Dikepung Al-Qassam IDF Mundur, Semua Dubes Israel Diwajibkan Cegah Pengadilan Internasional

- Redaksi

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l Israel dilaporkan hampir sepenuhnya menyelesaikan penarikan pasukan dari posisi mereka di Gaza, khususnya di wilayah Kegubernuran Utara di Jalur Gaza utara.

Demikian laporan Al Mayadeen yang menyebut tentara pendudukan Israel hanya tinggal tersisa di dua wilayah, yakni al-Tawam dan Menara al-Makousi, yang membentang dari utara Jalur Gaza hingga Kota Gaza.

“Daerah tersebut merupakan jalur pasokan dan penarikan penting bagi pasukan pendudukan Israel,” kata sumber tersebut kepada Al Mayadeen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber tersebut juga mengungkapkan, pasukan IDF tidak mundur dari Jalan 10, yang memotong antara Kota Gaza dan Jalur Gaza tengah.

Adapun kelompok milisi pembebasan Palestina di Gaza dilaporkan secara teratur terus melakukan perlawanan terhadap pasukan pendudukan Israel di wilayah utara dan Gaza.

“Tekanan-tekanan ini menghalangi pasukan pendudukan Israel untuk membangun posisi aman, mendorong mereka untuk mundur menuju “Netzarim”,” tulis laporan yang sama.

Sumber tersebut menunjukkan wilayah al-Bureij, al-Nuseirat, al-Maghazi, al-Mughraqa, dan Juhr al-Dik di Jalur Gaza tengah menjadi lokasi pertempuran berhias penembakan artileri Israel yang intens.

Sementara, wilayah Khan Younis menjadi arena konfrontasi paling sengit, terutama di wilayah tengahnya, di mana gerak laju Israel masih sangat lambat.

“Di sebelah timur Khan Younis, dekat tembok pemisah dengan wilayah pendudukan, di kota Khuzaa, Aabsan, dan Bani Suhaila, pasukan pendudukan belum mampu mencapai kemajuan apa pun karena operasi militer dari milisi Perlawanan,” ungkap laporan tersebut.

Di wilayah paling selatan Rafah, “pemboman udara terjadi secara berkala tanpa serangan darat, dan serangan udara terus berlanjut di seluruh sektor namun dengan intensitas rendah.”

Sekembalinya dari garis depan, pasukan Brigade al-Qassam melaporkan sejumlah operasi sukses yang dilakukan melawan pasukan pendudukan Israel di Khan Younis, Khuzaa, dan Bani Suhaila.

Baca Juga :  Iran Kontan Serang Israel dengan Rudal Jika Tumor Kanker Bumi Invasi Gaza Lewat Darat

Di sebelah timur kota Khan Younis di Bani Suhaila, pejuang al-Qassam melenyapkan pasukan infanteri Israel yang terdiri dari delapan tentara, dari jarak dekat.

Humvee dan Kendaraan tempur tentara Israel bergerak melewati jalan berdebu dari puing-puing Gaza, di Jalur Gaza, Kamis (4/1/2024). Pada Sabtu (6/1/2024) tentara Israel dilaporkan hampir sepenuhnya menyelesaikan penarikan pasukan dari Gaza Utara.

Di wilayah yang sama, unit lain Al Qassam mengklaim menembak mati seorang tentara Israel setelah ia memasuki sebuah gedung di wilayah tersebut, di mana seorang anggota al-Qassam ditempatkan.

Di Khuzaa, pejuang al-Qassam meledakkan alat peledak rakitan anti-personil ke arah pasukan Israel yang ditempatkan di dalam sebuah bangunan di Khuzaa.

Kelompok milisi juga melawan pasukan lapis baja Israel di Jalur Gaza tengah, di mana unit Al Qassam menargetkan tank Merkava Israel menggunakan penetrator berbentuk eksplosif (EFP) Showaz yang diproduksi secara lokal.

Terkonfirmasi, serangan Showaz membuat tank tersebut hancur total.

Kerahkan Semua Dubes

Kementerian luar negeri Israel dilaporkan telah mengeluarkan siaran Telegram kepada misi diplomatik luar negeri mereka di seluruh dunia untuk melobi negara-negara tempat mereka bertugas.

Siaran telegram itu berisi instruksi penggerakan misi diplomatik guna meyakinkan negara-negara di dunia agar menolak gugatan genosida di International Court of Justice (ICJ/Pengadilan Internasional) sebelum sidang 11 Januari.

“Entitas pendudukan Israel menerapkan mode siaga diplomatik penuh setelah Afrika Selatan mengajukan kasus genosida terhadap mereka di Mahkamah Internasional awal pekan ini,” tulis laporan Walla!, dikutip Sabtu (6/1/2024).

Gugatan Afrika Selatan atas dugaan aksi genosida oleh Israel ke pengadilan yang bermarkas di Den Haag tersebut menyatakan kalau operasi militer pasukan pendudukan Israel “bersifat genosida” di Jalur Gaza terhadap warga Palestina.

Baca Juga :  Pejabat Israel Tuduh Iran di Balik Serangan Terhadap Tyndall

“Karena mereka (IDF) berkomitmen dengan maksud khusus untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza sebagai bagian dari kebangsaan, ras, dan kelompok etnis Palestina yang lebih luas,” demikian bunyi gugatan Afsel ke Israel di ICJ.

“Perilaku Israel… terhadap warga Palestina di Gaza, merupakan pelanggaran terhadap kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida,” tulis pernyataan tersebut.

Atas gugatan ini, menurut Walla!, kementerian luar negeri Israel kemudian mengeluarkan instruksi melalui Telegram kepada puluhan kedutaan besarnya di seluruh dunia untuk “meyakinkan banyak negara” agar secara terbuka mengumumkan penolakan terhadap gugatan ICJ di Afrika Selatan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel disebutkan juga melakukan kontak dengan beberapa negara untuk mendorong mereka mengeluarkan pernyataan yang bersifat pembelaan terhadap Israel.

“Mereka (negara-negara yang dilobi) diminta mengakui bahwa Israel berupaya mengurangi kerugian terhadap warga sipil di Gaza,” tambah media tersebut.

Sejumlah kedutaan besar Israel juga telah diberitahu kalau Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengirimkan surat dengan pesan serupa kepada rekan-rekannya di puluhan negara di dunia dalam beberapa hari mendatang.

Hal ini terjadi ketika jumlah martir di Gaza yang terbunuh akibat perang Israel yang sedang berlangsung telah melampaui 22.000 orang dan lebih dari 60.000 orang dilaporkan terluka, dengan mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Selain itu, laporan baru-baru ini oleh Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) yang didukung PBB mengungkapkan, Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang – setelah memberlakukan blokade penuh terhadap Gaza sejak hari pertama perang – telah mengakibatkan kerugian besar.

Gaza menjadi pusat dari 80 persen populasi yang mengalami kelaparan di seluruh dunia, merujuk data yang menunjukkan sebanyak 577.000 dari 706.000 orang yang mengalami tingkat kelaparan berstatus “catastrophic” atau “famine” secara global adalah warga Palestina di Jalur Gaza.

Berita Terkait

RS Pusat Pasukan Bela Diri Jepang akan rawat warga Gaza yang sakit dan terluka
Pasukan Israel bersumpah kuasai lebih luas wilayah Gaza
Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand dekat dengan kelompok Muslim
Kriangkrai Techamong, PRT picu permusuhan berdarah Thailand-Arab Saudi
Fenomena “anak dengan ekor busuk”, petaka baru generasi muda China
RI kalah dari Timor Leste, ini ranking negara paling korup versi TI
Profil Oleg Gorokhovsky, pemilik bank Ukraina galang dana untuk beli senjata nuklir
Bersiap perang besar di Gaza, PM Israel panggil 400.000 tentara cadangan

Berita Terkait

Kamis, 27 Maret 2025 - 18:54 WIB

RS Pusat Pasukan Bela Diri Jepang akan rawat warga Gaza yang sakit dan terluka

Sabtu, 22 Maret 2025 - 05:38 WIB

Pasukan Israel bersumpah kuasai lebih luas wilayah Gaza

Selasa, 18 Maret 2025 - 10:00 WIB

Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand dekat dengan kelompok Muslim

Senin, 17 Maret 2025 - 03:00 WIB

Kriangkrai Techamong, PRT picu permusuhan berdarah Thailand-Arab Saudi

Minggu, 16 Maret 2025 - 19:58 WIB

Fenomena “anak dengan ekor busuk”, petaka baru generasi muda China

Berita Terbaru