Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Cipamatutan, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

Jembatan Cipamatutan, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jembatan Cipamatutan rawan ambruk. Kayu alas jalan jembatan yang berada di perbatasan tiga desa dan dua kecamatan tersebut, tampak lapuk pada bagian ujung kanan dan kirinya.

Untuk informasi, Jembatan Cipamatutan menghubungkan Kampung Pamatutan Peuntas, Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, dan Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, dengan Kampaung Pamatutan, Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kini, jembatan yang dibangun pertama kali sejak zaman Belanda tersebut, kondisinya mengkhawatirkan, selain pada bagian jalannya sudah retak dan bolong, pondasipun belah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ngeri memang, kita kan gak tahu kapan musibah datang. Saya bukan warga sini, ke sini hanya untuk mancing dan lumayan sering,” kata Ajis Bagir (25), warga Bojongpari, Kecamatan Cidahu, kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (19/9/2026).

“Jembatan ini merupakan akses utama dari Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal menuju Parungkuda, tapi puluhan tahun gak pernah dibangun ulang, hanya perbaikan-perbaikan kecil,” imbuh dia.

Jembatan Cipamatutan, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Jembatan Cipamatutan, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Menurut Ajis, setiap hari jembatan tersebut dilintasi ribuan orang, terutama buruh pabrik dan pelajar. Ia mengaku heran perbaikan jembatan tersebut tidak menjadi prioritas perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

“Setiap hari ribuan orang yang kerja dan sekolah melintasi jembatan ini. Saya kalau lagi mancing dan duduk di bawah jembatan ini, ngeri juga denger getarannya. Coba lihat itu, dari dulu alas jalan masih pakai kayu, harusnya dicor beton. Wajar kalau aspal cepat rusak, karena getaran. Kayunya juga sudah mulai lapuk dan hancur,” sesal Ajis.

“Jembatannya udah bobrok. Jalannya banyak bolong dan retak di semua bagian, kalau ada lewat kendaraan roda empat saja sudah goyang, akibat pondasi bawah jembatan sudah tidak memadai,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor
Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita
UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi
Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang
Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi
Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Ngeri! Rumah warga Sukabumi ambruk dipicu longsor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Gudang miras oplosan dan ilegal di Sukabumi digrebek polisi, ratusan botol disita

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:00 WIB

UI beri bantuan untuk pemulihan sosial dan lingkungan di Sukabumi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Trik pemuda Gunungguruh Sukabumi edarkan belasan ribu butir obat terlarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Pimpinan DPRD: Terus berkarya untuk Indonesia dan Kabupaten Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi dukun di Indonesia - sukabumiheadline.com

Kultur

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:00 WIB

Le Minerale sponsori Persib Bandung - Ist

Nasional

Muncul seruan boikot Le Minerale dipicu video aksi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:00 WIB