
- Robbighfir Lii Warhamnii Wajburnii Warzuqnii Warfa’nii. (HR. Ibnu Majah, no. 898)
- Allohummaghfir Lii Warhamnii Wa’aafinii Wahdinii Warzuqnii. (HR. Abu Daud, no. 850)
- Allohummaghfir Lii Warhamnii Wahdinii Wa’aafinii Warzuqnii. (HR. Al-Hakim, 1:383)
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman Rumaysho, semua lafadz di atas dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Lihat Ad-Dalil ‘ala Manhaj As-Salikin, hlm. 79.
Makna dan kandungan doa
Doa-doa ini mencakup permohonan yang sangat komprehensif dari manusia kepada Allah SWT, meliputi:
- Igh-firlii: Ampunilah aku, maksudnya adalah agar Allah menutupi dosa, dilindungi dari dosa, dan dimaafkan dari dosa dengan karunia dan rahmat dari Allah.
- Warhamnii: Kasihanilah diriku, maksudnya adalah meminta rahmat kepada Allah yang menunjukkan sempurnanya yang diminta setelah meminta maghfirah yang menunjukkan dijauhkan dari hal yang dikhawatirkan.
- Wahdinii: Berilah petunjuk kepadaku, maksudnya adalah meminta hidayah berupa hidayah petunjuk serta hidayah taufik dan ilham agar memperoleh ilmu yang bermanfaat dan beramal saleh.
- Wa ‘Aafinii: Limpahkanlah ‘aafiyah kepadaku, maksudnya adalah meminta agar Allah mengangkat penyakit dan musibah. Jika memang terdapat sakit di badan, maka hendaklah menghadirkan hati ketika membaca doa ini. Namun, penyakit yang paling parah adalah penyakit hati berupa syubhat (pemikiran sesat) dan syahwat (hawa nafsu menyimpang).
- Warzuqnii: Berilah rezeki kepadaku, maksudnya adalah meminta kepada Allah segala yang dapat menegakkan agama dan badan. Yang menegakkan agama berupa ilmu, iman, dan amal saleh. Yang menegakkan badan berupa makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Hendaklah hamba menghadirkan hati ketika membaca doa ini.
- Wajburnii: Perbaikilah aku, maksudnya adalah meminta kepada Allah agar diperbaiki keadaan seorang hamba dan agar terhindar dari berbagai keburukan,.
- Warfa’nii: Tinggikanlah kedudukanku, maksudnya adalah meminta kepada Allah agar mendapatkan kedudukan tinggi dan penyebutan yang baik di dunia, serta mendapatkan kedudukan tinggi di akhirat yaitu di surga.
Wallahu alam bis shawab.









