Di Sukabumi Muncul Petisi: Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!!

- Redaksi

Sabtu, 25 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petisi tilang truk AQUA. l Istimewa

Petisi tilang truk AQUA. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l SUKABUMI – Muhammad Rivaldi (20), seorang karyawan swasta warga Kampung Cibatu, Kecamatan Cisaat, langsung tewas di tempat dalam sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas antara sepada motor dengan mobil angkutan barang tronton bermuatan air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA, Ahad (19/12/2021) pukul 19.30 WIB.

Dari keterangan Kanit Lakalantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat, truk AMDK melintas dari arah Cicurug arah Kota Sukabumi, dikemudikan Asep Suherman (57). Selengkapnya klik: Tewas di Tempat, Pemotor Terlindas Tronton AMDK di Cisaat Sukabumi

Selang tiga hari, Rabu, 22 Desember 2021, beredar di media sosial Facebook dan perpesanan WhatsApp sebuah link petisi di Change.org seperti pada tautan: Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!!. Petisi dinisiasi oleh Siti Fathia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak ada penjelasan dalam narasi petisi, apakah terkait tewasnya Muhammad Rivaldi atau bukan. Namun, petisi tersebut, hingga berita ini ditulis sudah ditandatangani oleh 713 orang, dari 1.000 penandatangan yang dibutuhkan.

Bunyi Petisi Pak Polisi, Ayo Berani Tilang Truk Aqua!!!

Kalian yang saban hari melintas di jalur itu pasti lah tahu kalau hampir semua truk WingBox Aqua menggelinding di jalan dengan muatan yang berlebih. Di hari apapun, galon isi ulang terlihat menumpuk hingga atap truk Aqua. Mobil yang teorinya hanya dibolehkan mengangkut maksimal 500 galon air isi ulang dalam sekali jalan, oleh perusahaan asing itu dijejali hingga 1.100 galon atau bahkan hingga 1.200 galon!,“ demikian bunyi petisi tersebut dikutip sukabumiheadline.com, pada Sabtu, 25 Desember 2021.

Danone-Aqua untung dong? So pasti. Menurut investigasi lembaga riset Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), pelanggaran dalam kategori Over Dimension Overload itu, kerap disebut ODOL, memungkinkan perusahaan mengeruk keuntungan tambahan sebesar Rp 190 per liter dari setiap pendistribusian air kemasan. Angka itu, kalau dikalikan dengan market share sebesar 46,7% — dari total 29 milyar liter penjualan industri pada 2020, menjadikan Aqua menikmati keuntungan tambahan Rp 2.57 trilun dari pelanggaran aturan jalan raya di siang bolong itu!“ tulis Siti Fathia dalam lanjutannya.

Nah, sekarang, siapa yang buntung? Jawaban gampangnya: semua pihak selain Aqua. Yang ringan-ringan dari derita yang seperti-abadi mereka adalah kemacetan. Yup, truk Aqua dengan muatan berlebih itu biang banyak kemacetan bahkan di jalan tol. Semua kita tahu truk raksasa Aqua, sekalipun masih baru-baru, jalannya seperti siput, sukar mengerem tiba-tiba, sukar mengejar ketertinggalan kendaraan lain,“ pada paragraf berikutnya.

Petisi juga menyebut jika truk AMDK AQUA menjadi penyumbang peristiwa kecelakaan lalu lintas terbesar. “Yang lebih parah justru kecemasan orang karena truk Aqua lebih dari sering mengalami pecah ban, patah as, rem blong, terguling dan banyak jenis kecelakaan lainnya. Bukan tanpa alasan, tentunya. Data Kementerian Perhubungan menyebut kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih, termasuk truk Aqua, adalah salah satu penyumbang kecelakaan terbesar pada 2018!

Tak hanya itu, petisi juga menyebut jika truk AMDK AQUA menjadi penyebab rusaknya jalan, sehingga pemerintah menjadi pihak yang dirugikan berikutnya, setelah warga, karena harus mengeluarkan puluhan triliun Rupiah untuk memperbaikinya.

Pemerintah ada di urutan terakhir, sekaligus yang sepertinya paling royal dengan semua pelanggaran truk Aqua itu. Menurut data, setiap tahunnya pemerintah harus merogoh kocek ekstra paling tidak Rp 40 triliun untuk merapikan jalan dan jembatan yang dirusak oleh truk muatan berlebih, termasuk punya Aqua. Uang yang semestinya dipakai untuk hal-hal yang lebih krusial, seperti mendanai pendidikan, habis untuk menutup ongkos pelanggaran aturan perusahaan multinasional seperti Aqua.“

Nah mumpung hari-hari ini polisi ingin berbenah, yuk kita desak mereka untuk tidak segan-segan menilang truk Aqua. Aturannya sudah jelas dan rigid. Polisi hanya perlu berani bersikap dan tak perlu lagi menunggu penerapan kebijakan Zero ODOL yang terus tertunda pelaksanaannya akibat lobi-lobi industri,“ demikian bunyi bagian akhir narasi petisi.

Komentar Penandatangan Petisi

Akun Fernando Erikson menulis: “TILANG TANPA PANDANG BULU.“ Kemudian, akun Rahmat Hidayat menulis,·“Warga Sukabumi hingga Bogor pasti sudah kesel tingkat dewa dgn truk-truk Aqua yang menguasai jalan ini.“

Tidak cuma area Bogor, di Subang jawa barat, truck milik danone juga berperan merusak jalan dari jalan cagak sampai kota subang … Jalur utama subang bandung di area tersebut sudah seperti jalan hauling tambang,“ tulis akun Arief N.

Tindak dong Pak…. Pelanggaran seperti ini merusak jalan, membahayakan pengguna jalan & menunjukkan ketidakmampuan Negara menegakkan aturan,“ tulis Agung Nugroho.

Sementara, akun Ronaldo Kurniawan menulis dalam komentarnya, “Truk pasir, truk batu, truk tronton, truk yg parkir di bahu jalan, truk yg ambil lajur cepat, truk yg ugal-ugalan, banyak sekali ulah truk menjadi penyebab dan potensi kecelakaan dan kemacetan.“

Semoga bapak polisi yang terhormat bisa melaksanakan tugas ya dengan adil dan tebang pilih,“ tulis Afrida Ardiana.

Berita Terkait

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras
BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang
Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu
Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak
Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:32 WIB

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:40 WIB

BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang

Senin, 16 Maret 2026 - 23:43 WIB

Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu

Senin, 16 Maret 2026 - 01:07 WIB

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:21 WIB

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

Berita Terbaru