sukabumiheadline.com – Petani perempuan di Indonesia berperan krusial dalam kedaulatan pangan dan ekonomi keluarga, dengan jumlah mencapai 4,2 juta orang atau 14,4% dari total petani, menurut data PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Mereka aktif mengelola lahan, budidaya sayuran, dan sering kali menggerakkan kelompok tani (KWT) untuk meningkatkan pendapatan serta nutrisi rumah tangga.
Peran signifikan petani wanita adalah pengelola benih hingga panen, menjadikannya “ibu kedaulatan pangan” yang krusial. Sebagian di antara mereka tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), yakni sebuah wadah pemberdayaan yang efektif untuk pelatihan, budidaya (contoh: kangkung, bayam), dan peningkatan akses pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekinian, inisiatif seperti komunitas Kartini Tani Indonesia dan inisiatif dari Syngenta membantu meningkatkan kompetensi dan akses teknologi bagi perempuan petani. Petani wanita juga merambah sektor agribisnis dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produk.
Jumlah wanita petani di Sukabumi

Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jumlah wanita petani hanya 8,5% dari total petani, atau jauh di bawah Nasional (14,4%).
Berikut adalah rincian 20 kecamatan dengan wanita petani terbanyak dan sedikit di Kabupaten Sukabumi menurut data Badan Pusat Statistik, bagian Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga di Kabupaten Sukabumi, 2024, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (29/4/2026).
- Surade: 2.329 jiwa
- Jampang Tengah: 2.108 jiwa
- Ciemas: 1.904 jiwa
- Sagaranten: 1.679 jiwa
- Ciracap: 1.494 jiwa
- Pabuaran: 1.339 jiwa
- Kabandungan: 1.334 jiwa
- Kalibunder: 1.299 jiwa
- Cisolok: 1.269 jiwa
- Tegalbuleud: 1.178 jiwa
- Gegerbitung: 1.176 jiwa
- Waluran: 1.157 jiwa
- Simpenan: 1.145 jiwa
- Nyalindung: 1.089 jiwa
- Curugkembar: 1.084 jiwa
- Cikakak: 1.084 jiwa
- Palabuhanratu: 1.031 jiwa
- Jampang Kulon: 1.025 jiwa
- Cidadap: 1.005 jiwa
- Lengkong: 987 jiwa
Sementara itu, 20 kecamatan dengan jumlah petani perempuan paling sedikit, adalah sebagai berikut:
- Nagrak: 725 jiwa
- Warungkiara: 619 jiwa
- Cireunghas: 614 jiwa
- Sukaraja: 605 jiwa
- Caringin: 603 jiwa
- Cicantayan: 569 jiwa
- Kalapanunggal: 547 jiwa
- Cibadak: 430 jiwa
- Kadudampit: 429 jiwa
- Cicurug: 429 jiwa
- Cisaat: 407 jiwa
- Gunungguruh: 400 jiwa
- Ciambar: 397 jiwa
- Parungkuda: 368 jiwa
- Kebonpedes: 313 jiwa
- Sukalarang: 375 jiwa
- Bojonggenteng: 299 jiwa
- Cidahu: 279 jiwa
- Parakansalak: 267 jiwa
- Sukabumi: 165 jiwa
Sedangkan, jumlah petani perempuan di 7 kecamatan sisanya, adalah Purabaya 971 jiwa, Cikembar 950 jiwa, Cibitung 865 jiwa, Cimanggu 738 jiwa, Cidolog 895 jiwa, Bantargadung 844 jiwa, dan Cikidang 749 jiwa.
Dengan demikian, jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukabumi yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 41.568 perempuan dari total 353.959 petani. Sementara laki-laki petani berjumlah 312.391 jiwa.









